KONSULTASI GIZI: Manakah Lebih Sehat, Gula atau Sirup Jagung Fruktosa Tinggi?

KONSULTASI GIZI: Manakah Lebih Sehat, Gula atau Sirup Jagung Fruktosa Tinggi?

Manakah Lebih Sehat, Gula atau Sirup Jagung Fruktosa Tinggi?

Dr Widodo Judarwanto pediatrician, Sandiaz Yudhasmara Menjawab

Sirup jagung fruktosa tinggi, yang memang berasal dari jagung, mendapat reputasi buruk. Tetapi tubuh Anda memprosesnya dengan cara yang hampir sama dengan gula “meja” atau “biasa”, yang terbuat dari tebu atau bit. Taruhan terbaik Anda adalah bersikap mudah pada keduanya. Jumlah gula tambahan yang tinggi dapat menyebabkan penambahan berat badan dan masalah seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Gula jagung adalah pemanis dari jagung yang kerap digunakan sebagai pengganti gula biasa. Gula ini biasanya diolah menjadi sirup dengan kandungan fruktosa yang tinggi atau biasa kita kenal dengan high fructose corn syrup (HFCS). Gula yang disebut juga sirup jagung ini banyak digunakan sebagai pemanis buatan dalam makanan olahan atau minuman kemasan. Namun, sekarang ini mungkin penggunaannya agak berkurang mengingat muncul banyak pemanis buatan lain.

Sirup jagung mengandung kadar glukosa yang tinggi. Glukosa merupakan salah satu jenis dari karbohidrat. Beberapa glukosa mungkin akan diubah dengan bantuan enzim menjadi bentuk fruktosa. Hal tersebut bertujuan agar rasa dari sirup jagung tidak jauh berbeda dengan gula biasa (sukrosa) yang mengandung glukosa dan fruktosa. Selain itu, hal ini juga bertujuan agar sirup jagung mempunyai rasa lebih manis.

Karena gula jagung dibuat dengan melalui banyak proses, maka terdapat variasi sirup jagung dengan kandungan fruktosa banding glukosa yang berbeda-beda. Jenis gula jagung yang paling umum digunakan yakni jenis HFCS 55, yang memiliki perbandingan fruktosa 55% dan glukosa 42%. Jenis gula jagung ini paling mirip kandungannya dengan gula biasa.

BACA:   Buah Berkadar Gula Rendah

Apakah gula jagung lebih sehat?

  • Sirup jagung tinggi fruktosa diproses dengan begitu baiknya sehingga bisa menghasilkan kandungan yang mirip dengan gula biasa. Namun, buatan manusia tidak dapat menyamai yang alami.
  • Walaupun mirip dengan gula biasa, banyak ahli yang mempertanyakan apakah tubuh dapat memproses gula jagung tinggi fruktosa sama seperti tubuh memproses gula biasa.
  • Memang, kandungan fruktosa awalnya dianggap sebagai pilihan lebih baik untuk penderita diabetes. Sebab, fruktosa berindeks glikemik rendah. Indeks glikemik yaitu nilai yang menunjukkan seberapa cepat makanan diubah menjadi glukosa dalam tubuh.
  • Semakin tinggi nilainya, semakin cepat pula makanan ini berubah menjadi glukosa dan meningkatkan kadar gula darah. Begitupun sebaliknya, bila nilainya rendah, proses berubah menjadi glukosa akan lebih lambat.
  • Sayangnya, fruktosa hanya bisa diproses oleh sel-sel pada organ hati. Ketika telah masuk ke dalamnya, hati pun akan mengubah fruktosa menjadi lemak yang tentu memicu produksi kolesterol dan trigliserida.
  • Selanjutnya, risiko Anda terhadap masalah kesehatan seperti diabetes tipe 2, sindrom metabolik, atau penyakit jantung jadi meningkat.

Hati-hati, risiko obesitas juga bisa meningkat

  • Bahkan, penelitian juga menunjukkan bahwa asupan sirup jagung tinggi fruktosa yang tinggi berhubungan dengan kondisi obesitas dan masalah kesehatan lainnya.
  • Makanan atau minuman yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa dapat menyumbang kalori tambahan pada tubuh Anda, sehingga hal ini dapat menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan.
  • Anda mungkin tidak menyadarinya saat Anda mengonsumsi makanan atau minuman kemasan, tetapi banyak kalori yang bisa Anda dapatkan hanya dari sekeping biskuit atau segelas minuman bersoda.
  • Terlebih lagi jika Anda sering mengonsumsi minuman bersoda atau minuman manis dalam kemasan. Tentu Anda tidak menyadari berapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh. Menyegarkan memang, tetapi belum tentu menyehatkan.
  • Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Barry Popkin, PhD dari University of North Carolina, ternyata minuman banyak menyumbang tambahan kalori harian Anda.
  • Popkin mengatakan bahwa lebih dari 450 kalori harian seseorang didapatkan dari minuman, 40% dari minuman ringan atau jus buah.
  • Penelitian yang diterbitkan American Journal of Clinical Nutrition tersebut juga menunjukkan bahwa tubuh Anda tidak menyadari terdapat sejumlah kalori dalam bentuk cairan yang masuk melalui minuman ringan yang Anda konsumsi.
  • Berbeda halnya saat Anda mengonsumsi makanan padat. Hal ini membuat tubuh Anda tidak merasa kenyang setelah banyak kalori yang masuk ke tubuh dari minuman, akibatnya Anda akan makan atau minum lagi. Jika dilakukan terus-menerus, tentu hal ini akan menyebabkan kenaikan berat badan.
  • Jadi, tidak hanya kandungan sirup jagung tinggi fruktosa dalam minuman soda yang bisa membuat Anda mengalami kenaikan berat badan, kandungan pemanis buatan lainnya pun bisa menyebabkan berat badan Anda meningkat.
  • Maka dari itu, apapun bahan pemanis yang digunakan, konsumsilah dengan bijaksana dan tidak berlebihan. Termasuk bila Anda ingin membuat makanan tertentu, gunakan gula jagung secukupnya saja.
BACA:   Rekomendasi Makanan Penderita Kanker Payudara Agar Tidak Lebih Berkembang

Leave a Reply

Your email address will not be published.