Intoleransi Laktosa dan Diare

Intoleransi laktosa dan diare merupakan dua keadaan yang hampir selalu terjadi bersamaan pada anak. Pemahaman kedua hal tersebut penting untuk mendapatkan tata laksana yang optimal. Laktosa adalah sumber karbohidrat terpenting dalam ASI dan susu formula. HamFeatured Image -- 9714pir semua laktosa yang masuk usus halus dihidrolisis (dipecah) menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim laktase yang terdapat pada mikrovili epitel usus halus. Hasil hidrolisis akan diserap dan masuk ke dalam aliran darah sebagai nutrisi. Pada diare (terutama akibat rotavirus) terjadi kerusakan mikrofili sehingga enzim laktase terganggu dan berkurang. Secara umum seorang anak (kecuali bayi di bawah usia 2 bulan) dikatakan menderita diare bila frekuensi BAB bertambah dari biasanya (>3 kali/hari) dengan konsistensi tinja cair. Data epidemiologi memperlihatkan bahwa rotavirus (60%) merupakan penyebab tersering diare akut pada anak usia di bawah 3 tahun.

Intoleransi laktosa adalah gejala klinis akibat tidak terhidrolisnya laktosa secara optimal di dalam usus halus akibat enzim laktase yang berkurang. Gejala klinis yang diperlihatkan yaitu diare profus, kembung, nyeri perut, muntah, sering flatus, merah di sekitar anus, dan tinja berbau asam.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s