Kandungan Gizi dan Manfaat kesehatan Lele Yang Luar Biasa

1491331756539Kandungan Gizi dan Manfaat kesehatan Lele Yang Luar Biasa

Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Gayo), ikan seungko (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia), ikan ‘keli’ untuk lele yang tidak berpatil sedangkan disebut ‘penang’ untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur).Ikan lele mengandung VItamin D yang cukup tinggi. Ikan lele hasil budi daya mengandung asam lemak omega-3 yang rendah namun memiliki asam lemak omega-6 yang tinggi.

Di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), dan 鲇形目 (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.

Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan. Walaupun biasanya lele lebih kecil daripada gurami umumnya,namun ada beberapa jenis lele yang bisa mencapai panjang 1-1,5 m dan beratnya bisa mencapai lebih dari 2 kg,contohnya lele Wels dari Amerika. Ikan lele selama ini sering dianggap aebelah mata oleh masyarakat karena dianggap tidak bergizi dibandingkan ikan laut. Ternya ikan lele juga mengandung omega 6 yang tinggi. Di seluruh dunia ikan lele didapatkan dengan cara ditangkap maupun dibudidayakan. Penilaian terhadap rasa dari daging ikan ini bervariasi, ada yang menganggapnya memiliki rasa yang luar biasa, ada yang menganggapnya tidak memiliki rasa yang kuat. Ikan lele dimasak dengan berbagai cara. Di Eropa ikan ini dimasak dengan cara yang sama dengan ikan mas namun di Amerika Serikat ikan ini dibalut dengan tepung dan digoreng. Ikan lele mengandung VItamin D yang cukup tinggi. Ikan lele hasil budi daya mengandung asam lemak omega-3 yang rendah namun memiliki asam lemak omega-6 yang tinggi.

Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam. Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan (diintroduksi) dari Afrika. Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok itu ialah maksudnya dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkannya.

Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk. Di seluruh dunia ikan lele didapatkan dengan cara ditangkap maupun dibudidayakan. Penilaian terhadap rasa dari daging ikan ini bervariasi, ada yang menganggapnya memiliki rasa yang luar biasa, ada yang menganggapnya tidak memiliki rasa yang kuat. Ikan lele dimasak dengan berbagai cara. Di Eropa ikan ini dimasak dengan cara yang sama dengan ikan mas namun di Amerika Serikat ikan ini dibalut dengan tepung dan digoreng.

Ikan lele yang banyak dipasarkan di Amerika Serikat merupakan ikan dari famili Ictaluridae. Sedangkan di Indonesia, ikan lele yang dikonsumsi paling banyak berasal dari famili Clariidae pada ordo yang sama. Lele adalah ikan budidaya air tawar yang sangat populer. Produksi budidaya meningkat tajam tiap tahun, selama lima tahun terakhir, antara lain karena luasnya pasar bagi lele. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan murah. Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat. Pengolahan yang paling populer adalah dengan digoreng, dan disajikan sebagai pecel lele. Bentuk pengolahan lain adalah dengan diberi bumbu mangut (mangut lele).

wp-1496335801672.

Lele adalah makanan berbahan dasar ikan lele yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Pecak Lele mengandung energi sebesar 372 kilokalori, protein 7,8 gram, karbohidrat 3,5 gram, lemak 36,3 gram, kalsium 289 miligram, fosfor 295 miligram, dan zat besi 5,3 miligram.  Selain itu di dalam Pecak Lele juga terkandung vitamin A sebanyak 210 IU, vitamin B1 0,12 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Pecak Lele, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Lele :

Nama Bahan Makanan : Lele
Banyaknya Pecak Lele yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Pecak Lele yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Pecak Lele = 372 kkal
Jumlah Kandungan Protein Pecak Lele = 7,8 gr
Jumlah Kandungan Lemak Pecak Lele = 36,3 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Pecak Lele = 3,5 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Pecak Lele = 289 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Pecak Lele = 295 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Pecak Lele = 5,3 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Pecak Lele = 210 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Pecak Lele = 0,12 mg

  • Ikan lele mengandung Omega 6. Omega 6 atau asam linoleat (18:2,n-6) adalah asam lemak yang banyak mempunyai peranan vital. Peranan tersebut terutama berkaitan dengan kesehatan manusia. Hubungan kesehatan dengan asam linoleat terletak pada adanya ikatan rangkap / tak jenuh ganda pada asam linoleat yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Omega 6 merupakan asam lemak tak jenuh esensial, esensial berarti harus diperoleh dari makanan karena tubuh tidak bisa membuatnya sendiri. Secara umum kebutuhan omega 6 bagi orang dewasa sehat adalah 1-3 gram/hari, jika jumlah itu tidak terpenuhi maka berpotensi terjadi gangguan metabolisme tubuh dan berbagai akibatnya. Omega 6 masuk umumnya dalam bentuk asam linoleat (LA), dalam tubuh kemudian disintesis menjadi GLA, DGLA dan AA Dari senyawa tersebut yang terpenting adalah DGLA, oleh tubuh zat tersebut disintesa menjadi prostalglandin tipe 1 (PGE1). PGE1 mempunyai fungsi pengaturan kardiaovaskuler, penurun kolesterol, anti inflamasi, vasodilator, dan membantu kerja insulin. Bila pasokan asam linoleat cukup maka otomatis tubuh tidak akan mengalami kekurangan DGLA dan PGE1 PGE2.

wp-1496334489988.

  • Menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol dalam darah yang tinggi merupakan pemicu utama terjadinya jantung koroner dan stroke, hal tersebut terutama disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat. Berbagai cara telah diusulkan untuk dapat menurunkan kolesterol dalam darah secara nyata. Omega 6 merupakan salah satu makanan yang telah terbukti dapat menurunkan kadar kolestrol dalam darah. Mensink&Katan (1992) menyatakan bahwa penggantian diet asam lemak jenuh dengan asam lemak tidak jenuh dapat menurunkan kolesterol, sementara itu Hegsted (1993) mengemukakan bahwa asam lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol, asam lemak tak jenuh ganda (omega 6) secara aktif menurunkan kadar kolesterol dan asam lemak tak jenuh tunggal tidak berpengaruh secara aktif terhadap penurunan kadar kolesterol. Lebih lanjut Hegsted mengemukakan dari percobaan klinis LDL naik 1,74 mg/dl setiap kenaikan 1% asam lemak jenuh pada diet, sedangkan omega 6 justru menurunkannya sebesar 0,74 mg/dl setiap 1% energi yang diwakilinya.
  • Mencegah dan mengobati penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner terutama terjadi bila terjadi penyempitan/penyumbatan pembuluh darah. Penyempitan tersebut terjadi bila LDL kolesterol dalam darah teroksidasi, menumpuk dan mengeras dalam pembuluh arteri. Rubin David dalam paten penemuannya no. US 4526902 mengemukakan bahwa proses penyempitan pembuluh darah dapat dikurangi dengan meningkatkan kadar PGE1, karena itu omega 6 dapat mengurangi penyempitan pembuluh darah dan fenomena jantung koroner.
  • Menurunkan tekanan darah. Hipertensi merupakan fenomena yang sangat banyak dijumpai saat ini, penyakit ini dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang sehat dan juga metabolisme yang kurang baik. Bila tidak diatasi hipertensi dapat menyebabkan stroke dan kebutaan.
  • Omega 6 diketahui dapat membantu mengatasi hipertensi, dalam jurnal American Physiology Society 27 Agustus 2002 dikemukakan bahwa minyak bunga matahari secara efektif menurunkan tekanan darah karena PGE1, turunannya mempunyai efek vasodilator. Dalam sebuah paten penemuan no. US2005002991 tahun 2005 juga disebutkan bahwa penggunaan asam linoleat atau konjugatnya dapat mencegah dan memperbaiki hipertensi.
  • Menormalkan kadar gula. Diabetes juga merupakan fenomena yang umum dijumpai saat ini. Diabetes terbagi menjadi dua tipe yaitu tipe 1, diabetes yang tergantung pada insulin (±5%) dan tipe 2, diabetes yang tidak tergantung pada insulin tetapi disebabkan oleh tidak efektifnya insulin yang dihasilkan atau terganggunya fungsi pankreas sehingga insulinnya tidak cukup ( ± 95 % diabetes merupakan tipe ini). Saat ini memang sudah sangat banyak obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah, tetapi omega 6 juga bisa berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah. Omega 6 dapat meningkatkan efektivitas insulin dan juga merangsang sekresi insulin dari pankreas sehingga bisa menurunkan kadar gula darah.
  • Mengobati reumatik. Reumatik atau osteoarthritis adalah penyakit yang terjadi karena terjadi peradangan pada persendian. Penyakit ini menyebabkan rasa sakit, menghalangi pergerakan dan bisa menyebabkan kecacatan bila tidak diatasi. Meski saat ini sudah banyak obat-batan yang diklaim mampu mengobatinya, kebanyakan hanya menghilangkan rasa sakit dan mengurangi peradangan tetapi tidak menghentikan proses kerusakan jaringan yang terjadi. Omega 6 mampu mencegah dan mengobati penyakit reumatik dan penyakit penurunan fungsi persendian lainnya. Omega 6 dapat mengurangi rasa sakit, menghentikan peradangan dan menghentikan proses kerusakan jaringan sendi. Cara kerja omega 6 adalah dengan menekan kadar senyawa yang memicu terjadinya radang dan kerusakan pada sendi ( IL-1, IL-5, TNF-a, dan PGE2)
  • Mencegah dan memperbaiki stroke. Stroke terjadi bila ada pembuluh darah dalam otak yang pecah atau tersumbat, hal itu kemudian bisa menyebabkan kerusakan jaringan otak yang bisa berakibat pada kecacatan. Saat ini stroke telah menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Stroke umumnya terjadi karena tekanan darah tinggi namun juga bisa oleh sebab lain seperti diabetes.
  • Omega 6 bisa mencegah terjadinya stroke karena bisa menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol sekaligus menormalkan kadar gula darah seperti telah disebutkan diatas. Selain itu omega 6 berpotensi dapat memperbaiki kerusakan sayaraf yang terjadi akibat stroke atau akibat penyakit seperti multipel sklerosis atau alzheimer. Omega 6 dapat memperbaiki kerusakan syaraf dan mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut.
  • Kegunaan bagi kulit, regenerasi sel dan perbaikan ketahanan/stamina Omega 6 mempunyai pengaruh yang sangat baik bagi kulit dan rambut, dalam beauty forum tahun 2003 dikemukakan bahwa kekurangan omega 6 dapat menyebabkan kulit menjadi kasar, bersisik, kuku mudah patah dan rambut yang mudah rontok. Karena itulah omega 6 juga sangat penting untuk dunia kecantikan
  • Omega 6 juga membantu mempercepat regenerasi sel, kelenturan persendian, dan transfer oksigen dalam darah. Karena itu zat ini dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan stamina yang sangat diperlukan dalam segala aktifitas. Manfaat omega 6 dalam tubuh adalah diolah menjadi berbagai zat aktif yag berguna dalam metabolisme tubuh. Dalam tubuh omega 6 diolah menjadi. Konsumsi suplemen omega 6 dari bunga matahari sangat bermanfaat, sesuai kaidah agama dan medis, serta terjangkau. Manfaat yang didapatkan jauh lebih besar dari nilai suplemen yang dibeli. Para pengguna di atas hanyalah contoh kecil dari orang-orang yang telah kembali sehat dengan produk bunga matahari, masih banyak sekali yang belum tercantum disini

