Konsumsi Daging Kambing Yang Sehat, Tanpa Takut Kolesterol

Domba atau Kambing adalah daging merah yang lezat dan serbaguna. Ini umum dalam diet Mediterania dan Amerika. Jika Anda mencoba untuk menjaga kadar kolesterol, kambing bisa aman untuk dimakan dalam jumlah sedang. Artinya, selama memilih potongan yang tepat dan menyiapkannya dengan cara yang sehat.

Ini karena kambing adalah daging yang relatif ramping dan kaya nutrisi. Potongan tiga ons daging domba yang dimasak menghasilkan sekitar 25 gram protein, ditambah potasium dan vitamin B-12 dalam jumlah yang baik. Ini juga merupakan sumber zat besi, magnesium, selenium, dan asam lemak omega-3 yang baik.

Meskipun itu kabar baik, daging kambing juga merupakan sumber lemak jenuh. Daging kambing yang dimasak menghasilkan jumlah lemak tak jenuh tunggal dan lemak jenuh yang hampir sama. Asam lemak tak jenuh tunggal dapat menurunkan kadar kolesterol, tetapi asam lemak jenuh dapat meningkatkannya. Dan banyak pemotongan mendapatkan lebih dari setengah kalori mereka dari lemak. Asupan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan kadar lipoprotein densitas rendah (LDL), yang dikenal sebagai kolesterol “jahat”.

Apa artinya untuk diet Anda? Jangan makan domba setiap hari, dan pilih potongan tanpa lemak jika memungkinkan. Mempersiapkan potongan daging domba tanpa lemak dengan bijaksana dan memakannya dalam jumlah sedang dapat membantu menjaga pola makan yang sehat dan kadar kolesterol yang sehat.

Faktor kolesterol Pada Daging Kambing

  • Kolesterol adalah zat lilin yang dibuat di hati dan ditemukan di sel. Ini membantu pencernaan, produksi hormon, dan produksi vitamin D. Sementara kita membutuhkan kolesterol, tubuh mampu membuat semua yang dibutuhkannya. Asupan lemak trans dan lemak jenuh yang tinggi dapat menyebabkan terlalu banyak kolesterol dalam tubuh.
  • Kolesterol bergerak dalam tubuh kita dalam lipoprotein, yang merupakan lemak yang tertutup protein. Ada dua jenis utama lipoprotein: low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL). Anda membutuhkan tingkat yang sehat dari keduanya untuk kesehatan yang baik.
  • LDL dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Kadarnya yang tinggi dapat menumpuk di arteri tubuh. Ini dapat mempersempit arteri dalam tubuh dan membatasi aliran darah ke dan dari jantung dan otak. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.
  • HDL disebut sebagai jenis kolesterol “baik”. Dibutuhkan kolesterol dari bagian lain dari tubuh kembali ke hati, yang membantu mengelola kolesterol atau menghilangkannya dari tubuh.
BACA:   Siproheptadin atau Heptasan, Obat Alergi Untuk Meningkatkan Nafsu Makan

Ketahui kadar kolesterol

  • Meskipun lebih penting untuk fokus pada risiko keseluruhan, akan sangat membantu untuk memiliki beberapa pedoman kolesterol. Menurut American Heart Association (AHA), tingkat LDL yang optimal dalam tubuh adalah kurang dari 100 miligram per desiliter (mg/dL). Tingkat 130 hingga 159 mg/dL dianggap batas tinggi.
  • Tidak seperti LDL, memiliki kolesterol HDL yang tinggi bersifat protektif. Angka yang lebih tinggi lebih baik. AHA merekomendasikan tingkat HDL minimal 60 mg/dL.

Kambing dengan cara yang lebih sehat

  • Daging domba mungkin memiliki lemak jenuh, tetapi memilih potongan tanpa lemak berarti Anda mendapatkan lebih sedikit. Carilah tenderloin, loin chops, atau kaki.
  • Cara Anda menyiapkan daging juga bisa menjadikannya pilihan yang lebih sehat. Sebelum memasak, potong lemak sebanyak mungkin. Jangan menggoreng daging. Ini menambah lebih banyak lemak dan biasanya merupakan metode memasak yang kurang sehat. Sebagai gantinya, panggang, panggang, panggang, atau panggang daging. Letakkan rak di bawah daging saat memasak untuk menangkap tetesan lemak. Dengan cara ini, daging tidak dimasak dalam lemak.
  • Mengikuti panduan ini akan memungkinkan untuk menikmati daging domba sebagai bagian dari diet sadar kesehatan.
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *