Daun Seledri, Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan

image

Daun Seledri, Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan

Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.

Seledri adalah tumbuhan serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan. Sebagai sayuran, daun, tangkai daun, dan umbi sebagai campuran sup. Daun juga dipakai sebagai lalap, atau dipotong kecil-kecil lalu ditaburkan di atas sup bakso, soto, macam-macam sup lainnya, atau juga bubur ayam.

wp-1496335801672.

Seledri adalah bahan makanan sayur-mayur yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Seledri mengandung energi sebesar 20 kilokalori, protein 1 gram, karbohidrat 4,6 gram, lemak 0,1 gram, kalsium 50 miligram, fosfor 40 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Seledri juga terkandung vitamin A sebanyak 130 IU, vitamin B1 0,03 miligram dan vitamin C 11 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Seledri, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 63 %.

Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Seledri :

Nama Bahan Makanan : Seledri
Banyaknya Seledri yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Seledri yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 63 %
Jumlah Kandungan Energi Seledri = 20 kkal
Jumlah Kandungan Protein Seledri = 1 gr
Jumlah Kandungan Lemak Seledri = 0,1 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Seledri = 4,6 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Seledri = 50 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Seledri = 40 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Seledri = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Seledri = 130 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Seledri = 0,03 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Seledri = 11 mg

wp-1496334489988.

  • Seledri (terutama buahnya) sebagai bahan obat telah disebut-sebut oleh Dioskurides serta Theoprastus dari masa Yunani Klasik dan Romawi sebagai “penyejuk perut”. Veleslavin (1596) memperingatkan agar tidak mengonsumsi seledri terlalu banyak karena dapat mengurangi air susu. Seledri disebut-sebut sebagai sayuran anti-hipertensi. Fungsi lainnya adalah sebagai peluruh (diuretika), anti reumatik serta pembangkit nafsu makan (karminativa). Umbinya memliki khasiat yang mirip dengan daun tetapi digunakan pula sebagai afrodisiaka (pembangkit gairah seksual).
  • Namun, seledri berpotensi menimbulkan alergi pada sejumlah orang yang peka. Penderita radang ka’al tidak dianjurkan mengonsumsinya.
  • Aromanya yang khas berasal dari sejumlah komponen mudah menguap dari minyak atsiri yang dikandung paling tinggi pada buahnya yang dikeringkan. Kandungan utamanya adalah butilftalida dan butilidftalida sebagai pembawa aroma utama. Terdapat juga sejumlah flavonoid seperti graveobiosid A (1-2%)dan B (0,1 – 0,7%), serta senyawa golongan fenol. Komponen lainnya apiin, isokuersitrin, furanokumarin, serta isoimperatorin. Kandungan asam lemakutama dalah asam petroselin (40-60%). Daun dan tangkai daun mengandung steroid seperti stigmasterol dan sitosterol.
  • Suatu enzim endonuklease yang disebut Cel1 juga diekstrak dari seledri dan dipakai dalam suatu teknik biologi molekular yang disebut Tilling.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s