HEBATNYA Manfaat Jahe, Turunkan Gula Darah Penderita Diabetes

 

HEBATNYA Manfaat Jahe, Turunkan Gula Darah Penderita Diabetes

Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto

Jahe (Zingiber officinale), adalah tumbuhan yang rimpangnya sering digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan baku pengobatan tradisional. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas yang dirasakan dari jahe disebabkan oleh senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk dalam famili Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh. Jahe mengandung gingerol yang tinggi, zat dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat sehingga menjadi herbal yang berkhasiat dahsyat bagi kesehatan

Jahe merupakan tanaman berbunga yang berasal dari Asia Tenggara. Ini adalah salah satu rempah paling sehat (dan paling lezat) di planet ini. Jahe termasuk keluarga Zingiberaceae, dan itu terkait erat dengan kunyit, kapulaga, dan lengkuas. Rimpang (bagian batang bawah tanah) adalah bagian yang biasa digunakan sebagai bumbu. Ini sering disebut akar jahe atau, sederhananya, jahe. Jahe dapat digunakan segar, kering, bubuk, atau sebagai minyak atau jus. Ini adalah bahan yang sangat umum dalam resep. Terkadang ditambahkan ke makanan olahan dan kosmetik.

Berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat, dalam 100 gram jahe mengandung 80 kalori, 1,82 gram protein, dan 2 gram serat makanan.

Mengandung Gingerol

  • Jahe mengandung gingerol, yang memiliki khasiat obat yang kuat. Jahe memiliki sejarah penggunaan yang sangat panjang dalam berbagai bentuk pengobatan tradisional dan alternatif. Ini telah digunakan untuk membantu pencernaan, mengurangi mual, dan membantu melawan flu dan pilek, untuk menyebutkan beberapa tujuannya.
  • Aroma dan rasa jahe yang unik berasal dari minyak alaminya, yang terpenting adalah gingerol.. Gingerol adalah senyawa bioaktif utama dalam jahe. Ini bertanggung jawab atas banyak sifat obat jahe. Gingerol memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat, menurut penelitian. Misalnya, ini dapat membantu mengurangi stres oksidatif, yang merupakan hasil dari kelebihan jumlah radikal bebas di dalam tubuh. Jahe mengandung gingerol yang tinggi, zat dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat.
BACA:   Ubi Jalar, Kandungan Gizi dan Kehebatan Manfaat Kesehatannya

JAHE Dapat menurunkan gula darah secara drastis dan meningkatkan faktor risiko penyakit jantung.

  • Bidang penelitian ini relatif baru, tetapi jahe mungkin memiliki sifat anti-diabetes yang kuat. Dalam sebuah studi tahun 2015 terhadap 41 peserta dengan diabetes tipe 2, 2 gram bubuk jahe per hari menurunkan gula darah puasa sebesar 12%
  • Jahe juga secara dramatis meningkatkan hemoglobin A1c (HbA1c), penanda kadar gula darah jangka panjang.
  • HbA1c berkurang 10% selama 12 minggu. Ada juga penurunan 28% dalam rasio Apolipoprotein B/Apolipoprotein A-I dan penurunan 23% pada malondialdehid (MDA), yang merupakan produk sampingan dari stres oksidatif. Rasio ApoB/ApoA-I yang tinggi dan kadar MDA yang tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung .
  • Namun, perlu diingat bahwa ini hanya satu studi kecil. Hasilnya sangat mengesankan, tetapi mereka perlu dikonfirmasi dalam penelitian yang lebih besar sebelum rekomendasi dapat dibuat.
  • Dalam berita yang agak menggembirakan, tinjauan literatur 2019 juga menyimpulkan bahwa jahe secara signifikan mengurangi HbA1c pada orang dengan diabetes tipe 2.
  • Namun, juga ditemukan bahwa jahe tidak berpengaruh pada gula darah puasa. Jahe telah terbukti menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki berbagai faktor risiko penyakit jantung pada penderita diabetes tipe 2.
  • Dalam penelitian yang diterbutkan dalam Journal of Ethnic Foods, mengonsumsi jahe bisa membantu mengurangi kadar A1C dan kadar glukosa serum puasa pada penderita diabetes tipe II.  Penelitian lainnya yang diterbutkan dalam Journal of Complementary and Integrative Medicine melaporkan bubuk jahe bisa meningkatkan kontrol glikemik pada orang dewasa penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin.  Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, jahe memiliki mekanisme pengendalian gula darah yang potensial.  Jahe mampu menghambat enzim yang memproses karbohidrat dan sensitivitas insulin.  Penelitian yang diterbitkan dalam European Jurnal of Pharmacology, dua ekstrak jahe yang berbeda, spissum dan ekstrak berminyak, berinteraksi dengan reseptor serotonin untuk membalikkan efeknya pada sekresi insulin.  Pengobatan dengan ekstrak tersebut memicu menurunkan kadar gula darah sampai 35% dan meningkatnya kadar insulin plasma sekitar 10%.  Jahe mengandung gingerol yang berperan untuk meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam sel otot tanpa menggunakan insulin.  Jahe, bahan alami yang mengandung nilai glikemik rendah sehingga penderita diabetes aman mengonsumsinya secara rutin.
BACA:   YOUTUBE PILIHAN: Pemberian Makanan Pendamping ASI MPASI Pada Bayi
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *