Manfaat Pare Bagi Kesehatan Manusia

Momordica charantia (MC), anggota keluarga Cucurbitaceae, juga dikenal sebagai pare, pare, balsam pear, pare, atau karela. Pare adalah sayuran yang banyak ditanam dan dikonsumsi di Asia, Afrika Timur, India, dan Amerika Selatan. Potensi MC untuk memodulasi glukosa darah telah mendapat perhatian paling besar dari para peneliti yang mencari makanan atau senyawa alami yang mungkin berguna dalam pengobatan diabetes. Bagian tanaman yang berbeda telah terbukti memiliki sifat hipoglikemik pada model hewan, uji berbasis sel, dan sejumlah uji klinis. MC dapat menurunkan glukosa darah pada hewan normal, pada hewan yang diberi diet tinggi lemak, dan pada streptozotocin (STZ) -, model hewan diabetes yang diinduksi secara aloksan dan genetik. Selain penelitian pada hewan dan manusia, penelitian in vitro telah terbukti cukup berguna dalam menentukan komponen MC yang bertanggung jawab atas efek hipoglikemiknya. Studi berbasis sel ini telah memungkinkan untuk menjelaskan mekanisme kerja MC pada hati, serta pada jaringan perifer. Mekanisme aksi MC lainnya yang diusulkan adalah melalui efek langsungnya pada? sel pankreas dan penyerapan glukosa makanan dan asam amino di usus. MC memiliki efek stimulasi pada sekresi insulin, tetapi bukan sekresi glukagon, melalui aksi langsungnya pada? sel pankreas. Ekstrak air buah MC ditemukan menjadi stimulator pelepasan insulin yang kuat dari pulau pankreas yang kaya sel-sel yang diperoleh dari tikus hiperglikemik obesitas.

Tubuh yang sehat dan kuat biasanya tumbuh dan berkembang dengan proposional dan kekebalan tubuh yang optimal. Untuk mencapai kondisi tubuh yang ideal tersebut banyak faktor yang berpengaruh termasuk salah satunya pemenuhan makanan yang baik dan benar. Untuk itu kita harus bisa memahamai jenis dan jumlah makanan yang bernilai gizi tinggi dan bermanfaat tertentu bagi kesehatan, Salah satutunya manfaat dan nilai gizi sayur dan buah khususnya pare. Peria atau pare adalah tumbuhan merambat yang berasal dari wilayah Asia Tropis, terutama daerah India bagian barat, yaitu Assam dan Burma. Anggota suku labu-labuan atau Cucurbitaceae ini biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan pengobatan. Nama Momordica yang melekat pada nama binomialnya berarti “gigitan” yang menunjukkan pemerian tepi daunnya yang bergerigi menyerupai bekas gigitan. Sejak zaman purba peria digunakan untuk merawat penderita kencing manis karena terbukti berkhasiat hipoglikemik melalui insulin nabati yang mengurangi kandungan gula dalam darah dan air kencing.

Peria adalah sejenis tumbuhan merambat dengan buah yang panjang dan runcing pada ujungnya serta permukaan bergerigi. Peria tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah telantar, tegalan, dibudidayakan, atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan di pagar. Tanaman ini tumbuh merambat atau memanjat dengan sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak serta batangnya berusuk isma. Daun tunggal, bertangkai dan letaknya berseling, berbentuk bulat panjang, dengan panjang 3,5 – 8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkalnya berbentuk jantung, serta warnanya hijau tua. Bunga merupakan bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, mahkotanya berwarna kuning. Buahnya bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8–30 cm, rasanya pahit, warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan tiga daun buah

BACA:   Cara Pembuatan 10 Nasi Tim Paling Bergizi dan Paling Lezat Untuk Bayi

Kandungan Gizi Buah Pare

Jenis Nutrisi / Gizi Kandungan gizi per v100 gram AKG%
Kalori (Energi) 19kcal (79kJ)
Karbohidrat 4,32g
Air 93,95g
Protein 0,84g
Gula 1,95g
Serat 2,0g
Lemak 0,18g
Vitamin A 6µg 1%
Vitamin C 33mg 55%
Vitamin D
Vitamin E 0,14mg 1%
Vitamin K 4,8µg 5%
Vitamin B1 (Thiamine) 0,051mg 4%
Vitamin B2 (Riboflavin) 0,053mg 4%
Vitamin B3 (Niacin) 0,280mg 2%
Vitamin B5 (Pantothenic acid) 0,193mg 4%
Vitamin B6 0,041mg 3%
Vitamin B9 (Folat) 51µg 13%
Kalsium 9mg 1%
Zat Besi 0,38mg 3%
Magnesium 16mg 5%
Manganese 0,086mg 4%
Fosfor 36mg 5%
Potassium (Kalium) 319mg 7%
Sodium 6mg 0%
Seng (Zinc) 0,77mg 8%

 

Manfaat Pare Bagi Kesehatan Manusia

loading...
  • Sayuran pare sangat rendah kalori, dengan hanya menyediakan 17 kalori per 100g. Namun demikian, tidak hanya itu pare juga mengandung fitonutrien, serat, mineral, vitamin dan anti oksidan.

