Pengawetan Daging Dengan Cara Pengalengan

Masalah yang sering dialami ibu rumah tangga adalah bagaiman cara penyimpanan daging agar lebih awet dan lebih lama. Cara menyimpan daging sapi atau daging kambing akan terasa lebih ringan jika tahu cara terbaik untuk melakukannya. Dengan memberikan perhatian lebih untuk hal sederhana, kesehatan keluarga jadi lebih terjaga dan rasa masakan yang dihasilkan tentu semakin lezat. Beberapa mikroorganisme dapat berkembang pada daging mentah jika penyimpanannya tidak tepat. Sebut saja salmonella yang merupakan bakteri penyebab penyakit tifus, hingga E. coli yang menyebabkan infeksi usus serius. Faktanya, pertumbuhan bakteri-bakteri tersebut dapat dicegah dengan menyimpan daging mentah pada suhu tertentu. Selain penyimpanan dalam kulkas, cara pengawetan daging bisa dilakukan agar bisa bertahan lama. Salah satu diantaranya adalah dengan pengalengan pada daging sapi atau daging kambing

Mengawetkan dengan Pengalengan

Gunakanlah alat yang tepat untuk pengalengan. Anda harus memiliki panci bertekanan dan botol pengalengan.

  • Gunakan panci bertekanan (dikenal juga dengan sebutan panci presto) untuk mengatur tekanan saat proses pengalengan.
  • Gunakan botol pengalengan yang bagus, seperti botol Mason.
  • Panci uap bertekanan tinggi yang panas akan menyegel dan menterilisasi daging di dalam botol pengalengan.
  • Isi panci dengan 5-8 cm air.
  • Mulailah mencatat waktu untuk proses pengalengan setelah ukuran tekanan mencapai tingkat yang diinginkan.
  • Setelah selesai, matikan api dan biarkan dingin.
  • Jangan membuka panci sampai benar-benar dingin dan tekanan hilang secara alami. Mendinginkan paksa dengan menyiramkan air dingin kepada panci akan membuat makanan rusak dan tutup kaleng melengkung.
  • Makanan kalengan yang disimpan di tempat sejuk dan kering bisa bertahan sampai setahun

Kalengkan daging unggas untuk mengawetkannya. Gunakan cara pengemasan panas atau dingin.

  • Kalengkan daging unggas dengan pengemasan panas. Rebus, kukus, atau panggang daging hingga sekitar dua per tiga matang. Tambahkan 1 sendok teh garam per liter ke botol, jika mau. Isi botol dengan potongan daging dan kaldu panas, dan sisakan ruang 2,5-3,5 cm pada bagian atas.
  • Kalengkan daging unggas dengan pengemasan dingin. Tambahkan 1 sendok teh garam per liter, jika mau. Isi botol jarang-jarang dengan irisan daging mentah, sisakan ruang 2,5-3,5 cm pada bagian atas. Jangan tambahkan cairan.
  • Anda bisa membiarkan atau membuang tulangnya. Jika dibiarkan, waktu pengalengan akan lebih lama.
  • Cara ini juga bisa digunakan untuk mengalengkan kelinci.
  • Ingatlah, tingkat ketinggian yang lebih tinggi akan membutuhkan tekanan pengalengan yang lebih tinggi pula.
  • Proses selama 65-90 menit, tergantung ketinggian daerah tempat Anda berada.
Kalengkan daging giling atau cincang. Gunakan daging yang segar dan sudah didinginkan.

  • Bentuk daging cincang menjadi pai atau bola. Masak sampai berwarna cokelat muda.
  • Daging giling bisa ditumis sebentar tanpa perlu dibentuk.
  • Sebelum dikalengkan, tiriskan dulu untuk membuang kelebihan lemaknya.
  • Isi botol dengan daging.
  • Tambahkan kaldu daging, jus tomat, atau air. Sisakan ruang 2,5 cm pada bagian atas. Tambahkan 2 sendok teh garam per liter ke dalam botol, jika mau.
  • Masak sekitar 75-90 menit, tergantung ketinggian.
Kalengkan daging iris, potong, atau kotak-kotak. Buang semua tulang besarnya terlebih dulu.

  • Cara pengemasan panas lebih baik untuk jenis potongan daging seperti ini.
  • Masak daging hingga setengah matang dengan cara memanggang, merebus, atau menggorengnya dalam sedikit lemak.
  • Tambahkan 1 sendok teh garam per liter jika mau.
  • Isi botol dengan potongan daging dan tambahkan kaldu mendidih, air daging, air, atau jus tomat. Sisakan ruang 2,5 cm pada bagian atas.
  • Masak selama 75-90 menit tergantung ketinggian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *