Inilah 2 Antioksidan Berpotensi Paling Kuat

1491331756539Antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain.Asam lemak akan terpengaruh selama proses oksidasi. Mereka juga hadir dalam darah seperti mereka hadir dalam makanan dan mengalami perubahan kimia.Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Antioksidan seperti tiol atau asam askorbat (vitamin C) mengakhiri reaksi berantai ini. Untuk menjaga keseimbangan tingkat oksidasi, tumbuhan dan hewan memiliki suatu sistem yang kompleks dari tumpangsuh antioksidan, seperti glutation dan enzim (misalnya: katalase dan superoksida dismutase) yang diproduksi secara internal atau dapat diperoleh dari asupan vitamin C, vitamin A dan vitamin E.

2 Antioksidan Berpotensi Paling Kuat

  • Astaxanthin Astaxanthin suatu xanthophylls, bermanfaat bagi kesehatan secara luas. Peran utama astaxanthin yaitu sebagai antioksidan sangat kuat.  Aktivitas antioksidan astaxanthin terbesar dibandingkan lutein, lycopene, a-carotene, b-carotene, a-tocopherol, 6-hydroxy-2,5,7,8 tetramethylchroman-2-carboxylic acid, maupun carotenoid lainnya. Aktivitas astaxanthin 10 kali lebih tinggi dibandingkan carotenoid lain, seperti zeaxanthin, lutein, canthaxantin, dan ß-carotene; 100 kali lebih tinggi dibandingkan a-tocopherol / vitamin E. Adanya bagian hydroxyl dan keto menyebabklan aktivitas antioksidan astaxanthin yang tinggi. Astaxanthin   berasal dari tanaman Haemotococcus Pluvialis.  Sumber astaxanthin terbesar berasal dari tumbuhan ganggang merah yang menyediakan sumber makanan bagi berbagai jenis kehidupan laut. Astaxanthin diketahui memiliki kekuatan antioksidan 6000x Vitamin C, dan 110x vitamin E, 54x Beta Carotene, 550x green tea catechins. Astaxanthin adalah salah satu jenis karotenoid. Karotenoid merupakan pigmen alami yang menyebabkan tanaman atau hewan memiliki warna merah atau merah muda. Pigmen ini paling umum ditemukan dalam salmon, tapi terdapat jenis alga tertentu yang memiliki kandungan astaxanthin tertinggi. Sumber alami lain untuk pigmen larut lemak ini adalah berbagai makanan laut, seperti udang serta lobster. Sebagai antioksidan, astaxanthin dipercaya memiliki berbagai manfaat. Misalnya untuk melawan efek radikal bebas, menjaga ketahanan tubuh, serta memelihara kesehatan.
  • Cosmos. caudatus  Bukti yang dilaporkan menunjukkan bahwa kenikir atau C. caudatus menunjukkan aktivitas anti-oksidan yang tinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa 100 g C. caudatus segar mengandung sekitar 2500 mg asam askorbat setara dengan kapasitas anti-oksidan (AEAC) Dibandingkan dengan buah lokal dengan indeks AEAC kurang dari 300 mg. Di antara 11 sayuran yang diuji, ekstrak etanol Pluchea indica dan C. caudatus menunjukkan aktivitas anti-oksidan tertinggi bila diukur dengan daya pereduksi sianida besi, 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) pemulungan radikal bebas, 2,2′-azino-bis- (3-ethylbenzthiazoline-6-sulfonic acid) (ABTS) -penghilangan, dan penghambatan asam linoleat. Dalam penelitian lain, Wong dkk. (2006) menilai aktivitas anti-oksidan ekstrak air dari 25 tanaman tropis dengan menggunakan pemulungan DPPH dan uji oksida mengurangi potensi anti-oksidan (FRAP). Di antara 25 tanaman, C. caudatus menunjukkan aktivitas pemulung radikal bebas DPPH tertinggi dan aktivitas pengurangan ion besi tertinggi. Hasil ini sesuai dengan penelitian terbaru oleh Reihani dan Azhar (2012), yang mengevaluasi kandungan fenolik total dan aktivitas anti-oksidan lima Ulam dengan menggunakan uji DPPH dan FRAP. Dalam penelitian ini, ekstrak air Caudatus dan Oenanthe javanica (Selom) ditemukan memiliki nilai DPPH dan FRAP tertinggi. Temuan ini semakin menunjukkan bahwa C. caudatus adalah sumber anti oksidan yang baik.

Antioksidan

Antioksidan merupakan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan oksidatif pada tubuh kita. Ketika sel tubuh mengguankan oksigen, secara natural sel-sel tersebut memproduksi radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan yang akhirnya memicu timbulnya kanker.

Antioksidan digunakan luas sebagai bahan kandungan suplemen makanan dengan harapan dapat membantu menjaga kesehatan dan mencegah penyakit-penyakit seperti kanker dan sakit jantung koroner. Walaupun kajian awal mensugestikan bahwa suplemen antioksidan mungkin dapat meningkatkan kesehatan, uji klinis lebih lanjut dalam skala besar tidak berhasil mendeteksi adanya keuntungan-keuntungan tersebut. Sebaliknya, asupan suplemen yang berlebihan malah dapat membahayakan tubuh. Selain itu, senyawa-senyawa antioksidan juga digunakan secara luas untuk keperluan industri, misalnya sebagai zat pengawet makanan dan kosmetik.

Antioksidan secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya.[2] Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Protein lipida dan DNA dari sel manusia yang sehat merupakan sumber pasangan elektron yang baik. Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya. Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat di alam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas. Antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan pangan, antara lain vitamin E, vitamin C, dan karotenoid.

Antioksidan banyak digunakan dalam suplemen makanan dan telah diteliti untuk pencegahan penyakit seperti kanker atau penyakit jantung koroner. Meskipun studi awal menunjukkan bahwa suplemen antioksidan dapat meningkatkan kesehatan, pengujian lanjutan yang lebih besar termasuk beta-karoten, vitamin A, dan vitamin E secara tunggal atau dalam kombinasi yang berbeda menunjukkan bahwa suplementasi tidak berpengaruh pada tingkat kematian. Uji klinis acak konsumsi antioksidan termasuk beta karoten, vitamin E, vitamin C dan selenium menunjukkan tidak ada pengaruh pada risiko kanker atau mengalami peningkatan risiko kanker.[8][9] Suplementasi dengan selenium atau vitamin E tidak mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Dengan contoh-contoh ini, stres oksidatif dapat dianggap sebagai penyebab atau konsekuensi dari beberapa penyakit, merangsang pengembangan obat senyawa antioksidan potensial untuk mengobati penyakit. Antioksidan memiliki banyak kegunaan industri, seperti pengawet dalam makanan dan kosmetik serta untuk mencegah degradasi karet dan bensin

Manfaat Kesehatan

Antioksidan adalah nutrisi alami yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran tertentu, dan telah terbukti dapat melindungi sel-sel manusia dari kerusakan oksidatif dan memberikan keuntungan lainnya, antara lain :

  • Menguatkan kekebalan tubuh agar tahan terhadap flu, virus, dan infeksi
  • Mengurangi risiko terhadap oksidasi kolestrol dan penyakit jantung.
  • Anti-penuaan dari sel dan keseluruhan tubuh
  • Mengurangi kejadian semua jenis kanker.
  • Mencegah terjadinya glukoma dan degenerasi makular.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s