Diet Ketogenik dan Jenis yang Direkomendasikan

Diet Ketogenik dan Jenis yang Direkomendasikan

Diet ketogenik adalah diet rendah karbohidrat, tinggi lemak yang menawarkan banyak manfaat kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis diet ini dapat membantumu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Diet ketogenik bahkan mungkin bermanfaat terhadap diabetes, kanker, epilepsi, dan penyakit alzheimer. Diet ketogenik adalah diet rendah karbohidrat, tinggi lemak. Hal ini menurunkan kadar gula darah dan insulin, dan menjauhkan metabolisme tubuh dari karbohidrat dan beralih ke lemak dan keton. Terdapat beberapa versi dari diet ketogenik. Namun, diet ketogenik standar adalah yang paling banyak diteliti dan paling direkomendasikan

Diet ketogenik (diet keto) adalah diet rendah karbohidrat, tinggi lemak yang memiliki banyak kesamaan dengan diet Atkins dan diet rendah karbohidrat. Hal ini mempengaruhi asupan karbohidrat yang harus benar-benar dikurangi, dan menggantinya dengan lemak. Pengurangan karbohidrat menyebabkan tubuhmu mengalami keadaan metabolisme yang disebut ketosis.

Ketika hal itu terjadi, tubuh menjadi sangat efisien dalam membakar lemaksebagai energi. Hal ini juga membuat lemak menjadi keton(zat dari metabolisme lemak) di dalam hati, yang dapat menyediakan energi untuk otak.

Diet ketogenik dapat menyebabkan pengurangan yang sangat besar pada kadar gula darah dan insulin. Hal ini terjadi bersamaan dengan peningkatan keton, yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Jenis-Jenis Diet Ketogenik

  1. Standard ketogenic diet (SKD) : diet ini adalah diet yang sangat rendah karbohidrat, protein sedang, dan tinggi lemak. Hal ini biasanya mengandung 75% lemak, 20% protein dan hanya 5% karbohidrat.
  2. Cyclical ketogenic diet (CKD) : diet ini melibatkan periode mengonsumsi karbohidrat tinggi, biasanya seperti 5 hari diet ketogenik diikuti 2 hari tinggi karbohidrat.
  3. Targeted ketogenic diet (TKD) : diet ini memungkinkanmu menambahkan karbohidrat pada saat melakukan diet.
  4. High-protein ketogenic diet: ini sama dengan diet ketogenik standar tapi dengan menambahkan lebih banyak protein. Rasionya adalah 60% lemak, 35% protein dan 5% karbohidrat.

Namun, hanya diet ketogenik standar dan tinggi protein yang telah dipelajari secara ekstensif. Diet ketogenik cyclical atau targeted adalah metode diet yang lebih maju, dan digunakan terutama pada binaragawan atau atlet. Informasi dalam artikel ini lebih banyak menerapkan untuk diet ketogenik standar(SKD), meskipun banyak juga prinsip yang berlaku di versi lainnya.

Manfaat Kesehatan Dari Diet Ketogenik

Diet ketogenik sebenarnya berasal sebagai pengobatan untuk mengobati penyakit neurologis, seperti epilepsi. Studi sekarang telah menunjukkan bahwa diet dapat memiliki manfaat untuk berbagai macam kondisi kesehatan yang berbeda.

  • Penyakit jantung : diet ketogenik dapat memperbaiki resiko penyebab tubuh gemuk, tingkat HDL, tekanan darah dan gula darah.
  • Kanker : diet saat ini digunakan untuk mengobati beberapa tipe kanker dan memperlambat pertumbuhan tumor.
  • Penyakit alzheimer : diet dapat mengurangi gejala alzheimer dan memperlambat perkembangan penyakit ini.
  • Epilepsi : penelitian telah menunjukkan bahwa diet ketogenik dapat menyebabkan pengurangan besar pada kejang-kejang yang dialami anak epilepsi.
  • Penyakit parkinson : sebuah studi menemukan bahwa diet membantu perkembangan gejala penyakit parkinson.
  • Sindrom ovarium polikistik : diet ketogenik dapat membantu mengurangi kadar insulin, yang mana berperan dalam sindrom ovarium polikistik.
  • Cedera otak: sebuah studi tentang binatang menemukan bahwa diet dapat mengurangi gegar otak dan membantu pemulihan setelah cedera otak.
  • Jerawat : kadar insulin yang rendah dan makanan bebas gula atau makanan olahan dapat mengurangi jerawat.

Makanan yang Harus Dihindari

Makanan yang tinggi karbohidrat harus dibatasi. Berikut ini adalah daftar makanan yang harus dikurangi atau dihilangkan pada diet ketogenik.

  • Makanan bergula : soda, jus buah, smoothie, cake, es krim, permen dan lain-lain.
  • Biji-bijian atau pati : produk berbahan gandum, nasi, pasta, sereal dan lain-lain.
  • Buah : semua buah, kecuali sedikit beri-berian seperti stroberi.
  • Kacang atau polong : kacang polong, kacang merah, lentil, buncis dan lain-lain.
  • Sayuran akar-akaran atau umbi-umbian : kentang, ubi jalar, wortel, lobak dan lain-lain.
  • Produk rendah lemak atau produk diet : karena diproses terlalu lama dan seringkali tinggi karbohidrat.
  • Beberapa bumbu atau saus: biasanya banyak mengandung gula dan lemak tak sehat.
  • Lemak tak sehat : batasi konsumsi minyak nabati olahan, mayones dan lain-lain
  • Alkohol : karena mengandung karbohidrat, banyak minuman beralkohol dapat membuatmu tak terkena ketosis.
  • Makanan diet bebas gula : hal ini sering terdapat pada gula alkohol, yang dapat memperngaruhi kadar keton pada beberapa kasus. Makanan tersebut cenderung merupakan makanan olahan tinggi.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s