Peran bakteri di dalam saluran cerna

wp-1462742784629.jpgMikroflora /bakteri saluran cerna bervariasi antara satu individu dengan individu yang lain. Pada beberapa individu, mikroflora selalu berubah, sedangkan pada individu lainnya berada dalam keadaan stabil. Mikroflora yang stabil dan seimbang merupakan petanda keadaan saluran cerna yang sehat. Berbagai laporan memperlihatkan bahwa saluran cerna yang sehat mempunyai dampak positif pada tumbuh kembang anak dan kesehatan anak pada umumnya. Sebagian besar bakteri yang masuk ke dalam saluran cerna akan dirusak oleh asam lambung, sehingga di dalam lambung hanya terdapat lebih kurang 103 bakteri per gram jaringannya.  Di dalam usus halus terdapat lebih kurang 105-6 bakteri per-gram jaringannya. Jumlah ini lebih banyak dibanding di dalam lambung tetapi lebih sedikit dibanding di dalam usus besar. Diprakirakan di dalam usus besar terdapat 1011-14 bakteri per gram jaringannya. Sebaliknya, bakteri merugikan menghasilkan toksin sehingga dapat menyebabkan keracunan. Bakteri merugikan juga tidak mampu mengubah sisa makanan yang dapat menyebabkan proses pembusukan saluran cerna.

Mikroflora di dalam saluran cerna dapat berupa (1) bakteri yang menguntungkan (misalnya Bifidobacteria, Lactobacillus, Eurobacteria), (2) bakteri yang merugikan (misalnya P. aeruginosa, Proteus, Staphylococcus, Clostridia, Veillonella.), atau (3) bakteri yang mempunyai sifat keduanya (misalnya Bacteroides, Enterococcus, E. coli, Streptococcus ).

Keberadaan bakteri tersebut di dalam saluran cerna sangat berhubungan dengan kesehatan manusia. Bakteri-bakteri tersebut selalu saling berkompetisi, sehingga komposisi mikroflora saluran cerna sangat bervariasi. Sangatlah penting mempertahankan keberadaan bakteri menguntungkan di dalam saluran cerna sehingga dapat menekan pertumbuhan bakteri merugikan.

Peran bakteri di dalam saluran cerna

Bakteri menguntungkan dapat :

  • berkompetisi dengan bakteri merugikan dengan cara menempel pada dinding saluran cerna dan selanjutnya berkembang biak.
  • menghasilkan asam yang menyebabkan lingkungan saluran cerna menjadi asam. Keadaan ini akan menghambat pertumbuhan bakteri merugikan,
  • menghasilkan zat yang mempunyai efek mematikan bakteri merugikan
  • mengaktivasi sistem kekebalan tubuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s