Rekomendasi Nutrisi dan Diet Untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh Saat Pandemi Berdasarkan Sains

 

TIDAK PERLU BERBURU MAKANAN KHUSUS YANG VIRAL ATAU BERBURU VITAMIN YANG PALING MAHAL DAN PALING BAIK. Rekomendasi WHO berdasarkan penelitian klinis yang luas dan baik ternyata Pemberian vitamin C. Vitamin D, Zinc dan suplemen mikronutrien lainnya tidak menyembuhkan covid19. Karena sampai saat ini belum terbukti jelas bermanfaat untuk penyembuhan covid19. Sampai saat ini tidak ada rekomendasi pemberian suplemen mikronutrien untuk pencegahan dan pengobatan covid19.

FOKUS PENCEGAHAN LAIN ADALAH VAKSIN DAN 5M, BUKAN 3 M

WHO JUSTRU TIDAK MEREKOMENDASIKAN PEMBERIAN SUPLEMEN VITAMIN dalam Rekomencasi Diet atau nutrisi untuk meningkatkan kekebalan mencegah penyakit covid19. WHO Justru Merekomendasikan 7 hal ini yang mungkin tak pernah diketahui dan dipikirkan sedikitpun masyarakat kita, buka link ini

FOKUS PENCEGAHAN LAIN ADALAH VAKSIN DAN 5M, BUKAN 3 M

Nutrisi dan hidrasi yang tepat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah wabah Covid-19. Mengonsumsi makanan segar dan tidak diproses akan membantu tubuh mendapatkan vitamin, mineral, serat, protein, dan antioksidan. Di sisi lain, asupan gula, lemak, dan garam pun sebaiknya dibatasi untuk menurunkan risiko berbagai penyakit yang berbahaya.

Rekomendasi WHO justru tidak mencantumkan pemberian suplemen vitamin khususnya vitamin D, Vitamin C atau Zinc atau suplemen mikronutrien lainnya. Menurut WHO sampai saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa vitamin C, Vitamin D dan Zinc bermanfaat menyembuhkan Covid19. Sehingga sampai saat ini tidak ada rekomendasi khusus untuk pemberian suplemen vitamin dan mikronutrien seperti vitamin C, Vitamin dan D dan Zonc dan sejenisnya dalam pengobatan Covid19. Sebagian besar penderita Covid akan sembuh sendiri tanpa pemberian obat dan vitamin khusus. Menurut WHO terapi khusus apapun tidak bermanfaat dalam pengobatan Covid tanpa gejala, Covid Ringan dan Covid Sedang tanpa resiko.

World Health Organization (WHO), merekomendasikan makanan yang harus dikonsumsi selama pandemi Covid-19

Konsumsi Sayur Dan Buah Segar

  • Setiap hari, konsumsi sumber karbohidrat. Jika memungkinkan pilih gandum utuh, jagung yang belum diproses, nasi merah, atau nasi hitam. Sumber karbohidrat ini kaya serat dan bisa membuat perut kenyang lebih lama.
  • Sediakan pula kacang-kacangan, sayur, buah, dan makanan dari sumber protein hewani seperti daging, ikan, telur, dan susu.
  • Pilih camilan seperti sayur mentah, buah segar, atau kacang tanpa garam.
  • Pilih makanan segar dan tidak diproses Mengonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, daging, telur, ikan, dan susu sangat direkomendasikan guna menjaga kesehatan di tengah pandemi.
  • Masaklah sayuran dengan suhu dan waktu yang cukup untuk menjaga kandungan nutrisinya agar tidak hilang.
  • Disarankan makan 4 porsi buah, 5 porsi sayuran, 180 gram biji-bijian, dan kacang-kacangan setiap hari.
  • Untuk daging merah bisa dikonsumsi dua kali per minggu dan unggas dikonsumsi dua hingga tiga kali per minggu. Sebagai camilannya, pilihlah sayuran bentah dan buah segar dibandingkan makanan manis yang tinggi gula atau makanan berlemak.
    Konsumsi minyak sehat secukupnya
  • Ganti mentega dan minyak samin dengan minyak yang lebih sehat sepert minyak zaitun, minyak jagung atau minyak dari biji bunga matahari.
  • Pilih daging putih seperti daging ayam, ikan, yang biasanya mengandung lemak lebih rendah daripada daging merah. Batasi makanan olahan.
  • Pilih susu dan produk susu rendah lemak
  • Hindari memasak atau memanggang makanan olahan mengandung lemak.
  • Cobalah mengukus atau merebus daripada menggoreng makanan.

Minum air putih yang cukup

  • Air sangat penting untuk kesehatan tubuh. Ia bertugas mengangkut nutrisi dan senyawa dalam darah, mengatur suhu tubuh, membuang limbang, serta melumasi bantalan sendi.
  • Agar tubuh tetap fit dan bugar selama pandemi Covid-19, minumlah delapan hingga sepuluh gelas air setiap hari.
  • Meski air mineral merupakan pilihan terbaik, asupan air juga bisa didapat melalui buah dan sayur dengan kandungan air yang melimpah.
  • Namun, hindarilah mengonsumsi jus buah atau minuman ringan karena mengandung gula yang tinggi.

Menyusui bayi dan anak kecil

  • Sebagai makanan ideal untuk bayi, ASI merupakan makanan yang dapat membentuk antibodi untuk melindungi banyak penyakit umum pada bayi.
  • Ibu yang terinfeksi Covid-19 tetap dapat menyusui bayinya, namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.
  • Mengenakan masker ketika menyusui, mencuci tangan sebelum atau setelah menyusui disarankan.
  • Untuk mengurangi kontak langsung dengan bayi, metode pumping bisa diterapkan bagi ibu menyusui.

Batasi dan Hindari

Batasi makanan berlemak

  • Untuk menghindari efek negatifnya terhadap kesehatan, hindarilah mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti daging berlemak, mentega, minyak kelapa, krim, dan keju. Jika ingin mengonsumsi daging, sebaiknya pilih daging putih, seperti ikan dan unggas, karena lebih rendah lemak dibandingkan daging merah.
  • Selain lemak jenuh, lemak trans juga harus dihindari. Biasanya, lemak trans terdapat dalam makanan olahan dan makanan cepat saji.

Batasi pemakaian garam

  • Batasi konsumsi garam hingga sekitar 5 gram atau kurang dari satu sendok teh) per hari.
  • Saat memasak, gunakan garam secukupnya dan kurangi saus asin seperti saus soya atau saus tiram.
  • Jika menggunakan makanan kaleng atau olahan, pilih yang mengandung sayur, kacang, dan buah, tanpa menambahkan garam atau pun gula. Pilih produk yang mengandung sodium rendah.
  • Singkirkan garam tabur dari meja makan. Bereksperimen lah dengan rempah kering atau segar lainnya untuk menambahkan rasa.
  • Batas konsumsi garam per hari untuk anak-anak (usia di bawah 15 tahun), disesuaikan dengan kebutuhan tubuh mereka. Dengan catatan, tak melebihi batas maksimal konsumsi aman garam untuk orang dewasa.
  • WHO tak merekomendasikan untuk memberikan garam kepada anak yang berada pada periode pemberian ASI eksklusif (0-6 bulan) dan anak dalam periode pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yaitu usia 6-24 bulan.
  • WHO juga mengimbau agar semua garam yang dikonsumsi harus diperkaya dengan iodine atau yodium. Yodium adalah zat yang sangat penting untuk perkembangan otak pada janin dan anak kecil serta mengoptimalkan fungsi mental orang pada umumnya.
  • Kurangi garam, dan tambah rasa makanan menggunakan rempah-rempah dan bumbu lain seperti bawang putih dan cabai. Tambahkan juga perasan air lemon untuk membuat daging lebih lembut dan menonjolkan rasa makanan.
  • Kurangi garam saat memasak secara perlahan, dalam waktu beberapa minggu, untuk membangun kebiasaan. Hindari mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan kaleng.
  • Hanya gunakan sayur dan buah segar untuk makan maupun memasak. Pilih makanan yang labelnya bertuliskan rendah garam atau tidak mengandung garam.

Batasi gula

  • Batasi minuman manis dengan kandungan gula tinggi seperti jus buah kaleng, minuman bersoda, air yang mengandung rasa, minuman energi, teh atau kopi siap minum, dan produk susu yang mengandung rasa manis.
  • Pilih buah segar daripada kudapan (snack) manis seperti kukis, kue, dan cokelat.Ketika memilih dessert, pastikan rendah gula dan makan sedikit saja.
  • Hindari memberi makanan bergula kepada anak-anak. Jangan tambahkan gula dan garam pada makanan pendamping buat anak usia 2 tahun ke bawah.

Hindari makan di luar

  • Makan di rumah dapat mengurangi tingkat kontak dengan orang lain sehingga dapat meminimalisasi kesempatan terpapar
  • Secara Ilmiah WHO menyarankan untuk menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain, jika terpaksa harus membeli makanan di luar rumah.
  • Pastikan makanan yang dibeli pun memenuhi syarat-syarat pola makan sehat dan seimbang menurut WHO untuk menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Hindari minuman beralkohol

  • Minuman beralkohol bukan bagian dari diet sehat.
  • Minum minuman beralkohol juga tidak melindungi diri dari Covid-19.
  • Minum minuman beralkohol bisa dalam jangka panjang dapat merusak hati, kanker, dan menyebabkan serangan jantung serta penyakit mental.
  • Tidak ada batasan aman untuk minuman beralkohol

 

loading...
BACA:   YOUTUBE PILIHAN: Pemberian Makanan Pendamping ASI MPASI Pada Bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *