September 28, 2022

www.klinikgizi.com

The Science of Nutrition

Jamur, Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan

7 min read

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Jamur

Tubuh yang sehat dan kuat biasanya tumbuh dan berkembang dengan proposional dan kekebalan tubuh yang optimal. Untuk mencapai kondisi tubuh yang ideal tersebut banyak faktor yang berpengaruh termasuk salah satunya pemenuhan makanan yang baik dan benar. Untuk itu kita harus bisa memahamai jenis dan jumlah makanan yang bernilai gizi tinggi dan bermanfaat tertentu bagi kesehatan, Salah satutunya manfaat dan nilai gizi sayur dan buah khususnya jamur.

Kandungan nutrisi pada jamur tergantung pada jenisnya. Namun secara umum, jamur tergolong rendah kalori, rendah sodium (garam), bebas lemak, dan bebas kolesterol. Selain itu jamur juga mengandung protein, vitamin, mineral, dan serat. Kandungan nutrisi dari jamur yang dapat membantu mencegah penyakit, antara lain:

  • Antioksidan
    Jamur kaya akan antioksidan yang disebut selenium. Antioksidan dikenal sebagai salah satu zat yang dapat memperlambat penuaan dini. Antioksidan bekerja dengan cara melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit jantung. Selain itu antioksidan juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Protein
    Dalam secangkir saji atau setara 70 gram jamur, terkandung protein dalam jumlah sekitar 2,2 gram. Jumlah ini memang tidak terlalu tinggi, sehingga asupan protein masih perlu Anda peroleh dari sumber protein lain, seperti telur dan daging. Meski kandungannya tidak tinggi, protein di dalam jamur memiliki efek baik untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan diduga dapat mencegah pertumbuhan sel kanker.
  • Vitamin B
    Jamur kaya akan vitamin B, seperti niacin (B3), riboflavin (B2), dan asam pantotenat (B5). Niacin baik untuk kesehatan kulit dan sistem pencernaan. Riboflavin membantu pembentukan sel darah merah. Sedangkan asam pantotenat baik untuk sistem saraf dan membantu produksi hormon. Kombinasi dari ketiga vitamin tersebut mampu membantu melindungi kesehatan jantung.
  • Beta glucan
    Beta glucan adalah komponen gula yang ditemukan pada jamur, ragi, dan gandum. Beta glucan juga merupakan sejenis serat terlarut yang diduga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, mengurangi alergi, menekan pertumbuhan sel kanker, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Kalium
    Kalium sangat penting untuk kesehatan otot, jantung, kerja saraf, dan membantu ginjal menyaring darah. Kalium (potasium) memang belum terbukti dapat mencegah maupun mengobati penyakit jantung. Namun, kalium dapat menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan menormalkan detak jantung, di mana ketiga efek ini akan berpengaruh pada kesehatan jantung.
  • Tembaga
    Tembaga diperlukan untuk membuat sel darah merah, yang digunakan untuk mengirim oksigen ke seluruh tubuh. Mineral ini juga penting untuk menjaga kesehatan tulang dan saraf. Satu cangkir jamur dapat memenuhi 1/3 kebutuhan tembaga setiap harinya.
  • Vitamin D
    Jamur mengandung vitamin D yang memiliki andil dalam menjaga kesehatan tulang, jantung, dan membantu penyerapan mineral di dalam tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa vitamin D memiliki dampak baik dalam membantu mengobati depresi. Namun rekomendasi dosis aman dan bagaimana cara kerja vitamin D dalam mengobati depresi, masih perlu diteliti lebih lanjut.
BACA:   Manfaat dan Kehebatan Zinc Bagi Tubuh Manusia

Ternyata Jamur termasuk golongan fungi tetapi bukan termasuk golongan sayur atau buah. Jamur tidak memiliki daun, akar, ataupun biji. Bahkan tidak butuh cahaya untuk tumbuh. Karenanya jamur bukan sayuran sesungguhnya.
Meskipun begitu, Departemen Pertanian Amerika Serikat mengelompokkan jamur ke dalam sayuran. Hal ini karena nutrisi jamur menyerupai nutrisi yang ditemukan pada sayuran lain. Sebuah penelitian di Amerika Serikat mengungkapkan jamur punya zat gizi mirip daging dan biji-bijian.

Kandungan Nutrisi 

Kandungan nutrisi pada jamur tergantung pada jenisnya. Namun secara umum, jamur tergolong rendah kalori, rendah sodium (garam), bebas lemak, dan bebas kolesterol. Selain itu jamur juga mengandung protein, vitamin, mineral, dan serat. Kandungan nutrisi dari jamur yang dapat membantu mencegah penyakit, antara lain:

  • Antioksidan Jamur kaya akan antioksidan yang disebut selenium. Antioksidan dikenal sebagai salah satu zat yang dapat memperlambat penuaan dini. Antioksidan bekerja dengan cara melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit jantung. Selain itu antioksidan juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Protein Dalam secangkir saji atau setara 70 gram jamur, terkandung protein dalam jumlah sekitar 2,2 gram. Jumlah ini memang tidak terlalu tinggi, sehingga asupan protein masih perlu Anda peroleh dari sumber protein lain, seperti telur dan daging. Meski kandungannya tidak tinggi, protein di dalam jamur memiliki efek baik untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan diduga dapat mencegah pertumbuhan sel kanker.
  • Vitamin B Jamur kaya akan vitamin B, seperti niacin (B3), riboflavin (B2), dan asam pantotenat (B5). Niacin baik untuk kesehatan kulit dan sistem pencernaan. Riboflavin membantu pembentukan sel darah merah. Sedangkan asam pantotenat baik untuk sistem saraf dan membantu produksi hormon. Kombinasi dari ketiga vitamin tersebut mampu membantu melindungi kesehatan jantung.
  • Beta glucan Beta glucan adalah komponen gula yang ditemukan pada jamur, ragi, dan gandum. Beta glucan juga merupakan sejenis serat terlarut yang diduga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, mengurangi alergi, menekan pertumbuhan sel kanker, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Kalium Kalium sangat penting untuk kesehatan otot, jantung, kerja saraf, dan membantu ginjal menyaring darah. Kalium (potasium) memang belum terbukti dapat mencegah maupun mengobati penyakit jantung. Namun, kalium dapat menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan menormalkan detak jantung, di mana ketiga efek ini akan berpengaruh pada kesehatan jantung.
  • Tembaga Tembaga diperlukan untuk membuat sel darah merah, yang digunakan untuk mengirim oksigen ke seluruh tubuh. Mineral ini juga penting untuk menjaga kesehatan tulang dan saraf. Satu cangkir jamur dapat memenuhi 1/3 kebutuhan tembaga setiap harinya.
  • Vitamin D Jamur mengandung vitamin D yang memiliki andil dalam menjaga kesehatan tulang, jantung, dan membantu penyerapan mineral di dalam tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa vitamin D memiliki dampak baik dalam membantu mengobati depresi. Namun rekomendasi dosis aman dan bagaimana cara kerja vitamin D dalam mengobati depresi, masih perlu diteliti lebih lanjut.
BACA:   5 Manfaat Protein

Jamur

  • Jamur atau cendawan adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifatheterotrof. Jamur ada yang uniseluler danmultiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa. Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada juga dengan cara generatif. Jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa danmiseliumnya untuk memperoleh makanannya. Setelah itu, menyimpannya dalam bentuk glikogen. Jamur merupakan konsumen, maka dari itu jamur bergantung pada substratyang menyediakan karbohidrat, protein,vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atausaprofit. Cara hidup jamur lainnya adalah melakukansimbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. Jamur berhabitat pada bermacam-macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. Jamur dibedakan menjadi 4 divisio, yaitu Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota.
  • Jamur juga menjadi sumber potasium, serat, vitamin, D, dan kalsium yang sangat baik bagi tubuh. Seperti dikutip dalam Ourohio (30/09), ada 7 jenis jamur yang nutrisinya telah diteliti Departemen Pertanian Amerika Serikat yaitucrimini, enoki, maitake, tiram, portabella, shiitake, dan jamur kancing putih.
    Tiap jenis jamur punya keunggulan masing-masing, namun jamur paling dikenal dengan manfaat penurunan berat badannya. PenelitianJohns Hopkins Bloomberg School of Public Health membuktikan partisipan yang mengganti konsumsi daging merah dengan jamur kancing putih berat badannya turun sekitar 1,5 kg.
  • Disamping menurunkan berat badan, konsumsi jamur juga dapat mencegah penyakit jantung dan diabetes. Agar manfaat kesehatannya maksimal, Anda dapat memasukkan jamur dalam menu harian. Untuk mengolahnya pun tak sulit mengingat jamur mudah dipadupadankan dengan bahan makanan lain.
BACA:   Bukti Ilmiah : Vitamin C, Vitamin D dan Zinc Tidak Bermanfaat Untuk Sembuhkan Covid19

Sumber: Best Food Facts dan sumber lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.