Tips dan Cara Berhenti Menyusui Anak Balita

Tips dan Cara Berhenti Menyusui Anak Balita

Kesulitan paling sering dialami ibu adalah pada saat bayi telah menjadi anak balita untukmmelakukan penyapihan bayinya. Kemungkinan ia bahkan telah gagal mencoba untuk melakukannya lebih dari sekali. Dalam kebanyakan kasus, tidak mudah untuk menyapih bayi dari payudara dan menyapih anak balita sudah pasti merupakan proses yang lebih sulit. Namun demikian, Anda dapat menyapih anak balita Anda dengan mengikuti beberapa langkah sederhana, dengan sejumlah usaha dan ketekunan.

Membuat Rencana yang Tepat

  • Tentukan pengganti kegiatan menyusui. Ketika Anda siap berhenti menyusui, Anda memerlukan pengganti yang tepat yang cukup bernutrisi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Carilah informasi dari dokter anak tentang makanan yang akan memudahkan transisi bayi dari menyusui menjadi minum susu botol atau cangkir. Pilihan-pilihan ini adalah dua dari berbagai pilihan yang tersedia untuk para ibu yang ingin berhenti menyusui:
  • Lanjutkan memberikan ASI yang telah dipompa. Hanya karena tidak lagi menyusui, 0bukan berarti Anda harus berhenti memberi ASI. Ini adalah pilihan yang bagus untuk para ibu yang tidak bisa menyusui bayinya namun belum ingin berhenti memberikan ASI.
  • Gantilah ASI dengan susu formula. Tanyakan pada dokter Anda tentang susu formula yang telah diperkaya vitamin yang tepat untuk bayi Anda.
    Gantilah ASI dengan makanan padat dan susu sapi. Jika bayi berusia 4-6 bulan, ia mungkin siap mengonsumsi makanan padat dengan ASI atau susu formula. Bayi berusia 1 tahun ke atas mungkin juga bisa diberi susu sapi.
  • Tentukan kapan akan menyapih bayi dari minum susu botol. Pada beberapa kasus, berhenti menyusui juga merupakan saat yang baik untuk menyapih bayi dari minum susu dengan botol lau beralih ke cangkir.
  • Pertimbangkan langkah-langkah berikut:
  1. Bayi memerlukan nutrisi cairan dalam bentuk ASI atau susu formula selama tahun pertama, namun mereka bisa mulai minum dari cangkir mulai usia 4 bulan.
  2. Bayi yang minum dari botol setelah berusia 1 tahun bisa mengalami kerusakan gigi dan masalah gigi lainnya

Melakukan Transisi

  • Gantilah pemberian makanan pada siang hari. Untuk menyapih bayi secara bertahap, pilihlah pemberian makanan yang dilakukan pada jam-jam sibuk di siang hari dan gantilah dengan kegiatan menyusui dengan kegiatan lain pilihan Anda. Masukkan ASI yang telah dipompa atau susu formula ke dalam botol atau cangkir untuk memberi makan bayi.
  • Lakukan pemberian makanan pada bayi di ruangan yang baru di dalam rumah. Menyapih bayi merupakan transisi fisik dan psikologis. Melakukannya di ruangan yang baru dapat membantu bayi mengurangi asosiasinya terhadap atmosfer makanan tertentu.
  • Berikan kenyamanan dan pelukan ekstra selama memberi makan untuk membantu transisi tersebut berjalan lebih lancar.
  • Gantilah kegiatan memberi makan setiap beberapa hari sekali. Karena bayi tumbuh untuk terbiasa dengan gaya makan yang baru, gantilah kegiatan pemberian makanan setiap dua atau tiga hari sekali. Jangan melakukan proses ini secara terburu-buru karena bayi bisa menjadi bingung dan rencana untuk menyapih bayi bisa gagal.
  • Barikan ASI atau susu formula di dalam cangkir atau botol pada bayi, bahkan meskipun Anda tidak berencana menggantinya secara penuh. Membiasakan bayi dengan alat makan alternatif adalah langkah transisi yang penting.
  • Persingkat sesi menyusui yang masih Anda lakukan. Lanjutkan mengganti dan mempersingkat masa menyusui selama beberapa minggu hingga bayi hampir bisa beralih dari minum susu botol menjadi minum susu cangkir, tergantung yang mana yang Anda pilih.
  • Bantulah bayi agar terbiasa untuk melakukan aktivitas tanpa menyusu. Misalnya, banyak bayi yang menyusu sebelum tidur. Mulailah meletakkan bayi di tempat tidur tanpa menyusuinya sehingga ia akan mampu tidur tanpa aktivitas ini.
    Mengganti kegiatan menyusui dengan ritual lain juga bisa membantu. Misalnya, pertimbangkan untuk membacakan cerita, bermain permainan, atau menimangnya di kursi goyang sebelum bayi tidur.
    Jangan ganti kegiatan menyusui dengan benda, misalnya boneka atau dot bayi. Benda-benda ini akan membuat proses penyapihan menjadi lebih sulit untuk bayi.
  • Berikan kenyamanan ekstra sebagai kompensasi agar bayi berhenti menyusui. Bayi memerlukan kontak dengan kulit yang mereka dapatkan saat sedang menyusu seperti halnya mereka butuh makanan. Memberikan pelukan ekstra selama proses penyapihan adalah langkah yang penting. [5]

