October 2, 2022

www.klinikgizi.com

The Science of Nutrition

Vitamin sebagai antioksidan

5 min read

Antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain.Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Antioksidan seperti tiol atau asam askorbat (vitamin C) mengakhiri reaksi berantai ini.

Untuk menjaga keseimbangan tingkat oksidasi, tumbuhan dan hewan memiliki suatu sistem yang kompleks dari tumpangsuh antioksidan, seperti glutation dan enzim (misalnya: katalase dan superoksida dismutase) yang diproduksi secara internal atau dapat diperoleh dari asupan vitamin C, vitamin A dan vitamin E.

Antioksidan secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Protein lipida dan DNA dari sel manusia yang sehat merupakan sumber pasangan elektron yang baik. Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya.Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat di alam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas.[Antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan pangan, antara lain vitamin E, vitamin C, dan karotenoid.

Antioksidan banyak digunakan dalam suplemen makanan dan telah diteliti untuk pencegahan penyakit seperti kanker atau penyakit jantung koroner. Meskipun studi awal menunjukkan bahwa suplemen antioksidan dapat meningkatkan kesehatan, pengujian lanjutan yang lebih besar termasuk beta-karoten, vitamin A, dan vitamin E secara tunggal atau dalam kombinasi yang berbeda menunjukkan bahwa suplementasi tidak berpengaruh pada tingkat kematian. Uji klinis acak konsumsi antioksidan termasuk beta karoten, vitamin E, vitamin C dan selenium menunjukkan tidak ada pengaruh pada risiko kanker atau mengalami peningkatan risiko kanker. Suplementasi dengan selenium atau vitamin E tidak mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Dengan contoh-contoh ini, stres oksidatif dapat dianggap sebagai penyebab atau konsekuensi dari beberapa penyakit, merangsang pengembangan obat senyawa antioksidan potensial untuk mengobati penyakit.

BACA:   Vitamin D : Manfaat Kesehatan dan Defisiensi

Antioksidan memiliki banyak kegunaan industri, seperti pengawet dalam makanan dan kosmetik serta untuk mencegah degradasi karet dan bensin.

Vitamin sebagai antioksidan

Semua jenis kehidupan di bumi memerlukan energi untuk dapat bertahan hidup. Untuk menghasilkan energi ini, makhluk hidup memerlukan bantuan berbagai substansi, salah satunya adalah oksigen. Oksigen terlibat secara langsung dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Sebagai produk sampingannya, oksigen dilepaskan dalam bentuk yang tidak stabil. Molekul inilah yang dikenal dengan nama radikal bebas (free radicals). Oksigen yang tidak stabil memiliki elektron bebas yang tidak berpasangan sehingga bersifat reaktif. Kereaktifan oksigen ini sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat mengoksidasi dan merusak DNA, protein, karbohidrat, asam lemak, dan membran sel di dalam tubuh. Sumber radikal bebas lainnya adalah asap rokok, polusi lingkungan, dan sinar ultraviolet.
Asap rokok, salah satu sumber radikal bebas yang dapat merusak jaringan tubuh, terutama paru-paru.

Tubuh memiliki beberapa mekanisme pertahanan terhadap senyawa radikal bebas ini untuk menetralkan efek negatifnya. Kebanyakan diantaranya adalah senyawa antioksidan alami, seperti enzim superoksida dismutase, katalase, dan glutation peroksidase. Antioksidan sendiri berarti senyawa yang dapat mencegah terjadinya peristiwa oksidasi atau reaksi kimia lain yang melibatkan molekul oksigen (O2). Senyawa lain yang juga dapat berperan sebagai antioksidan adalah glutation, CoQ10, dan gugus tiol pada protein, serta vitamin. Beberapa jenis vitamin telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Contoh vitamin yang banyak berperan sebagai senyawa antioksidan di dalam tubuh adalah vitamin C dan vitamin E.

Vitamin E dapat membantu melindungi tubuh dari oksidasi senyawa radikal bebas. Vitamin ini juga mampu bekerja dalam kondisi kadar senyawa radikal bebas yang tinggi sehingga mampu dengan efisien dan efektif menekan reaksi perusakan jaringan di dalam tubuh melalui proses oksidasi. Di samping vitamin E, terdapat satu jenis vitamin lagi yang juga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, yaitu vitamin C. Vitamin ini berinteraksi dengan senyawa radikal bebas di bagian cairan sel. Selain itu, vitamin C juga dapat memulihkan kondisi tubuh akibat adanya reaksi oksidasi dari berbagai senyawa berbahaya.

BACA:   13 Nutrisi Penting Tingkatkan Kercerdasan Anak

Bila kadar radikal bebas di dalam tubuh menjadi sangat berlebih dan tidak lagi dapat diantisipasi oleh senyawa antioksidan maka akan timbul berbagai penyakit kronis, seperti kanker, arterosklerosis, penyakit jantung, katarak, alzhemeir, dan rematik.[33] Bagi orang yang memiliki sejarah penyakit kronis tersebut dalam garis keturunannya, dianjurkan untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung vitamin C dan E sebagai sumber senyawa antioksidan. Selain itu, suplemen makanan juga dapat turut membantu mengatasi masalah tersebut.

Referensi:

  • Vitamin Basics, DSM Nutritional Products
  • “Vitamin Antioksidan”. Diakses tanggal 2010-04-10.
  • UV Rays, Pollution and Smoking. 2010. http://www.globaltlp.com/?p=256
  • Antioxidant Vitamins: Benefits Not Yet Proved (editorial) NEJM vol 330 (15) Apr. 14, 1994. p 1080 – 1081
  • George R. 2005. The best defense: free radicals from pollution and the sun take a terrible toll on your skin. Go on the offense with topical antioxidants. http://findarticles.com/p/articles/mi_m0NAH/is_5_35/ai_n13654081/

Материалы по теме:

15 Suplemen Terbaik untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
15 Suplemen Terbaik untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Tidak ada suplemen yang akan menyembuhkan atau mencegah penyakit. Dengan pandemi COVID-19 2019, sangat penting untuk dipahami ...
KONSULTASI GIZI: Bagaimana dan berapa lama karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral disimpan dalam tubuh?
KONSULTASI GIZI: Bagaimana dan berapa lama karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral disimpan dalam tubuh? Bagaimana dan berapa lama karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral ...
PENELITIAN GIZI TERKINI: Kurang Vitamin D, penyebab peradangan kronis
Kurang Vitamin D? Ini bisa menjadi penyebab peradangan kronis Peradangan adalah bagian penting dari proses penyembuhan tubuh. Tetapi ketika terus berlanjut, itu dapat berkontribusi pada ...
WHO : Suplemen vitamin D Cegah atau Obati COVID-19 adalah Mitos, Terbukti Tak Bermanfaat
WHO : Suplemen vitamin D Cegah atau Obati COVID-19 adalah Mitos, Tak Terbukti Bermanfaat Saat ini tidak ada rekomendasi khususnya pemberian vitamin atau mikronutrien tertentu ...
KONSULTASI GIZI: Apakah benar saya butuh vitamin ? Siapa yang butuh vitamin dan suplemen?
KONSULTASI GIZI: Apakah benar saya butuh vitamin ? Siapa yang butuh vitamin dan suplemen?
BACA:   Kekhawatiran Overdosis pada Suplemen Nutrisi Pada Anak
Apakah benar saya butuh vitamin ? Siapa yang butuh vitamin dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.