Gula Penting Untuk Kesehatan, Perhatikan Dampak Buruk

image

Meskipun anak-anak lebih mudah membakar kalorinya dibandingkan orang dewasa, namun tubuh mereka sangat rentan terhadap efek negatif akibat terlalu banyak konsumsi gula. Selain kadar gula darah jadi meningkat, kelebihan konsumsi gula juga bisa menyebabkan kerusakan gigi dan obesitas pada anak.

Asupan gula yang berlebih pada anak bisa terjadi karena produk makanan manis yang dikonsumsi. Seperti permen, biskuit, cake, jus kemasan hingga minuman bersoda, yang cenderung sangat disukai anak-anak.

Menurur USDA (United States Department of Agriculture) merekomendasikan konsumsi gula pada orang dewasa sekitar 40 gram atau 10 sendok teh per hari. Jumlah asupan gula ini disesuaikan dengan angka kebutuhan kalori orang dewasa yang mencapai 2.000 kalori.

Namun untuk anak-anak di bawah 18 tahun, tentulah jauh berbeda dengan orang dewasa. Pada anak usia 1-3 tahun hanya diperbolehkan konsumsi 4-5 sendok teh gula. Sedangkan anak usia 4-6 tahun anjuran konsumsinya sekitar 5-8 sendok teh gula per hari. Untuk anak usia 6-11 tahun bisa berikan 8-11 sendok teh gula per hari.

Jenis gula

  • Di masyarakat dikenal ada berbagai macam gula. Ada gula pasir, gula merah dan gula batu. Gula pasir dibuat dari tebu, yang mana dalam proses pembuatannya perlu pemanasan sampai dengan 400 derajat Celcius.
  • Gula batu adalah gula yang berbentuk seperti bongkahan batu. Proses pembuatannya hampir sama dengan proses pembuatan gula pasir. Suhu yang dibutuhkan untuk pemanasan tidak setinggi gula pasir. Gula merah yang sering disebut sebagai gula jawa dibuat dari bunga aren atau kelapa.
  • Terkait dampak konsumsi gula terhadap kadar gula darah, perlu dilihat nilai glycemic index (GI) dan glycemic load (GL). GI merupakan angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan. Sedangkan GL adalah sistem peringkat untuk kandungan karbohidrat dalam porsi makanan berdasarkan GI dan ukuran porsi. GI untuk semua jenis gula sebenarnya hampir sama yakni sekitar 60-68. Gula pasir memiliki GI 68, glukosa memiliki angka GI 96, fruktosa 22, gula merah 64 dan madu 60.
  • GI dikatakan rendah jika nilainya kurang dari atau sama dengan 55. Sedangkan bila GI di kisaran 56-69 termasuk dalam kategori sedang. Jika GI di atas atau sama dengan 70 maka bisa dikatakan tinggi. Sedangkan untuk GL, GL rendah adalah bila kurang dari atau sama dengan 10, sedang jika angkanya 11-19, dan kategori tinggi bila di atas atau sama dengan 20. Jika dilihat dari data indeks glikemik (GI), gula masih tergolong bahan makanan dengan GI sedang dan GL sedang juga karena berkisar antara 8-10.
  • Untuk memaniskan makanan atau minuman, dikenal pula pemanis tanpa kalori. Angka GI pada pemanis seperti ini adalah nol. Karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah, maka pemanis tanpa kalori cocok untuk pasien diabetes yang pilihan asupan manisnya terbatas.
  • Gula tebu sering dihindari pasien diabetes lantaran kandungan glukosa dalam senyawa sukrosanya yang mudah dipecah oleh tubuh. Bila dicermati air tebu mengandung saccharant, senyawa jenis polisakarida non-pati, yang berkhasiat sebagai antidiabetik. Tetapi senyawa polisakarida itu pecah saat proses pemanasan menjadi sukrosa, yang mana bisa menjadi pencetus diabetes.
  • Bahan makanan yang kaya akan karbohidrat jika diproses dengan pemanasan tinggi dan berulang-ulang akan membuat bahan tersebut menjadi partikel yang lebih halus. Partikel ini tentunya akan lebih cepat diserap oleh tubuh dan menjadikan GI-nya lebih tinggi.
  • Makanan tinggi GI tentunya makin memaksa pankreas mengeluarkan lebih banyak insulin untuk memetabolisme karbohidrat tersebut. Akibatnya tentu saja kerja pankreas akan lebih dipacu.

Rekomendasi pemberian gula pada anak

  • Rekomendasi terbaik pemberian kebutuhan gula pada anak tidak lebih dari 10% total kebutuhan energi yang ia butuhkan.
  • Jadi, pada anak usia 1-3 tahun dengan kebutuhan energi rata-rata hanya 1000 kilo kalori (Angka Kecukupan Gizi Indonesia) maka kebutuhan gula anak usia 1 tahun maksimal hanya 25 gram dalam satu hari, atau setara dengan 5 sendok teh gula.
  • Pada anak usia 3-6 tahun dengan kebutuhan energi rata-rata 1550 kilo kalori, maka kebutuhan gula tidak lebih dari 38 gram perhari atau 8 sendok teh gula per hari.
  • Pada anak usia prasekolah memerlukan gula 16,7 gram per hari, usia empat tahun hingga delapan tahun 12,5 gram per hari dan usia praremaja hingga remaja memerlukan 21 gram hingga 33 gram per hari. Untuk mempermudah penghitungan, satu sendok makan kira-kira berisi delapan gram gula pasir. Selain itu, orang tua juga hendaknya memperhatikan makanan dan minuman ringan yang dikonsumsi anak.

Biasakan baca label

  • Biasakan membaca label yang ada pada kemasan. Kalau kandungan kalorinya melebihi yang dianjurkan, lebih baik jangan dikonsumsi.
    Jika kandungan gulanya tinggi sebaiknya jangan berikan. Termasuk makanan yang menggunakan sirup jagung yang tinggi fruktosa dan gula halus. Andapun bisa memilih jenis makanan yang mengandung sedikit gula.
  • Gula yang dikonsumsi pada waktu yang tidak tepat juga dapat memicu asam di mulut yang mengakibatkan karies pada gigi. Gula yang dikonsumsi diantara waktu makan menghasilkan asam selama 20 menit. Gula yang dikonsumsi saat makan memiliki risiko karies yang ringan.
  • Sedangkan gula yang dikonsumsi diantara waktu makan memiliki risiko karies sedang. Risiko karies terbesar ada pada konsumsi gula yang terdapat di dalam permen yang lengket.
  • Bila dalam setiap makanan yang Anda sajikan sudah ditambah gula, baik sebagai pemanis maupun sebagai bumbu penyedap, maka Anda bisa mengira-kira berapa sisa kebutuhan gula yang bisa diberikan ketika ia minum minuman kemasan. Inilah alasan mengapa Anda harus mencermati label pada makanan atau minuman.

Gula Memicu anak aktif ?

  • Selama ini sebagian dokter dan klinisi masih percaya bahwa gula dapat membuat anak menjadi lebih aktif dan memperberat gejala autis atau ADHD. Tetapi ketakutan ini dibantah dengan adanya penelitian yang memhuktikan bahwa gula tidak membuat anak lebih aktif dan memperberat gejala autis dan ADHD.

www.klinikgizi.com

Provided By: KLINIKGIZI.COM Supported By: GRoW UP CLINIC online Yudhasmara Foundation ADDRESS: *** Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 *** MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC Online” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, @WWW.KLINIKGIZI.COM Information Education Network. All rights reserved


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Iklan

One response to “Gula Penting Untuk Kesehatan, Perhatikan Dampak Buruk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s