Manfaat bagi kesehatan tubuh :

  • Di negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea, dan Cina, peria dimanfaatkan untuk pengobatan, antara lain sebagai obat gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah, bahkan telah diekstrak dan dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal/jamu. Buahnya mengandung albuminoid, karbohidrat, dan pigmen. Daunnya mengandung momordisina, momordina, carantina, resin, dan minyak. Sementara itu, akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat, sedangkan bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial. Peria juga dapat merangsang nafsu makan,menyembuhkan penyakit kuning,memperlancar pencernaan, dan sebagai obat malaria. Selain itu, peria juga mengandung beta-karotena dua kali lebih besar daripada brokoli sehingga berpotensi mampu mencegah timbulnya penyakit kanker dan mengurangi risiko terkena serangan jantung ataupun infeksi virus. Daun peria juga bermanfaat untuk menyembuhkan mencret pada bayi, membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan, menurunkan demam, mengeluarkan cacing kremi, serta dapat menyembuhkan batuk.
  • Phyto Nutrien
    • Pare mengandung phyto terutama polipeptida-P yaitu insulin tanaman yang dikenal untuk menurunkan kadar gula darah. Selain itu, agen hipoglikemik yang disebut charantin meningkatkan penyerapan glukosa dan glikogen sintesis dalam sel-sel hati, otot dan jaringan adiposa. Bersama-sama, senyawa ini pare telah dianggap bertanggung jawab atas penurunan kadar gula darah dalam pengobatan diabetes tipe-2.
    • Penelitian mengenai khasiat hipoglikemik ini dilakukan oleh William D.Torres pada tahun 2004 baik secara in vitro maupun in vivo.Efek peria dalam menurunkan gula darah pada hewan percobaan bekerja dengan mencegah usus menyerap gula yang dimakan. Selain itu diduga peria memiliki komponen yang menyerupai sulfonylurea, yakni obat antidiabetes paling tua. Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pankreas tubuh memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan deposit cadangan gula glikogen di hati. Momordisin, sejenis glukosida yang terkandung dalam peria juga mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu pankreas menghasilkan insulin. Efek peria dalam menurunkan gula darah pada kelinci diperkirakan juga serupa dengan mekanisme insulin.
    • Penemuan peria sebagai antidiabetes ini diperkuat oleh hasil penelitian ahli obat berkebangsaan Inggris, A.Raman dan C.lau pada tahun 1996 yang menyatakan bahwa sari dan serbuk kering buah peria menyebabkan pengurangan kadar glukosa dalam darahdan meningkatkan toleransi glukosa. Dalam ramuan tradisional, buah peria ditumbuk hingga menghasilkan cairan pahit atau merebus daun serta buahnya sehingga menghasilkan air yang dapat diminum secara langsung. Sebagai obat diabetes, buah peria dapat disajikan sebagai teh karena terbukti tidak memiliki efek samping terhadap sistem pencernaan sehingga tepat dikonsumsi oleh penderita yang mengalami konstipasi.
  • Folat – Pare segar merupakan sumber folat yang sangat baik sekitar 72 mg / 100 g (18% dari RDA). Folat, ketika dikonsumsi oleh ibu selama waktu awal kehamilan akan membantu mengurangi timbulnya cacat tabung saraf pada bayi yang baru lahir.
  • Vitamin C – Pare segar merupakan sumber yang sangat baik dari vitamin C (100 g pare mentah menyediakan 84 mg atau sekitar 140% dari RDI).Manfaat vitamin C merupakan salah satu antioksidan alami yang kuat dan membantu mengikat radikal bebas yang merusak tubuh manusia.
  • Flavanoid – Flavanoid adalah sumber yang sangat baik bagi kesehatan. Manfaat flavonoid seperti ß-karoten, α-karoten, lutein, dan zeaxanthin. Selain itu juga berisi sejumlah vitamin A. Senyawa-senyawa ini membantu bertindak melindungi terhadap radikal oksigen yang diturunkan bebas dan spesies oksigen reaktif (ROS) yang berperan dalam penuaan, kanker dan berbagai penyakit.
  • Vitamin B Kompleks – Selain itu, itu pare merupakan sumber moderat vitamin B kompleks seperti niasin (vitamin B-3), asam pantotenat (vitamin B-5), piridoksin (vitamin B-6) dan mineral seperti zat besi, seng, kalium, mangan dan magnesium.
  • Serat – Pare dapat merangsang pencernaan yang mudah dan gerakan peristaltik pada makanan melalui usus sampai diekskresikan dalam tubuh. Dengan demikian, hal ini akan membantu dalam mengurangi gangguan pencernaan dan masalah sembelit.
BACA:   Menentukan Kebutuhan Nutrisi Anak Balita

sumber: wikipedai dan berbagai sumber lainnya 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *