7 Penyakit Yang Bisa Ditularkan Lewat ASI

image

Air susu ibu bukan merupakan tempat penularan dari sebagian besar infeksi virus pada ibu, oleh karena itu meneruskan menyusui merupakan tindakan terbaik bagi ibu dan bayi. Tetapi harus diwaspsdai tetdapat beberapa infeksi yang dapat ditularkan lewat ASI seperti Virus CMV, HIV, dan HTLV-1 merupakan virus yang sering dilaporkan sebagai penyebab infeksi pada bayi akibat penularan dari ASI. Infeksi bakteri pada ibu jarang mengakibatkan penularan infeksi melalui ASI kepada bayi. Pada sebagian kasus ibu menyusui dengan tersangka infeksi, menghentikan menyusui hanya akan mengurangi masukan nutrisi dan manfaat kekebalan dari ASI. Keputusan untuk menyusui harus mempertimbangkan manfaat tak ternilai ASI dibanding risiko tertularnya penyakit.

Saat terjadinya infeksi pada ibu dan bayi dapat menentukan mekanisme penularan. Infeksi saat persalinan dapat terjadi akibat paparan darah/cairan tubuh atau kontak dengan mikrorganisme patogen. Infeksi yang terjadi setelah persalinan melalui orang yang merawatnya (misalnya orangtua, saudara, pengunjung, petugas kesehatan) atau lingkungan (alat kedokteran, muntahan). Paparan pada bayi umumnya terjadi sebelum penyakit pada ibu terdiagnosis (misalnya campak, infeksi virus Coxakie) atau sebelum ibu tampak sakit (cacar air, hepatitis). Oleh karena itu, menghentikan ASI  tidak akan mencegah infeksi pada bayi, bahkan akan mengurangi efek ASI untuk membatasi penyakit pada bayi.

Beberapa penyakit infeksi yang dapat ditularkan melalui air susu ibu 

  • Human T-limfofotrophic virus HTLV-I, CMV) ditransmisi melalui ASI sehingga dapat menyebabkan infeksi pada bayi dan anak. Transmisi infeksi melalui ASI telah dilaporkan pada CMV, HIV1, dan HTLV-1. Cytomegalo virus merupakan infeksi kongenital tersering di Amerika. Sekitar 1% bayi mengekskresi CMV dari urinnya saat setelah lahir ( kurang dari usia 3 minggu).  Kurang lebih 5% bayi yang terinfeksi kongenital  akan mengalami gejala saat lahir dan 15% akan memperlihatkan gejala di kemudian hari (seperti kehilangan pendengaran dan gangguan belajar). Infeksi pada bayi dapat melalui kontak langsung atau cairan tubuh saat melahirkan. Infeksi saat setelah lahir dapat terjadi melalui ASI atau kontak dengan cairan tubuh dari individu yang terinfeksi. Infeksi melalui ASI jarang menyebabkan penyakit pada bayi cukup bulan. Antibodi pada ibu yang terinfeksi CMV dapat melalui plasenta dan melindungi bayi cukup bulan dari infeksi CMV.  Infeksi primer CMV yang terjadi pada ibu saat melahirkan atau selama laktasi jarang meningkatkan risiko penyakit pada bayi. Virus ini dapat diidentifikasi dalam ASI ibu dengan CMV positif dengan jumlah yang bervariasi. Penelitian melaporkan kejadian infeksi CMV berkurang pada bayi prematur yang mengkonsumsi ASI dengan CMV positif yang disimpan pada suhu -20OC atau dipasteurisasi. Ibu dengan CMV positf dapat memberikan ASI kepada bayinya yang cukup bulan dengan aman. Sebaliknya, bayi prematur dengan CMV negatif harus dihindarkan dari ASI dengan CMV positif.
  • Streprokokus grup B.Meskipun jarang, bakteri Streptococcus grup B dilaporkan dapat menginfeksi bayi melalui ASI. Walaupun demikian, menyusui jarang menjadi kontra-indikasi saat ibu mengalami infeksi. Segala keputusan tentang kemungkinan infeksi pada bayi dan anak harus mempertimbangkan keuntungan ASI dan kerugian risiko penularan penyakit.
  • Campak
  • Cacar Air
  • Cozsakie
  • Infeksi Bakteri. Infeksi bakteri sering terjadi pada neonatus dan bayi, dengan frekuensi 1-5 episod per 1000 kelahiran. Saat terjadinya infeksi dibagi menjadi early onset (sebelum usia 7 hari, terutama kurang dari 24 jam), late onset (usia 7-30 hari), dan very late-onset (usia lebih dari 30 hari). Mikroorganisme yang sering ditemukan pada early onset adalah Streptococci group B dan E. Coli, disamping beberapa mikroorganisme patogen lainnya, seperti Streptococci, Enterococcus spp. Listeria spp, Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniae, Chlamydia spp, dan mikroorganisme genital ibu. Mikroorganisme tersebut juga dapat menyebabkan infeksi late- atau very late-onset. Transmisi mikroorganisme melalui ASI sangat jarang terjadi dibanding penularan saat persalinan atau melalui kontak langsung dengan lingkungan setelah melahirkan.
  • Infeksi Staphylococcus sering terjadi lambat pada periode neonatus. Empat puluh sampai sembilan puluh persen bayi yang dirawat inap mengalami kolonisasi Staphylococcus aureus pada hari ke-5 dengan sumber infeksinya adalah kontak dengan ibu, petugas kesehatan, atau donor ASI yang terkontaminasi. Bakteri ini sering pula sebagai penyebab mastitis (infeksi kelenjar payudara) pada ibu

www.infotumbuhkembang.com

Provided By: INFO TUMBUH KEMBANG Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation Address: ***Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 ***MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 2961425208131592-2012 – 08131592-2013 – 08131592-2012 email : judarwanto@gmail.com http://growupclinic.com Facebook: http://www.facebook.com/GrowUpClinic Twitter: @growupclinic Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara. Email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O89683015220 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2016, @INFO TUMBUH KEMBANG Information Education Network. All rights reserved
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s