LAMA PENYIMPANAN DAGING BEKU DAN LAMA BERTAHAN 

Ibu rumah tangga sering mengalami masalah  cara penyimpanan daging agar lebih awet dan lebih lama. Cara menyimpan daging sapi atau daging kambing akan terasa lebih ringan jika tahu cara terbaik untuk melakukannya. Dengan memberikan perhatian lebih untuk hal sederhana, kesehatan keluarga jadi lebih terjaga dan rasa masakan yang dihasilkan tentu semakin lezat. Beberapa mikroorganisme dapat berkembang pada daging mentah jika penyimpanannya tidak tepat. Sebut saja salmonella yang merupakan bakteri penyebab penyakit tifus, hingga E. coli yang menyebabkan infeksi usus serius. Faktanya, pertumbuhan bakteri-bakteri tersebut dapat dicegah dengan menyimpan daging mentah pada suhu tertentu.

Suhu freezer yang tepat untuk mengawetkan daging adalah di bawah 0° F (-18° C). Suhu tersebut memang tidak membunuh bakteri, namun dapat memperlambat pertumbuhannya. Tapi bukan berarti kita juga bebas menyimpan daging dalam freezer terlampau lama. Ini dikarenakan kualitas daging seperti rasa yang berubah hingga keempukannya bisa berkurang.

LAMA PENYIMPANAN DAGING BEKU DAN LAMA BERTAHAN 

  • Daging mentah (seperti steik atau daging cincang) aman dibekukan selama 4-12 bulan.
  • Daging giling mentah hanya aman dibekukan selama 3-4 bulan.
  • Daging matang bisa disimpan selama 2-3 bulan.
  • Daging hot dog, ham, dan daging iris bisa dibekukan selama 1-2 bulan.
  • Daging unggas (yang mentah maupun matang) bisa disimpan selama 3-12 bulan.
  • Daging binatang liar bisa disimpan selama 8-12 bulan.
  • Pertahankan suhu lemari pembeku atau pendingin pada -18 derajat Celsius atau kurang

Pastikan Temperatur Kulkas

  • Temperatur atau suhu kulkas memegang peranan paling penting dari sekian cara menyimpan daging sapi ataupun daging lainnya.
  • Atur suhu saat daging dimasukkan ke dalam kulkas dan pastikan suhu freezer di bawah -18° C.
  • Suhu freezer yang tepat untuk mengawetkan daging adalah di bawah 0° F (-18° C). Suhu tersebut memang tidak membunuh bakteri, namun dapat memperlambat pertumbuhannya.
  • Selain itu, isi kulkas sebaiknya tidak boleh penuh ataupun terlalu kosong. Jika terlalu penuh, sirkulasi udara tidak akan mengalir dengan baik. Tapi jika terlalu kosong, kulkas akan berusaha lebih keras untuk mendinginkan makanan sehingga menarik daya listrik yang besar.
  • Jika mati lampu, kita bisa menyimpan thermometer di dalam kulkas, tapi pastikan thermometer yang digunakan tahan suhu ekstrim.
  • Jangan membiasakan juga membuka tutup pintu freezer bila tidak ada keperluan karena akan memengaruhi suhu di dalamnya.
  • Cek thermometer saat listrik menyala kembali. Jika masih dalam kisaran suhu optimal, berarti semua makanan aman.

Labeli seluruh wadah dan kemasan. Anda harus mengetahui apa yang ada di dalam lemari pembeku dan sudah berapa lama.

  • Lupa kapan memasukkan daging ke dalam kulkas? Atasi dengan pemberian catatan setiap kali membeli daging. Tulis tanggal pada wadah atau pembungkus daging. Catatan ini akan menjadi pengingat kita untuk memilih mana daging yang harus dimasak terlebih dahulu.
  • Label harus berisi informasi jenis daging (dada ayam, steik, daging sapi giling, dll.), mentah atau matang, dan tanggal dibekukan.
  • Untuk mempermudah pencarian nanti, sebaiknya kelompokkan jenis yang sama. Misalnya, satukan semua ayam, atau satukan semua daging sapi.
  • Gunakan daging yang terlama lebih dulu untuk menghindari membuang daging yang kedaluwarsa, atau yang mutung beku.
  • Daging sapi dan ayam memiliki daya tahan yang berbeda. Daging sapi bisa disimpan di freezer dengan suhu di bawah -18° C selama maksimal 6-12 bulan. Sedangkan daging ayam bisa lebih lama, yakni satu tahun asalkan dimasukkan ke dalam freezer dalam keadaan segar.
  • Beda bagian daging, beda pula daya tahannya. Untuk bagian daging has dalam bisa mencapai 12 bulan, tapi untuk bagian lidah atau jeroan hanya bisa bertahan maksimal 4 bulan di freezer. Namun untuk penggunaan di rumah, tentu idealnya tidak perlu selama itu dan bisa segera dipakai untuk kegiatan masak sehari-hari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *