Kelezatan dan Kandungan Gizi Terasi, Waspadai Bahayanya

Kelezatan dan Kandungan Gizi Terasi, Waspadai Bahayanya


Makanan khas Indonesia pada umumnya akan menjadi lebih nikmat saat ditambahkan bahan terasi. Produk terasi yang menjadikan udang sebagai bahan baku utama. Anda tentu tahu bahwa udang merupakan salah satu makanan laut yang kaya nutrisi. Udang merupakan sumber protein, serta vitamin D dan B. Udang juga makanan yang mengandung sedikit lemak jenuh. Tetapi dibalik kandungan gizi terasi ternyata ada bahaya yang menguntai kesehatan. Dalam proses pembuatannya, terasi juga terkadang ditambahkan bahan pewarna agar tampilannya menjadi lebih menarik. Hanya saja, tidak semua pewarna tersebut berasal dari bahan alami. Beberapa waktu lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa produk terasi dan bahan pewarna merah dari sebuah pabrik terasi di Bandung.

Kandungan Gizi

Terasi adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Terasi mengandung energi sebesar 155 kilokalori, protein 22,3 gram, karbohidrat 9,9 gram, lemak 2,9 gram, kalsium 3812 miligram, fosfor 726 miligram, dan zat besi 0 miligram.  Selain itu di dalam Terasi juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,24 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Terasi, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Terasi :

Banyaknya Terasi yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Terasi yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Terasi = 155 kkal
Jumlah Kandungan Protein Terasi = 22,3 gr
Jumlah Kandungan Lemak Terasi = 2,9 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Terasi = 9,9 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Terasi = 3812 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Terasi = 726 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Terasi = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Terasi = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Terasi = 0,24 mg

Waspadai bahayanya

BACA:   Gangguan Saluran Cerna Penyebab Tersering Anak Sulit Makan dan Kurus

Berdasarkan hasil tes, produk terasi dan bahan pewarna merah yang digunakan positif mengandung Rhodamin-B. menurut situs resmi BPOM, Rhodamin-B merupakan zat warna golongan xanthenes dyes yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, atau dengan kata lain Rhodamin-B merupakan pewarna kain dan kertas. Masih dari sumber yang sama, Rhodamin-B termasuk bahan yang berbahaya bagi kesehatan. BPOM juga mendapati kondisi ruangan produksi terasi pada pabrik tersebut sangat kotor dan bau. BPOM juga menemukan bahan baku terasi yang terdiri dari ikan asin, terasi putih, rebon, tepung ikan, garam dan pewarna merah, dan peralatan produksi. Sehingga tidak ada salahnya untuk memastikan bahwa produk terasi tersebut aman dan sudah memiliki ijin dari BPOM.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *