Teh, Manfaat Kesehatan dan Kandungan Gizinya

wp-1455436566302.jpgTeh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih. Istilah “teh” juga digunakan untuk minuman yang dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yang diseduh, misalnya, teh rosehip, camomile, krisan dan Jiaogulan. Teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal.

Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh.

Teh bunga dengan campuran kuncup bunga melati yang disebut teh melati atau teh wangi melati merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesi. Konsumsi teh di Indonesia sebesar 0,8 kilogram per kapita per tahun masih jauh di bawah negara-negara lain di dunia, walaupun Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar nomor lima di dunia.

Kandungan Gizi

Teh mengandung energi sebesar 132 kilokalori, protein 19,5 gram, karbohidrat 67,8 gram, lemak 0,7 gram, kalsium 717 miligram, fosfor 265 miligram, dan zat besi 12 miligram.  Selain itu di dalam Teh juga terkandung vitamin A sebanyak 2095 IU, vitamin B1 0,01 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Teh, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Teh :

Nama Bahan Makanan : Teh
Nama Lain / Alternatif : –
Banyaknya Teh yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Teh yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Teh = 132 kkal
Jumlah Kandungan Protein Teh = 19,5 gr
Jumlah Kandungan Lemak Teh = 0,7 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Teh = 67,8 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Teh = 717 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Teh = 265 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Teh = 12 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Teh = 2095 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Teh = 0,01 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Teh = 0 mg
Khasiat / Manfaat Teh : – (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : T
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.

Manfaat Kesehatan

  • Penelitian, pada teh ada kandungan antioksidan bernama katekin. Kadar katekin sangat tinggi pada daun teh segar hingga mencapai 30 persennya ketimbang dalam bentuk daun kering. Dilihat dari jenis tehnya, kandungan katekin paling banyak ditemukan pada teh hijau dan teh putih. Untuk teh hitam memiliki katekin lebih sedikit akibat banyak yang menguap akibat proses oksidasi.
  • Teh turut memberikan manfaat dalam menurunkan tingkat depresi. Dengan inum tiga gelas teh setiap hari, depresi dapat ditekan kemunculannya sampai 37 persen. Hasil ini didapat dari 11 studi di tahun 2015 yang melibatkan 23.000 peserta.
  • Penelitian menunjukkan bahwa kandungan dalam teh dapat mencegah dan sekaligus mengobati osteoporosis. Kandung yang dimaksud adalah epigallocatechin (EGC) yang dapat meningkatkan aktivitas enzim di tulang dan mendorong tumbuhnya tulang sampai 79 persen. EGC sekaligus merangsang peningkatan mineral tulang dan menjadikannya kuat.
  • Minum teh dikaitkan juga dengan kesehatan kardiovaskuler dan lainnya. Meta analisis dari 22 studi lain terkait teh menemukan bahwa minum tiga cangkir teh per hari bisa mencegah penyakit jantung koroner, pendarahan intraserebral, kanker, dan kematian mendadak.
  • Meski begitu, minum teh tidak boleh asal-asalan. Teh tidak disarankan diminum saat atau setelah makan karena bisa mengganggu serapan zat besi. Beri jeda dua jam sebelum dan setelah makan. Selain itu konsumsi teh baiknya tidak dalam keadaan kental karena memiliki sifat diuretic tinggi

Menurunkan kolesterol tinggi dan risiko penyakit jantung

  • Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa teh hijau baik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan mampu menaikkan kadar kolesterol baik. Hasil dari studi lain menyatakan bahwa polifenol dalam teh hijau kemungkinan mampu menghalangi kolesterol diserap usus sekaligus membantu menyingkirkannya.
  • Beberapa penelitian lain menyimpulkan bahwa antioksidan di dalam teh hijau memiliki kemungkinan efektif untuk mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah, khususnya pada penyakit arteri koroner.

Melawan sel kanker

  • Para peneliti mengungkapkan bahwa polifenol memiliki peran dalam membantu membunuh sel kanker dan menghentikan pertumbuhan kanker. Pada percobaan di laboratorium dan pada binatang, kandungan polifenol dalam teh hijau terbukti mampu mengurangi pertumbuhan tumor.

    Bagi kaum hawa, mengonsumsi teh hijau secara rutin kemungkinan mampu menurunkan risiko terkena kanker ovarium dan kanker endometrium. Sayangnya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut dan menyeluruh mengenai efek teh hijau pada kanker.

Mencegah diabetes

  • Teh hijau telah dijadikan pengontrol tingkat gula darah sejak dahulu kala. Penelitian yang melibatkan binatang membuktikan bahwa teh hijau kemungkinan bisa membantu mencegah sekaligus memperlambat perkembangan diabetes tipe 1. Walau demikian, diperlukan penelitian pada manusia dan yang lebih menyeluruh mengenai hal ini.

Menurunkan berat badan

  • Sebuah uji klinis memperkirakan teh hijau bermanfaat dalam membakar lemak dan meningkatkan metabolisme tubuh. Para peneliti menunjuk katekin yang dikandung teh hijau sebagai pihak yang bertanggung jawab sebagai pemilik efek membakar lemak tubuh. Namun studi tentang ini sendiri masih belum signifikan dan masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Menstabilkan tekanan darah

  • Sebuah studi menyebutkan bahwa mengonsumsi teh hijau baik untuk menaikkan level tekanan darah. Hal ini terutama bagi para lanjut usia yang memiliki masalah tekanan darah rendah setelah makan. Sayangnya, penelitian mengenai hal ini masih terbatas sehingga hasilnya belum tentu valid.

Melindungi hati

  • Teh hijau diprediksi mampu membantu melindungi hati dari kerusakan yang ditimbulkan senyawa beracun yang masuk tubuh seperti alkohol. Sementara itu, penelitian yang melibatkan tikus, menunjukkan bahwa teh hijau mampu melawan tumor hati.
  • Kadar katekin dalam teh hijau juga ditengarai mampu membantu penyembuhan penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus. Sayangnya, kadar katekin yang diperlukan sangat banyak sementara kadar dalam teh hijau belum diketahui pasti sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s