Diet Rendah Karbo Lebih Cepat Turunkan Berat Badan Dibandingkan Diet Rendah Lemak

Diet Rendah Karbo Lebih Cepat Turunkan Berat Badan Dibandingkan Diet Rendah Lemak

Penelitian yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine, mengungkapkan mengurangi asupan karbohidrat lebih efektif untuk memicu penurunan berat badan.  

  • Studi yang dikemukakan oleh peneliti dari Tulane University secara acak mengajak 148 pria dan wanita obesitas tanpa risiko penyakit serius seperti jantung dan diabetes untuk mengikuti diet rendah karbohidrat atau rendah lemak. Setelah setahun, para partisipan yang mengikuti program diet rendah karbohirat kehilangan berat 3,5 kg lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang mengurangi lemak. Ditambah, massa lemak dan risiko kardivaskular yang semakin berkurang. 
  • Tapi diet rendah karbohidrat bukan berarti memangkas habis asupan karbohidrat yang Anda butuhkan. Sebab karbohidrat sangat dibutuhkan oleh tubuh. Menurut penelitian ini, para peneliti menyarankan kepada partisipan untuk mengurangi asupan karbohidrat sebanyak 40 gram dari jumlah yang biasa dimakan. Mengurangi karbohidrat pun dapat dilakukan dengan memperhatikan jumlah kandunga kalori yang terdapat pada label kemasan makanan. Jika dirasa jumlah karbohidratnya berlebih, Anda bisa menguranginya sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Selain itu cara yang lebih mudah untuk mengetahui berapa jumlah karbohidrat yang dibutuhkan adalah dengan memperhatikan sumber karbohidrat yang Anda konsumsi. ‘Kuncinya adalah hat-hati dalam memilih sumber karbohidrat,” ujar Lydia A. Bazzano, M.D., Ph.D, profesor dan nutrisionis dari Tulane University.  “Jika karbohidrat yang Anda dapatkan sumbernya dari sayur dan buah dibandingkan dengan nasi, kentang, atau gandum, maka penurunan berat badan beserta peningkatan kesehatan kardiovaskular akan didapat lebih cepat,’ jelasnya. 
  • Penelitian ini juga menunjukkan bahwa lemak pun juga bisa membantu penurunan berat badan. Tidak cuma orang yang melakukan diet rendah karbo saja yang bisa menurunkan berat badan. Keduanya dikenal sebagai cara untuk mengurangi faktor risiko penyakit jantung dan masalah tekanan darah.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s