Referensi

  • Genus “Clarias” pada FishBase. Eds. Ranier Froese and Daniel Pauly. Aug 2007 version.
  • Lim, Kelvin K. P.; Ng, H. H. (1999). “Clarias batu, a New Species of Catfish (Teleostei: Clariidae) from Pulau Tioman, Peninsular Malaysia” (PDF). The Raffles Bulletin of Zoology (6): 157–167.
  • Ng, Heok Hee (2003). “Clarias insolitus, a new species of clariid catfish (Teleostei: Siluriformes) from southern Borneo” (PDF). Zootaxa 284: 1–8.
  • Sudarto; Teugels, Guy G.; Pouyaud, Laurent (2004). “Description of a New Clariid Catfish, Clarias pseudonieuhofii from West Borneo (Siluriformes: Clariidae)” (PDF). Zoological Studies 43 (1): 8–19.
  • Jenny Baker (1988), Simply Fish p 36-37. Faver & Faber, London.
    “Vitamin D and Healthy Bones”. New York State Department of Health. Diakses tanggal 13 July 2007
  • Fatty Fish Not Equal in Good Fats. Reuters. Source: Journal of the American Dietetic Association, July 2008
  • “United States Code, Title 21,343. Misbranded food”
  • Sudarto. Systematic revision and phylogenetic relationships among populations of Clariid species in Southeast Asia. Ringkasan tesis pada Program Studi Biologi, Program Pascasarjana, Fakultas MIPA Univ. Indonesia
  • Ferraris, Carl J., Jr. (2007). “Checklist of catfishes, recent and fossil (Osteichthyes: Siluriformes), and catalogue of siluriform primary types” (PDF). Zootaxa 1418: 1–628.
  • Ng, Heok Hee (1999). “Two new species of catfishes of the genus Clarias, from Borneo (Teleostei: Clariidae)” (PDF). The Raffles Bulletin of Zoology 47 (1): 17–32.
  • Teugels, Guy G.; Sudarto; Pouyaud, Laurent (2001). “Description of a New Clarias Species from Southeast Asia Based on Morphological and Genetical Evidence (Siluriformes, Clariidae)” (PDF). 25 (1): 81–92.
  • Sudarto; Teugels, Guy G.; Pouyaud, Laurent (2003). “Description of two new Clarias species from Borneo (Siluriformes, Clariidae)” (HTML). 27 (2): 153–161.
  • Ng, Heok Hee (2001). “Clarias microstomus, a New Species of Clariid Catfish from Eastern Borneo (Teleostei: Siluriformes)” (PDF). Zoological Studies 40 (2): 158–162.
  • Ng, Heok Hee (2003). “Clarias nigricans, a New Species of Clariid Catfish (Teleostei: Siluriformes) from Eastern Borneo” (PDF). The Raffles Bulletin of Zoology 51 (2): 393–398.
  • Ng, Heok Hee (2004). “Clarias sulcatus, a new walking catfish (Teleostei: Clariidae) from Pulau Redang”. Ichthyological Exploration of Freshwaters 15: 289–294.

1491331830260

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s