Menangani Komplikasi

  • Lakukan terus penyapihan. Penyapihan adalah proses yang berbeda-beda bagi setiap bayi. Mungkin butuh waktu beberapa bulan sebelum bayi mampu minum susu dari cangkir atau botol tanpa mengeluh. Sementara itu, jangan menyerah; tetap lakukan rutinitas yang telah Anda rencanakan dan lanjutkan mengganti makanan secara bertahap selama waktu yang diperlukan.
  • Ketahuilah bahwa bayi Anda memerlukan kenyamanan ekstra ketika ia sakit. Kembali menyusui selama masa-masa seperti ini adalah hal yang boleh dilakukan.
    Membiasakan bayi menghabiskan waktu bersama ayah, kakak, atau saudara bisa membantu. Karena hubungan bayi dengan orang lain berkembang, ia tidak akan menjadi tergantung menyusu dengan Anda sebagai satu-satunya sumber kenyamanan.
  • Ketahui kapan saat membawa bayi ke dokter. Kadang-kadang transisi dari menyusui berakibat pada komplikasi medis. Jika Anda tidak yakin penyapihan adalah pilihan paling sehat untuk anak Anda, maka langkah paling baik adalah menghubungi dokter.
  • Carilah masalah-masalah berikut yang biasa terjadi selama penyapihan:
  1. Bayi menolak makan makanan padat meskipun ia berusia lebih dari 6-8 bulan.[6]
  2. Bayi mengalami gigi berlubang.
  3. Bayi hanya fokus pada Anda dan menyusu, dan tampaknya tidak tertarik dengan orang lain atau aktivitas lain.
  • Jangan lupa untuk memudahkan transisi tubuh Anda sendiri. Karena bayi menyusu lebih sedikit, payudara Anda akan mulai memproduksi ASI lebih sedikit. Namun, adakalanya payudara menjadi bengkak atau mengalami radang.
  • Cobalah teknik-teknik berikut ini agar Anda lebih nyaman:
  1. Peras ASI dalam jumlah sangat sedikit dengan pompa atau secara manual saat tidak menyusui bayi. Jangan kosongkan payudara karena hal ini akan memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi ASI lebih banyak.
  2. Bubuhkan kompres dingin pada payudara 3-4 kali per hari, sekitar 15-20 menit tiap pengompresan, jika Anda memerlukan pereda tambahan. Cara ini membantu meredakan peradangan dan mengencangkan membran yang memproduksi ASI.

Mendidik Diri Anda Sendiri

  1. Mulailah dengan mempelajari apa yang akan dihadapi saat penyapihan berlangsung. Anda akan lebih siap untuk menangani setiap hambatan yang kemungkinan akan muncul jika Anda tidak terkejut dengan hal-hal yang berpotensi dapat menyertai proses penyapihan.
  2. Pelajari apa yang akan dihadapi tubuh Anda selama proses penyapihan. Perubahan-perubahan alami akan terjadi dan pemahaman yang baik atas hal-hal tersebut akan membantu Anda untuk memahaminya saat hal tersebut terjadi, sebagai suatu reaksi normal terhadap penghentian menyusui.
  3. Pahamilah bahwa pergeseran emosi sangat mungkin akan terjadi. Perubahan-perubahan hormon tidak hanya akan muncul sebagai gejala fisik, namun seringkali mempengaruhi emosi dan suasana hati juga. Perkirakan untuk menghadapi sedikit gejolak emosi saat tubuh Anda menyesuaikan diri dengan perubahan.
  4. Ketahuilah bahwa bayi Anda juga akan terpengaruh oleh proses penyapihan .Ini bisa jadi sangat sulit untuk ditangani oleh anak balita Anda pada saat penyapihan. Pahamilah bahwa bayi Anda akan melalui sebuah transisi yang dipaksakan, yang tidak dimengerti olehnya.
  5. Biarkan anak Anda yang “memainkan pertunjukannya”. Untuk menghindari respons yang rewel atau ledakan amarah anak Anda, yang terbaik adalah untuk membiarkan mereka untuk memutuskan kapan harus berhenti. Kemungkinan dibutuhkan bantuan untuk melepaskan mereka dari kebiasaannya, namun kenalilah kesediaan mereka untuk berhenti, jika mereka yang pertama-tama memutuskannya. Anda akan melihat payudara Anda masih membesar karena susu, setelah mereka “selesai” menyusu pada Anda.

Menyapih Secara Perlahan

  1. Mulailah penyapihan dengan cara perlahan serta diperhitungkan. Penghentian yang perlahan dan bertahap akan lebih baik bagi kedua bayi dan ibu. Penghentian secara tiba-tiba semua sesi menyusui dapat menyebabkan hal yang traumatis bagi tubuh bayi dan ibu dan bahkan dapat membuat ibu lebih rentan untuk mendapatkan saluran payudaranya tersumbat, peradangan atau infeksi payudara Mastitis yang menyakitkan.
  2. Secara bertahap kurangi sesi menyusui selama berjalannya waktu. Jika bayi Anda telah terbiasa dengan sesi menyusui setelah makan siang setiap harinya, hentikan semua sesi setelah makan siang selama satu minggu. Minggu berikutnya, hapus sesi sore hari atau sesi lainnya yang ada secara rutin. Sekarang, dua sesi makan rutin telah dihilangkan dari bayi Anda. Terus kurangi semua sesi menyusui hingga Anda secara efektif telah menyapih bayi Anda secara keseluruhan.

Hindari Hal-Hal Pemicu

  1. Hentikan kemungkinan bayi Anda untuk dapat melihat payudara secara langsung. Jangan memakai atau membuka pakaian di depan bayi Anda. Hindari mandi bersama bayi Anda. Jika bayi Anda melihat payudara Anda, dia akan teringat apa yang pernah ditawarkan dan kemungkinan akan melakukan upaya untuk kembali menyusu.
  2. Gendong bayi Anda dengan cara yang berbeda. Tahan diri Anda dari menggendong bayi Anda dalam posisi yang umumnya digunakan untuk menyusuinya. Posisi yang berbeda dapat berguna untuk mengalihkan perhatian bayi Anda dari keinginannya untuk menyusu.
  3. Jauhi hal-hal lingkungan yang memicu. Hindari duduk di kursi yang biasa Anda gunakan untuk menyusui bayi Anda dan hindari bayi Anda berada di dalam ruangan yang sebelumnya secara rutin digunakan untuk menyusui. Alihkan sebanyak mungkin rutinitas Anda yang dapat memicu bayi Anda dari menginginkan sesi menyusui.

Gunakan Taktik Pengalihan Perhatian

  1. Alihkan perhatian Bayi Anda. Perhatian Bayi mudah dialihkan. Melangkahlah ke luar dengan bayi Anda dan berjalan-jalanlah. Nyanyikan lagu favorit atau coba gunakan makanan sebagai sebuah pengalih perhatian. Berkreasilah dan lakukan apa pun untuk mengubah fokusnya.
  2. Buatlah Bayi Anda sibuk. Seorang bayi yang sibuk akan cenderung untuk berhenti berpikir tentang hal apa yang bisa dia lakukan untuk dapat menyusui. Dengan bertambahnya usia anak, mereka secara alami akan ingin menghindari tidur siang. Mereka lebih memilih untuk terus menjelajahi dunia megah yang penuh dengan keajaiban di sekitar mereka hingga mereka tertidur atau menjadi begitu sedemikian rewelnya hingga pada akhirnya mereka tertidur.
  3. Temukan cara-cara alternatif agar bayi Anda tertidur. Naik mobil atau berjalan-jalan dengan kereta dapat berfungsi dengan baik untuk menggantikan kegiatan menyusui untuk tidur. Bahkan saat-saat mengantuk dengan ayah di tempat tidur gantung juga dapat membuat triknya bekerja.

Gunakan Pengganti

  1. Gantikan sesi menyusui dengan segelas sesuatu yang menawarkan kelezatan. Perlu diingat bahwa sehat masih tetap dapat terasa lezat, jadi hindari pengganti yang tidak sehat. Ingatlah bahwa bayi Anda menerima nutrisi dan kekebalan dari ASI dan penyapihan membutuhkan tambahan nutrisi untuk menjaga bayi Anda tetap sehat.
  2. Tukarkan payudara dengan sebuah botol. Seringkali, bayi yang diberi ASI menolak untuk minum dari botol. Tawarkan botol pada waktu-waktu selain waktu tidur siang. Bayi Anda terbiasa tertidur di dalam pelukan ibunya sambil mengisap payudara dan ia tidak akan menerima penggantian ibu dan payudara dengan sebuah botol. Sebaliknya, tawarkan botol saat bayi Anda sedang sibuk, seperti saat dia pergi berjalan-jalan di dalam kereta. Hal ini akan memungkinkan bayi Anda untuk menyesuaikan diri dengan botol tanpa memberikan banyak pikiran padanya atau mengharapkan ibu untuk berpelukan dengannya.
  3. Gunakan makanan padat sebagai pengganti ASI. Seorang bayi dengan perut yang penuh akan cenderung berkurang keinginannya untuk menyusu. Jagalah agar pengganti makanan tetap berada di sisi yang sehat dan tahan diri Anda dari menyuapinya dengan makanan yang tidak sehat.
  4. Tawarkan makanan ringan yang sehat untuk bayi Anda. Makanan ringan yang lezat adalah sebuah pengalih perhatian bagi bayi Anda dan dia mungkin akan dengan mudah bisa melupakan keinginannya untuk menyusu saat itu, jika dia melihat makanan favoritnya dikeluarkan dari lemari.
  5. PerhatikanPerkenalkan makanan kepada bayi. Untuk memahami makanan sebagai sumber nutrisi utama, Anda harus memulainya dengan perlahan. Sistem pencernaan bayi masih berkembang dan ia memerlukan ASI atau susu formula hingga usia 12 bulan. Mulailah pada usia 4 bulan dengan sereal bayi dan berlanjut ke makanan padat. Ketika pertama kali memperkenalkan makanan kepada bayi yang disusui secara eksklusif, keluarkan ASI dan campurkan dengan sereal bayi yang terbuat dari satu jenis biji-bijian (single-grain baby cereal). Hal ini akan membuat makanan tersebut lebih membangkitkan selera dan lebih mudah dikunyah bayi. Makanan harus diperkenalkan kepada bayi saat berusia sekitar 6 bulan. Antara usia 4-8 bulan, Anda bisa memperkenalkan pure buah, sayuran, dan daging. Pada usia 9-12 bulan, Anda bisa menawarkan makanan berukuran kecil yang tidak dihaluskan seperti nasi, biskuit khusus untuk anak yang baru tumbuh gigi (teething biscuit), dan daging cincang.

tanda-tanda menyapih pada bayi. Bayi kemungkinan akan memperlihatkan tanda saat ia siap disapih, seperti ketertarikan terhadap makanan padat dan hilangnya minat untuk menyusu. Namun, bayi tidak boleh dilepaskan sepenuhnya dari ASI atau susu formula hingga berusia setidaknya 12 bulan dan juga tidak boleh minum susu sapi hingga mencapai usia ini.

  • Anda dapat mengikuti filosofi menyapih dengan membimbing bayi, yang berarti membiarkan bayi untuk makan makanan padat kapan saja ia mulai menjangkau makanan. [3] Bayi secara bertahap akan makan lebih banyak makanan daripada ASI dalam beberapa bulan ke depan.
  • Ikutilah intuisi dengan melihat kesiapan bayi untuk menyapih. Ingat, Anda adalah ibunya dan tak seorang pun mengetahui bayi Anda lebih baik daripada Anda. Dengarkan bayi Anda.
  • Ingat, setiap bayi berbeda. Setiap ibu juga berbeda. Belajarlah dari pengalaman orang lain namun jangan menganggapnya sebagai kebenaran jika Anda merasa berbeda. Pengalaman Anda adalah panduan terbaik Anda.
  • Pada usia 5-6 bulan, bayi memerlukan makanan lain meskipun belum memiliki gigi. Anda bisa mengetahui anak siap mengunyah makanan jika ia semakin rewel, mampu duduk tanpa dibantu, tertarik melihat Anda makan, dan melakukan gerakan mengunyah

Mulailah menghentikan pemberian ASI. Jika bayi menyusu setiap 3 jam sekali, pada usia 9 bulan Anda bisa mulai menyusui setiap 4-5 jam.  Atau Anda bisa melewatkan pemberian ASI setidaknya pada waktu yang disukainya (atau pada waktu yang paling sulit) dan perhatikan apakah bayi menyadarinya. Jika tidak, lewatkan terus waktu tersebut

  • Beberapa hari atau minggu kemudian, lewatkan waktu menyusui yang lain dan perhatikan apakah bayi menyadarinya. Jika bayi terus beradaptasi dengan waktu pemberian ASI yang dihilangkan, Anda bisa melanjutkan perkembangan ini hingga pemberian ASI terakhir.
  • Anda perlu terus melakukan pemberian ASI di pagi dan malam hari secara maksimal. Karena satu hal, Anda memiliki banyak ASI di pagi hari setelah semalaman tidak menyusui, jadi terus memberi ASI akan mencegah nyeri pada payudara. Pemberian ASI di malam hari kemungkinan merupakan bagian dari rutinitas malam hari yang nyaman, juga sebagai cara untuk membantu bayi agar merasa kenyang dan tidur lebih baik. Pemberian ASI di malam hari biasanya adalah hal terakhir yang harus dilakukan
  • Hentikan pemberian ASI pada malam hari dengan meminta pasangan Anda atau orang lain untuk menenangkan bayi.

Gantilah ASI dengan susu formula. Jika mencoba menyapih sebelum bayi berusia 12 bulan, Anda perlu mengganti ASI dengan susu formula. Mengganti ASI dengan susu formula untuk satu sesi pemberian ASI selama beberapa minggu nantinya akan menghentikan kegiatan menyusui bagi Anda dan bayi. 

  • Lakukan eksperimen mengganti payudara dengan botol. Jika biasanya Anda memberikan payudara kepada bayi ketika haus, coba tawarkan botol terlebih dahulu dan perhatikan apa yang terjadi.
  • Sebagai alternatif, jika Anda menyusui bayi agar tidur, ketika ia mulai tertidur, lepaskan puting payudara dan masukkan dot botol. Hal ini bisa membantu bayi agar terbiasa dengan rasa dan dot botol tanpa menyadarinya.
  • Jika bayi tidak mau minum dari botol, cobalah hal lain, seperti meminta orang lain (seperti ayahnya) untuk mencoba menawarkan botol ketika bayi lelah, atau gunakan cangkir sedot.
  • Jika bayi berusia di atas 12 bulan, Anda bisa mengganti ASI dengan susu sapi utuh.

Kurangi sesi pemompaan ASI secara bertahap. Jika sering atau secara eksklusif memompa ASI, Anda perlu berhenti memompa dan meluangkan waktu untuk melakukannya. Prinsip yang sama dalam penghentian kegiatan menyusui dari payudara diterapkan di sini: kurangi jumlah sesi pemompaan per hari. Langkah pertama adalah mengurangi hingga dua kali pemompaan per hari, jika memungkinkan selama 12 jam terpisah. [11]

  • Tunggulah beberapa hari di antara masa pengurangan sesi pemompaan.
  • Ketika Anda mengurangi hingga dua sesi pemompaan per hari, kurangi waktu tiap sesi pemompaan.
  • Lalu kurangi menjadi satu sesi pemompaan per hari, untuk beberapa hari.
  • Kurangi durasi sesi pemompaan terakhir ini.
  • Jika ASI yang didapatkan dari sesi pemompaan hanya 60-88 ml, Anda bisa menghentikan pemompaan sepenuhnya.
  • Semua langkah yang sama diterapkan untuk berhenti memompa jika Anda merasa nyeri akibat payudara penuh ASI, saluran ASI tersumbat, atau nyeri biasa.

Waspadai Terjadinya Komplikasi

  1. Bersiaplah untuk ketidaknyamanan bagi sang ibu. Ketahuilah bahwa payudara dapat menjadi bengkak dan sakit karena susu tidak dikeluarkan sesering biasanya. Kurangi tekanan dengan mengeluarkan sejumlah kecil susu dari payudara. Jangan keluarkan terlalu banyak, karena hal ini hanya akan membuat tubuh berpikir bahwa ia perlu menghasilkan lebih banyak susu. Tubuh membutuhkan waktu secara perlahan untuk mengurangi jumlah susu yang dianggap dibutuhkan oleh bayi.
  2. Hindari saluran susu dari menjadi tersumbat. Pijat payudara Anda dengan cara yang lembut untuk mencegah saluran susu dari menjadi tersumbat dan membentuk benjolan yang sakit di payudara. Memijat saat mandi umumnya lebih mudah untuk dilakukan dan tidak menyakitkan, bahkan jika payudara dalam keadaan bengkak sekalipun.
  3. Tempelkan kompres dingin pada payudara jika terasa sakit. Atau cobalah menempatkan beberapa daun kubis di payudara. Daun kubis membantu meringankan rasa sakit dan proses penghentian susu.
  4. Kenakan beha yang pas dengan benar. Kemungkinan Anda ingin mengenakan beha yang pas, yang tidak mengandung kawat pada bagian bawahnya. Beha yang kurang pas dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang tidak perlu yang menyakitkan payudara.
  5. Hindari perasaan bersalah karena menyapih bayi Anda. Saat bayi Anda memohon kepada Anda untuk menawarkan payudara, hal ini dapat membuat Anda merasa patah hati, egois dan frustrasi. Perlu diingat bahwa bayi Anda akan menyesuaikan diri dengan jadwal makan barunya dengan segera.
  6. Bersiaplah untuk merasa sedih dengan proses penyapihan sesekali. Menyusui merupakan sebuah ikatan khusus antara bayi dan ibu yang kini akan segera berakhir. Merupakan hal yang normal untuk memiliki perasaan sedih terkait dengan penghentian ini, namun perasaan ini akan mereda dalam seiring waktu.

Tips

  • Jika bayi tidak mau minum susu dari botol sebagai pengganti, Anda bisa memberi susu formula dalam cangkir yang memiliki tutup dengan lubang kecil untuk minum, dengan sendok, atau pipet.
  • Jangan kenakan pakaian yang memiliki bau ASI. Jika bayi mencium bau ini, proses penyapihan akan sulit untuk bayi.
  • Mulailah pelan-pelan. Mulailah proses menyapih dengan perlahan dan bertahap. Penghentian tiba-tiba akan membingungkan tubuh dan menimbulkan rasa sakit (atau lebih buruk) karena payudara terlalu penuh dengan ASI. Jika berhenti menyusui tiba-tiba, tubuh kemungkinan tidak bisa mengatasi transisi dengan mudah dan Anda kemungkinan mengalami rasa sakit.
    • Tubuh telah menyiapkan dirinya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi berdasarkan seberapa sering bayi menyusu. Tubuh belum menyiapkan diri untuk berhenti menghasilkan ASI dalam waktu cepat. Tubuh perlu waktu untuk menyadari bahwa ASI sudah tidak dibutuhkan lagi.
    • Efek samping yang menimbulkan rasa sakit akibat berhenti menyusui tiba-tiba adalah payudara yang terlalu penuh dengan ASI, mastitis (radang kelenjar air susu), dan saluran ASI tersumbat.[1]
    • Jika Anda menyapih secara bertahap, butuh waktu lama hingga ASI tidak diproduksi seperti halnya menyapih, yang berarti waktunya sekitar beberapa minggu hingga beberapa bulan. Jika Anda berhenti menyusui tiba-tiba, waktu yang dibutuhkan hingga ASI tidak diproduksi tergantung pada seberapa banyak ASI yang dihasilkan. Jika Anda menghasilkan ASI dalam jumlah banyak, waktu yang dibutuhkan adalah beberapa minggu atau beberapa bulan.

Peringatan

  • Berbicaralah dengan seorang profesional jika perasaan depresi menjadi semakin parah selama penyapihan.
  • Carilah bantuan profesional jika rasa sakit semakin parah atau terjadi demam saat penyapihan berlangsung.

REFERENSI

  • http://www.pregnancy-baby-care.com/articles/164/breastfeeding/stop-breastfeeding-toddler.html
  • http://www.weaningbreastfeeding.com/tips_on_weaning_breastfeeding_toddler.html
  • http://www.parenttime.com/breastfeeding/weaning-stop-breastfeeding.html
  • idai dan berbagai sumber lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *