Program Nutrisi Anak Di Amerika

Nutrisi adalah ilmu yang mengartikan nutrisi dan zat lain dalam makanan dalam kaitannya dengan pemeliharaan, pertumbuhan, reproduksi, kesehatan dan penyakit suatu organisme. Ini termasuk asupan makanan, penyerapan, asimilasi, biosintesis, katabolisme, dan ekskresi.

Makanan organisme adalah apa yang dimakannya, yang sebagian besar ditentukan oleh ketersediaan dan kelezatan makanan. Bagi manusia, diet sehat meliputi persiapan makanan dan metode penyimpanan yang menjaga nutrisi dari oksidasi, panas atau pencucian, dan yang mengurangi risiko penyakit bawaan makanan. Tujuh kelas utama nutrisi manusia adalah karbohidrat, lemak, serat, mineral, protein, vitamin, dan air. Nutrisi dapat dikelompokkan sebagai makronutrien atau mikronutrien (dibutuhkan dalam jumlah kecil).

Pada manusia, diet yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit terkait kekurangan seperti kebutaan, anemia, dermatitis, kelahiran prematur, lahir mati dan kretinisme,  atau nutrisi berlebih yang mengancam kesehatan seperti obesitas dan sindrom metabolik;  dan penyakit sistemik kronis umum seperti penyakit kardiovaskular, diabetes,  dan osteoporosis. Kekurangan gizi dapat menyebabkan pemborosan pada kasus akut, dan pengerdilan marasmus pada kasus malnutrisi kronis.

 

Program Nutrisi Anak Di Amerika

  • Program Nutrisi Anak adalah pengelompokan program yang didanai oleh pemerintah federal untuk mendukung program layanan makanan dan susu untuk anak-anak di sekolah, fasilitas tempat tinggal dan tempat penitipan anak, rumah keluarga dan tempat penitipan anak kelompok, dan kamp hari musim panas, dan untuk ibu hamil berpenghasilan rendah dan wanita postpartum, bayi, dan anak di bawah usia 5 tahun di klinik WIC setempat.
  • Program-program termasuk makan siang di sekolah, sarapan di sekolah, layanan makanan musim panas, susu khusus, distribusi komoditas, perawatan setelah sekolah dan program-program sekolah tanggungan luar negeri Departemen Pertahanan, dan program nutrisi tambahan khusus untuk wanita, bayi dan anak-anak (WIC). Program-program ini disahkan di bawah Undang-Undang Makan Siang Sekolah Nasional Richard B. Russell (P.L. 79-396, sebagaimana telah diubah) dan Undang-Undang Gizi Anak tahun 1966; (P.L. 89-642, sebagaimana telah diubah, 42 A.S.C. 1771 et seq.) Dibiayai oleh undang-undang alokasi pertanian tahunan; dan dikelola oleh Layanan Makanan dan Gizi (FNS) dari USDA.
  • Perubahan undang-undang otorisasi umumnya dilakukan oleh Komite Pertanian, Gizi dan Kehutanan di Senat. Di DPR, Komite Pendidikan dan Tenaga Kerja berurusan dengan sebagian besar perubahan pada undang-undang otorisasi program gizi anak, meskipun Komite Pertanian biasanya terlibat ketika perubahan yang diusulkan menyangkut kepentingan pertanian seperti distribusi komoditas, pembatasan makanan, dan the Farmers Market Nutrition Program.

WORTEL, KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATAN

WORTEL, KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATAN

Wortel adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12 – 24 bulan) yang menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1 m, dengan bunga berwarna putih, dan rasa yang manis langu. Bagian yang dapat dimakan dari wortel adalah bagian umbi atau akarnya.

Kandungan Gizi

  • Wortel mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Mengkonsumsi wortel baik untuk penglihatan pada mata, terutama bisa meningkatkan pandangan jarak jauh. Selain vitamin A, wortel juga mengandung vitamin B1, B2, B3, B6, B9, dan C, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan sodium.

wp-1522421419797..jpg

Manfaat Wortel Bagi Kesehatan

  • Kesehatan Mata Wortel kaya betakaroten (vitamin A), zat gizi penting yang diperlukan oleh mata. Senyawa ini memang tidak dapat menyembuhkan kebutaan, namun dapat memperbaiki kondisi mata akibat kekurangan vitamin A. Sifatnya yang antioksidan dapat mencegah katarak dan degenerasi makula yang kerap menimpa para lansia.
  • Kolesterol Penelitian oleh Robertson dkk menunjukkan mereka yang makan 200 g wortel mentah setiap hari selama 3 minggu, kolesterolnya turun sebanyak 11%. Begitu juga penelitian yang dilakukan di Harvard University, AS. Mereka yang makan wortel 5 x seminggu, menurunkan risiko stroke hingga 68%. Sedangkan dari penelitian di Universitas Brussels diketahui vitamin A yang terkandung di dalam wortel dapat mencegah cacat dan kematian akibat stroke. Diperkirakan penurunan kadar kolesterol ini berkat kandungan calcium pectate, jenis serat larut.
  • Kanker Penelitian yang dilakukan Marilyn Menkes, Ph.D di State University New York menunjukkan orang yang tubuhnya rendah kadar betakarotennya berisiko terkena kanker paru-paru. Karenanya, dia menganjurkan agar para perokok mengonsumsi wortel dan bahan makanan lainnya yang tinggi karoten untuk mencegah kanker paru. Ternyata, selain kanker paru, betakaroten serta senyawa lainnya yang juga bersifat antioksidan pada wortel dapat mencegah kanker mulut, tenggorok, lambung, usus, saluran kemih, pankreas, dan payudara. Untuk mendapat manfaat wortel sebagai antikanker, wortel perlu dimasak agar senyawa karotennya lepas. Dengan dimasak, kadar karotennya naik 2 – 5 kali lipat.
  • Sembelit Serat yang terkandung pada wortel menaikkan volume feses hingga 25% sehingga urusan ke belakang menjadi lancar.

Kacang Panjang, Manfaat Kesehatan dan Kandungan Gizi

Kacang Panjang, Manfaat Kesehatan dan Kandungan Gizi

 

Kacang Panjang, Manfaat Kesehatan dan Kandungan Gizi

Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit. Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah yang masih muda dan serat-seratnya masih lunak, kacang panjang ini mudah didapati di kawasan panas di Asia. Daunnya disebut dengan lembayung dan dapat dijadikan sayuran hijau.

Manfaat Kacang Bagi Kesehatan

Selain sebagai masakan, ternyata Kacang Panjang juga dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan untuk mengobati beberapa penyakit seperti diantaranya : antikanker, kanker payudara, leukemia, antibakteri, antivirus, antioksidan, gangguan saluran kencing, peluruh kencing, batu ginjal, mencegah kelainan antibodi, meningkatkan fungsi limpa, meningkatkan penyatuan DNA dan RNA, meningkatkan fungsi sel darah merah, beri-beri, demam berdarah, kurang darah, sakit pinggang, rematik, pembengkakan, meningkatkan nafsu makan, dan sukar buang air besar.

Kandungan Nutrisi

Kacang Panjang adalah sumber protein yang baik, vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, kalium, vitamin C, folat, magnesium, dan mangan.

Nilai gizi kacang panjang (mentah) per 100 g (3.5 oz)
Energi 196 kJ (47 kcal)
Karbohidrat 8 g
Diet serat 3,6 g
Lemak 50 g
Protein 200 g
Persentase yang relatif ke US rekomendasi untuk orang dewasa.

Sumber: USDA Nutrient database

Dalam ukuran porsi 100 gram kacang terdapat 47 kalori, 50 gram lemak total, kolesterol 0 mg, natrium 4 mg (0% nilai harian), 8 gram karbohidrat total (2% nilai harian), dan 3 gram protein (nilai harian 5%). Ada juga 17% DV vitamin A, 2% DV besi, 31% DV vitamin A, dan 5% DV kalsium. (Persen nilai harian berdasarkan diet 20000 kalori nilai harian individu bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori masing-masing.

KEBUTUHAN GIZI DAN NUTRISI ANAK USIA DI BAWAH 5 TAHUN

wp-1522633315710..jpgKEBUTUHAN GIZI DAN NUTRISI ANAK USIA DI BAWAH 5 TAHUN

Asupan makanan yang bergizi amat penting untuk si kecil agar bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Karena itu pastikan bahwa menu yang disajikan bagi si kecil memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Di usia ini anak memasuki usia pra sekolah dan mempunyai risiko besar terkena gizi kurang. Pada usia ini anak tumbuh dan berkembang dengan cepat sehingga membutuhkan zat gizi yang lebih banyak, sementara mereka mengalami penurunan nafsu makan dan daya tahan tubuhnya masih rentan sehingga lebih mudah terkena infeksi dibandingkan anak dengan usia lebih tua. Zat gizi yang mereka perlukan adalah Karbohidrat berfungsi sebagai penghasil energy bagi tubuh dan menunjang aktivitas anak yang mulai aktif bergerak. Mereka biasanya membutuhkan sebesar 1300 kkal per hari. Protein berfungsi untuk membangun dan memperbaiki sel tubuh dan menghasilkan energy. Mereka membutuhkan protein sebesar 35 gram per hari Mineral dan vitamin yang penting pada makanan anak adalah iodium, kalsium, zinc, asam folat, asam folat, zat besi, vitamin A,B,C,D,E, dan K. Mineral dan vitamin ini berperan dalam perkembangan motorik, pertumbuhan, dan kecerdasan anak serta menjaga kondisi tubuh anak agar tetap sehat. Sementara pertumbuhan fisik tubuh sedikit melambat, karenanya anak perlu makan makanan yang memberikan asupan gizi yang mendukung pertumbuhan otaknya.

Pemberian nutrisi pada anak harus tepat, artinya:

  • Tepat kombinasi zat gizinya, antara kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral serta kebutuhan cairan tubuh anak, yaitu 1-1,5 liter/hari.
  • Tepat jumlah atau porsinya, sesuia yang diperlukan tubuh berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian.
  • Tepat dengan tahap perkembangan anak, artinya kebutuhan aklori anak berdasarkan berat badan dan usia anak.

Pola Makan balita harus terdiri dari:

  • Ketika bayi anda tumbuh menjadi balita, mereka harus sepenuhnya terintegrasi ke makanan keluarga, meskipun untuk sementara waktu mungkin mereka masih perlu bantuan untuk memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil
  • Satu hal yang perlu diperhatikan untuk membuat makanan keluarga cocok untuk anak Anda,yaitu  gunakan sedikit gula, garam dan hindari bumbu-bumbu dengan rasa yang tajam
  • Susu masih sangat berperan penting dalam pola makan anak Anda, meskipun mereka perlu sedikit lebih berkurang sekarang, sekitar 200-600 ml susu atau 2-3 porsi susu per hari
  • Berikan anak makanan yang sehat, bervariasi dan seimbang,
  • Anak harus makan berbagai macam makanan dari setiap kelompok makanan:
    • 4 porsi jenis karbohidrat perhari
    • 2-3 porsi susu perhari
    • 1-2 porsi jenis daging atau jenis daging lainnya perhari
    • 5 porsi jenis buah dan sayuran perhari

Kebutuhan Gizi Balita

Energi

  • Balita membutuhkan energi (sebagai kalori) untuk memungkinkan mereka untuk beraktifitas serta untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh mereka
  • Tubuh mendapatkan energi terutama dari lemak dan karbohidrat tetapi juga beberapa dari protein

Asupan Kalori

  • Anak-anak usia balita membutuhkan kalori yang cukup banyak disebabkan bergeraknya cukup aktif pula. Mereka membutuhkan setidaknya 1500 kalori setiap harinya. Dan balita bisa mendapatkan kalori yang dibutuhkan pada makanan-makanan yang mengandung protein, lemak dan gula.

Protein

  • Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan dan perbaikan jaringan tubuh, serta untuk membuat enzim pencernaan dan zat kekebalan yang bekerja unutkmelindungi tubuh si kecil.
  • Kebutuhan protein secara proporsional lebih tinggi untuk anak-anak daripada orang dewasa.
  • Asupan gizi yang baik bagi balita juga terdapat pada makanan yang mengandung protein. Karena protein sendiri bermanfaat sebagai prekursor untuk neurotransmitter demi perkembangan otak yang baik nantinya. Protein bisa didapatkan pada makanan-makanan seperti ikan, susu, telur 2 butir, daging 2 ons dan sebagainya.
  • Sumber protein ikan, susu, daging, telur, kacang-kacangan
  • Tunda pemberiannya bila timbul alergi atau ganti dengan sumber protein lain.
  • Untuk vegetarian, gabungkan konsumsi susu dengan minuman berkadar vitamin C tinggi untuk membantu penyerapan zat besi.

Lemak

  • Beberapa lemak dalam makanan sangat penting dan menyediakan asam lemak esensial, yaitu jenis lemak yang tidak tersedia di dalam tubuh
  • Lemak dalam makanan juga berfungsi untuk melarukan vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E dan K.
  • Anak-anak membutuhkan lebih banyak lemak dibandingkan orang dewasa karena tubuh mereka menggunakan energi yang lebih secara proposional selama masa pertumbuhan dan perkembangan mereka. Namun, Anjuran makanan sehat untuk anak usia lebih dari 5 tahun  adalah asupan lemak total sebaiknya tidak lebih dari 35% dari total energi.
  • Sumber lemak dalam dalam makanan bisa di dapat dalam : mentega, susu, daging, ikan, minyak nabati.

Karbohidrat

  • Karbohidrat merupakan pati dan gula dari makanan
  • Pati merupakan komponen utama dari sereal, kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran akar
  • Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi anak. Hampir separuh dari energi yang dibutuhkan seorang anak sebaiknya berasal dari sumber makanan kaya karbahidrat seperti roti, seral, nasi, mi, kentang.
  • Anjuran konsumsi karbohidrat sehari bagi anak usia 1 tahun keatas antara 50-60%
  • Anak-anak tidak memerlukan ‘gula pasir’ sebagai energy serta madu harus dibatasi.
  • Dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan karbohidrat sebagai energi utama serta bermanfaat untuk perkembangan otak saat belajar dikarnakan karbohidrat di otak berupa Sialic Acid. Begitu juga dengan balita, mereka juga membutuhkan gizi tersebut yang bisa diperoleh pada makanan seperti roti, nasi kentang, roti, sereal, kentang, atau mi.
  • Kenalkan beragam karbohidrat secara bergantian.
  • Selain sebagai menu utama, karbohidrat bisa diolah sebagai makanan selingan atau bekal sekolah seperti puding roti atau donat kentang yang lezat.

Serat

  • Serat adalah bagian dari karbohidrat dan protein nabati yang tidak dipecah dalam usus kecil dan penting untuk mencegah sembelit serta  gangguan usus lainnya.
  • Serat dapat membuat perut anak menjadi cepat penuh dan terasa kenyang, menyisakan ruang untuk makanan lainnya sehinga sebaiknya tidak diberikan berlebih

Vitamin dan Mineral

  • Vitamin adalah zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil untuk banyak proses penting yang dilakukan dalam tubuh
  • Mineral adalah zat anorganik yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai fungsi
  • Makanan yang berbeda memberikan vitamin dan mineral yang berbeda dan memiliki diet yang bervariasi dan seimbang . Ini penting untuk menyediakan jumlah yang cukup dari semua zat gizi
  • Ada beberapa pertimbangan pemberian zat  gizi untuk diingat, seperti pentingnya zat besi dan pemberian vitamin dalam bentuk suplemen.

Zat besi

  • Usia balita merupakan usia yang cenderung kekurangan zat besi sehingga balita harus diberikan asupan makanan yang mengandung zat besi. Makanan atau minuman yang mengandung vitamin C seperti jeruk merupakan salah satu makanan yang mengandung gizi yang bermanfaat untuk penyerapan zat besi.

Kalsium

  • Balita juga membutuhkan asupan kalsium secara teratur sebagai pertumbuhan tulang dan gigi balita. Salah satu pemberi kalsium terbaik adalah susu yang diminum secara teratur.
Kebutuhan nutrisi harian anak usia 1-3 tahun (1000 kkal)
Nutrisi Kebutuhan/Hari Setara  dengan….
Vit A 400 ug Wortel  (50 gram)
Vit D 200 IU Susu  (470 ml atau 2 cangkir)
Vit K 15 ug 2  tangkai   asparagus (20 gram)
Vit B1 (Thiamin) 0,5 mg Kentang  rebus (150 gram)
Vit B2 (Riboflavi) 0,5 mg Telur  rebus (55 gram)
Vit B3 (Niacin) 6 mg Dada   ayam (50 gram)
Vit B6 (piridoksin) 0,5 ug Fillet  salmon (90 gram)
Vit B12 0,9 ug 1  butir  telur  rebus
Asam Folat 150 ug 3  kuntum  brokoli (35 gram)
Kalsium 500 mg Susu (290 ml)
Magnesium 60 mg 1  mangkuk  buah  labu (245 gram)
Zat Besi 8 mg Daging  sapi (170 gram)
Zinc 7 mg Kacang  tanah (100 gram)
Selenium 17 ug Tuna (20 gram)
Natrium 0,8 g Garam   (1/2 sendok teh)

SAYUR BAYAM, KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATAN

SAYUR BAYAM, KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATAN

Bayam (Amaranthus spp.) merupakantumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting.

Terna semusim yang menyukai iklim hangat dan cahaya kuat. Bayam relatif tahan terhadap pencahayaan langsung karena merupakan tumbuhan C4. Batang berair dan kurang berkayu. Daun bertangkai, berbentuk bulat telur, lemas, berwarna hijau, merah, atau hijau keputihan. Bunga tersusun majemuk tipetukal yang rapat, bagian bawah duduk di ketiak, bagian atas berkumpul menjadi karangan bunga di ujung tangkai dan ketiak percabangan. Bijinya berwarna hitam, kecil dan keras.

Bayam sebagai sayur hanya umum dikenal diAsia Timur dan Asia Tenggara, sehingga disebut dalam bahasa Inggris sebagaiChinese amaranth. Di Indonesia dan Malaysia, bayam sering disalahartikan menjadi “spinach” dalam bahasa Inggris (mungkin sebagai akibat penerjemahan yang dalam film kartun Popeye), padahal nama itu mengacu ke jenis sayuran daun lain – lihat Bayam (Spinacia).

Di tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun mudanya dimakan terutama sebagai lalapan (misalnya pada pecel, gado-gado), urap, serta digorengsetelah dibalur tepung. Daun bayam cabut berukuran lebih kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari), lebih cocok untuk dibuat sup encer seperti sayur bayam dan sayur bobor. Bayam petik biasanya berasal dari jenis A. hybridus (bayam kakap) dan bayam cabut terutama diambil dari A. tricolor. Jenis-jenis lainnya yang juga dimanfaatkan adalah A. spinosus (bayam duri) dan A. blitum (bayam kotok)

wp-1557580471639..jpg

Kandungan Gizi

  • Kandungan besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia.
  • Beberapa kultivar A. tricolor memiliki daun berwarna merah atau putih dan dipakai sebagai tanaman hias, meskipun dapat pula disayur. Jenis tanaman hias lainnya adalah A. caudatus karena tandan bunganya berwarna merah panjang menggantung seperti ekor. Di tempat asalnya, bayam dimanfaatkan bijinya(bayam biji) sebagai sumber karbohidrat. Biji ini sekarang juga populer sebagai makanan diet karena tidak menyebabkan kegemukan.
  • Akar tunggang bayam juga dimanfaatkan sebagai obat. Kebanyakan digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif memenuhi kebutuhan hidup.

 




LEMBAYUNG, KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATAN

LEMBAYUNG, KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATAN

Lembayung atau daun kacang panjang sering dimanfaatkan sebagai bahan sayur yang lezat untuk dimakan dan banyak diminati. Daun ini memiliki tekstur yang kasar sehingga yang sebaiknya dikonsumsi sebagai sayuran hijau adalah daun yang masih muda.

Kandungan Gizi

Lembayung memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dibandingkan buahnya.

Setiap 100 gram lembayung mengandung

  • protein(kalori) 34
  • protein (E) 4,1,
  • Lemak. 0,4
  • Karbohidrat 5,8,
  • Kalsium 134
  • Fosfor. 145
  • Zat Besi 6,2
  • vitamin A. 786
  • vitamin B 1 0,28
  • BOD. 65%.

Manfaat Kesehatan

  • Daun kacang panjang selain memiliki kandungan gizi yang baik juga memiliki khasiat untuk menyembuhkan payudara yang bengkak sesudah melahirkan akibat susu yang terlalu berlebihan, caranya beberapa helai daun lembayung dicuci lalu diremas-remaskan di bagian payudara yang bengkak.
  • Selain itu, lembayung tua yang tidak dapat dikonsumsi sebagai sayur dapat dijadikan brangkasan yaitu bahan baku pembuatan pupuk organik, caranya cukup mudah yaitu brangkasan dipotong-potong lalu dibenamkan ke dalam tanah.

 

DAUN SELEDRI, KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATAN

DAUN SELEDRI, KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATAN

Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.

Manfaat Kesehatan

  • Seledri adalah tumbuhan serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan. Sebagai sayuran, daun, tangkai daun, dan umbi sebagai campuran sup. Daun juga dipakai sebagai lalap, atau dipotong kecil-kecil lalu ditaburkan di atas sup bakso, soto, macam-macam sup lainnya, atau juga bubur ayam.
  • Seledri (terutama buahnya) sebagai bahan obat telah disebut-sebut oleh Dioskurides serta Theoprastus dari masa Yunani Klasik dan Romawi sebagai “penyejuk perut”. Veleslavin (1596) memperingatkan agar tidak mengonsumsi seledri terlalu banyak karena dapat mengurangi air susu. Seledri disebut-sebut sebagai sayuran anti-hipertensi. Fungsi lainnya adalah sebagai peluruh (diuretika), anti reumatik serta pembangkit nafsu makan (karminativa). Umbinya memliki khasiat yang mirip dengan daun tetapi digunakan pula sebagai afrodisiaka (pembangkit gairah seksual).
  • Namun, seledri berpotensi menimbulkan alergi pada sejumlah orang yang peka. Penderita radang ka’al tidak dianjurkan mengonsumsinya.
  • Aromanya yang khas berasal dari sejumlah komponen mudah menguap dari minyak atsiri yang dikandung paling tinggi pada buahnya yang dikeringkan. Kandungan utamanya adalah butilftalida dan butilidftalida sebagai pembawa aroma utama. Terdapat juga sejumlah flavonoid seperti graveobiosid A (1-2%)dan B (0,1 – 0,7%), serta senyawa golongan fenol. Komponen lainnya apiin, isokuersitrin, furanokumarin, serta isoimperatorin. Kandungan asam lemakutama dalah asam petroselin (40-60%). Daun dan tangkai daun mengandung steroid seperti stigmasterol dan sitosterol.
  • Suatu enzim endonuklease yang disebut Cel1 juga diekstrak dari seledri dan dipakai dalam suatu teknik biologi molekular yang disebut Tilling.

Bawang Merah, Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan

Bawang Merah, Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan

Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) merupakan sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di dunia, berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya, kemudian dibudidayakan di daerah dingin, sub-tropis maupun tropis. Umbi bawang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula digunakan untuk campuran sayur.

Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. Pada ujung dan pangkal tangkai mengecil dan di bagian tengah menggembung, bentuknya seperti pipa yang berlubang di dalamnya. Tangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri dan mencapai 30-50 cm. Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna yang tiap bunga terdapat benang sari dan kepala putik. Bakal buah sebenarnya terbentuk dari 3 daun buah yang disebut carpel, yang membentuk tiga buah ruang dan dalam tiap ruang tersebut terdapat 2 calon biji.Buah berbentuk bulat dengan ujung tumpul. Bentuk biji agak pipih. Biji bawang merah dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara generatif.

Kandungan Gizi

  • Bawang merah mengandung vitamin C, kalium, serat, dan asam folat.
  • Selain itu, bawang merah juga mengandung kalsium dan zat besi.
  • Bawang merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberelin.
  • Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional, bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin.
  • Senyawa alliin oleh enzim alliinase selanjutnya diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin sebagai anti mikoba yang bersifat bakterisida.

Manfaat Kesehatan

  • Bawang merah dapat juga dapat bermanfaat sebagai obat yaitu untuk mengobati maag, masuk angin, menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan kolesterol, sebagai obat kencing manis (diabetes melitus), memperlancar pernafasan dan memperlancar aliran darah karena bawang merah dapat menghambat penimbunan trombosit dan meningkatkan aktivitas fibrinotik.

wp-1522421051779..jpg

JAGUNG, KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT UNTUK KESEHATAN

JAGUNG, KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT UNTUK KESEHATAN

Jagung (Zea mays ssp. mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum danpadi. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Pada masa kini, jagung juga sudah menjadi komponen penting pakan ternak. Penggunaan lainnya adalah sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena. Berbagai produk turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai produk industri.

Dari sisi botani dan agronomi, jagung merupakan tanaman model yang menarik. Sejak awal abad ke-20, tanaman ini menjadi objek penelitian genetika yang intensif. Secara fisiologi, tanaman ini tergolong tanaman C4 sehingga sangat efisien memanfaatkan sinar matahari. Dalam kajian agronomi, tanggapan jagung yang dramatis dan khas terhadap kekurangan atau keracunan unsur-unsur hara penting menjadikan jagung sebagai tanaman percobaan fisiologi pemupukan yang disukai.

Kandungan gizi

Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endosperma. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa danamilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis diketahui mengandung amilopektin lebih rendah tetapi mengalami peningkatan fito glikogen dan sukrosa.

Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah:

Kalori : 355 Kalor
iProtein : 9,2 gr
Lemak : 3,9 gr
Karbohidrat : 73,7 gr
Kalsium : 10 mg
Fosfor : 256 mg
Besi : 2,4 mg
Vitamin A : 510 SI
Vitamin B1 : 0,38 mg
Air : 12 gr

dan bagian yang dapat dicerna 90%.

Untuk ukuran yang sama, meski jagung mempunyai kandungan karbohidrat yang lebih rendah, namum mempunyai kandungan protein yang lebih banyak daripada beras.




NUTREN Junior, Profil dan Kandungan Gizi

NUTREN Junior, Profil dan Kandungan Gizi

Saat Anak sulit makan dan mengalami kgangguan kenaikkan Berat Badan seringkali orang atau dokter memilih memberikan susu yang tinggi kalori atau susu hiperdense. Salah satunya susu Nuteten Junior.  NUTREN Junior adalah minuman bergizi lengkap dan seimbang untuk anak usia 1-10 tahun yang memerlukan nutrisi tambahan.

Keunggulan NUTREN Junior:

  • 50% Protein Whey berkualitas tinggi sebagai sumber protein yang baik dan kaya sistein sebagai sumber antioksidan
  • Bebas laktosa, bebas gluten
  • Bebas serat, rendah residu
  • Mengandung 30 vitamin dan mineral penting
  • Osmolaritas rendah (270 mOsml/L)
  • NUTREN Junior dapat digunakan sebagai sumber gizi tunggal atau sebagai gizi tambahan bagi anak usia 1-10 tahun untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
  • Tersedia dalam kemasan 400g.




Faktor Unik ASI Yang Mempengaruhi Status Gizi dan Pertumbuhan Somatik

Faktor Unik ASI Yang Mempengaruhi Status Gizi dan Pertumbuhan Somatik

1516635943602-52.jpg

Bayi yang disusui memiliki karakteristik pertumbuhan yang berbeda dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Mereka tumbuh dengan tingkat yang sedikit berbeda dan memiliki komposisi tubuh yang berbeda  dan mungkin memiliki risiko lebih rendah untuk obesitas di kemudian hari. Dengan perhatian yang besar terhadap efek nutrisi awal pada titik-titik metabolik yang dapat mempengaruhi risiko anak terhadap penyakit orang dewasa (misalnya, asal mula awal hipotesis penyakit kronis) dan meningkatnya kejadian resistensi insulin awal, obesitas, dan diabetes tipe II pada remaja, penelitian selanjutnya harus fokus pada substansi apakah menyusui bersifat protektif.

Bayi yang mendapat ASI menyerap lemak lebih baik daripada bayi yang diberi susu formula karena adanya lipase pada susu manusia yang tidak ada dalam susu sapi (Hamosh, 1988). Bayi yang disusui sehat mengkonsumsi lebih sedikit susu (sekitar 85 kkal / kg berat badan / hari) selama bulan-bulan pertama kehidupan dibandingkan bayi yang sama dengan formula bayi ad libitum (100 kkal / kg / hari;). Bayi yang menyusui terus mengkonsumsi sekitar 10 kalori kkal / kg / berat badan lebih sedikit daripada bayi yang diberi susu formula. Bayi yang menyusui memiliki pengeluaran energi total yang rendah dan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat (Butte et al., 1990; Heinig et al., 1993). Selain itu, ada sedikit refluks gastro-esofagus pada bayi yang disusui, kemungkinan besar karena waktu pengosongan lambung yang lebih cepat, sehingga mengurangi asupan. Beberapa faktor trofik dan metabolik yang mempromosikan penanganan nutrisi khas dan pertumbuhan bayi yang disusui tercantum dalam Tabel di bawah ini

Faktor Unik dalam ASI Yang Secara Positif Mempengaruhi Status Gizi dan Pertumbuhan Somatik

Kandungan Golongan Fungsi Referensi
Amylase Enzyme Digesti Polysaccharide Howell dkk., 1986
Epidermal growth factor Growth factor/hormone Pertumbuhan Gastrointestinal / differentiasi Donovan and Odle, 1994; Dvorak dkk., 2003; Howell dkk, 1986
Erythropoietin Growth factor/hormone Produksi sel darah merah; mungkin sebagai faktor pertumbuhan bagi pencernan dan SSP Kling, 2002
Insulin Growth factor/hormone Anabolic hormone promotes carbohydrate, protein, dan akresi lemak Donovan and Odle, 1994
Insulin-like growth factor-I Growth factor/hormone Primary growth hormone of late fetal/neonatal period Donovan and Odle, 1994
Insulin-like growth factor-II Growth factor/hormone Unknown function; thought to be weak growth hormone Donovan and Odle, 1994
Lactoferrin Carrier protein Increases efficiency of iron delivery Howell dkk, 1986
Lipase Enzyme Triglyceride hydrolysis Howell dkk, 1986
Nerve growth factor Growth factor/hormone Neuronal growth/ differentiation Donovan and Odle, 1994
Proteases Enzyme Unknown if active in protein hydrolysis Howell dkk, 1986
Relaxin Growth factor/hormone Regulates morphological development of the nipple Donovan and Odle, 1994
Transforming growth factor-alpha Growth factor/hormone Gastrointestinal growth Donovan and Odle, 1994; Dvorak dkk., 2003

1518754459245-16.jpg

PERBANDINGAN Kandungan Gizi: Susu Kambing, Susu Kambing dan ASI

PERBANDINGAN Kandungan Gizi: Susu Sapi, Susu Kambing dan ASI

Susu kambing

  • Susu kambing adalah susu yang dihasilkan oleh kambing betina setelah melahirkan, dalam jangka waktu 0-3 hari dihasilkan susu kolostrum yang mengandung sangat banyak zat gizi jika dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing pun biasanya dikonsumsi sekadarnya saja, atau lebih karena susu ini dianggap mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Susu kambing rata-rata banyak dikonsumsi di Timur Tengahsejak 7000 SM.
  • Padahal, susu kambing memiliki protein terbaik setelah telur dan hampir setara dengan ASI. Susu kambing terbaik adalah susu yang segar (raw goat milk). susu kambing memiliki aroma yang khas bau prengus, yang disebabkan oleh asam kaproat dalam susu kambing, namun bau ini dapat di kurangi dengan memberikan pakan tambahan seperti akar som jawa

Komposisi susu kambing

  • kambing peranakan etawah memiliki komposisi susu yang teridi atas kadar protein 3,6%, lemak 6,17%, bahan kering 15,49%, dan BKTL 9,32%. Komposisi susu ini dapat dipengaruhi oleh perbedaan pakan dan perbedaan waktu pemerahan.
  • Pemberian pakan yang kaya akan omega -3 dan omega-6 terhadap kambing mampu meningkatkan kandungan omega-3 dan omega-6 pada susu kambing, dan diharapkan adanya kesimbangan rasio omega3:omega6 dalam susu kambing yang bermanfaat untuk kesehatan.
  • Produksi susu kambing tidak nyata dipengaruhi oelah interval pemerahan, namun memiliki kecenderungan bahwa interval 16:8 jam menunjukkan produksi susu yang lebih tinggi

PERBANDINGAN Kandungan Gizi: Susu Sapi, Susu Kambing dan ASI

 Nutrisi/jenis susu

sapi

kambing

manusia

lemak %

3,8

3,6

4,0

padatan bukan lemak %

8,9

9,0

8,9

laktosa %

4,1

4,7

6,9

nitrogen %

3,4

3,2

1,2

protein %

3,0

3,0

1,1

kasein %

2,4

2,6

0,4

kalsium %

0,19

0,18

0,04

fosfor  %

0,27

0,23

0,06

klorida %

0,15

0,10

0,06

besi (P/100, 000)

0,07

0,08

0,2

vitamin A (i.u. / g lemak)

39,0

21,0

32,0

vitamin B (ug/100 m)

68,0

45,0

17,0

riboflavin (ug/100ml)

210,0

159,0

26,0

vitamin C (mg asc a/100ml)

2,0

2,0

3,0

vitamin D (i.u. / g lemak)

0,3

0,7

0,07

kalori / 100 ml

70,0

69,0

68,0




Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Anak Usia Di Bawah 5 Tahun

Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Anak Usia Di Bawah 5 Tahun

 

Asupan makanan yang bergizi amat penting untuk si kecil agar bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Karena itu pastikan bahwa menu yang disajikan bagi si kecil memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Di usia ini anak memasuki usia pra sekolah dan mempunyai risiko besar terkena gizi kurang. Pada usia ini anak tumbuh dan berkembang dengan cepat sehingga membutuhkan zat gizi yang lebih banyak, sementara mereka mengalami penurunan nafsu makan dan daya tahan tubuhnya masih rentan sehingga lebih mudah terkena infeksi dibandingkan anak dengan usia lebih tua. Zat gizi yang mereka perlukan adalah Karbohidrat berfungsi sebagai penghasil energy bagi tubuh dan menunjang aktivitas anak yang mulai aktif bergerak. Mereka biasanya membutuhkan sebesar 1300 kkal per hari. Protein berfungsi untuk membangun dan memperbaiki sel tubuh dan menghasilkan energy. Mereka membutuhkan protein sebesar 35 gram per hari Mineral dan vitamin yang penting pada makanan anak adalah iodium, kalsium, zinc, asam folat, asam folat, zat besi, vitamin A,B,C,D,E, dan K. Mineral dan vitamin ini berperan dalam perkembangan motorik, pertumbuhan, dan kecerdasan anak serta menjaga kondisi tubuh anak agar tetap sehat. Sementara pertumbuhan fisik tubuh sedikit melambat, karenanya anak perlu makan makanan yang memberikan asupan gizi yang mendukung pertumbuhan otaknya.

Pola Makan balita harus terdiri dari:

  • Ketika bayi anda tumbuh menjadi balita, mereka harus sepenuhnya terintegrasi ke makanan keluarga, meskipun untuk sementara waktu mungkin mereka masih perlu bantuan untuk memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil
  • Satu hal yang perlu diperhatikan untuk membuat makanan keluarga cocok untuk anak Anda,yaitu  gunakan sedikit gula, garam dan hindari bumbu-bumbu dengan rasa yang tajam
  • Susu masih sangat berperan penting dalam pola makan anak Anda, meskipun mereka perlu sedikit lebih berkurang sekarang, sekitar 200-600 ml susu atau 2-3 porsi susu per hari
  • Berikan anak makanan yang sehat, bervariasi dan seimbang,
  • Anak harus makan berbagai macam makanan dari setiap kelompok makanan:
    • 4 porsi jenis karbohidrat perhari
    • 2-3 porsi susu perhari
    • 1-2 porsi jenis daging atau jenis daging lainnya perhari
    • 5 porsi jenis buah dan sayuran perhari

Kebutuhan Gizi Balita

Energi

  • Balita membutuhkan energi (sebagai kalori) untuk memungkinkan mereka untuk beraktifitas serta untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh mereka
  • Tubuh mendapatkan energi terutama dari lemak dan karbohidrat tetapi juga beberapa dari protein

Asupan Kalori

  • Anak-anak usia balita membutuhkan kalori yang cukup banyak disebabkan bergeraknya cukup aktif pula. Mereka membutuhkan setidaknya 1500 kalori setiap harinya. Dan balita bisa mendapatkan kalori yang dibutuhkan pada makanan-makanan yang mengandung protein, lemak dan gula.

Protein

  • Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan dan perbaikan jaringan tubuh, serta untuk membuat enzim pencernaan dan zat kekebalan yang bekerja unutkmelindungi tubuh si kecil.
  • Kebutuhan protein secara proporsional lebih tinggi untuk anak-anak daripada orang dewasa.
  • Asupan gizi yang baik bagi balita juga terdapat pada makanan yang mengandung protein. Karena protein sendiri bermanfaat sebagai prekursor untuk neurotransmitter demi perkembangan otak yang baik nantinya. Protein bisa didapatkan pada makanan-makanan seperti ikan, susu, telur 2 butir, daging 2 ons dan sebagainya.
  • Sumber protein ikan, susu, daging, telur, kacang-kacangan
  • Tunda pemberiannya bila timbul alergi atau ganti dengan sumber protein lain.
  • Untuk vegetarian, gabungkan konsumsi susu dengan minuman berkadar vitamin C tinggi untuk membantu penyerapan zat besi.

Lemak

  • Beberapa lemak dalam makanan sangat penting dan menyediakan asam lemak esensial, yaitu jenis lemak yang tidak tersedia di dalam tubuh
  • Lemak dalam makanan juga berfungsi untuk melarukan vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E dan K.
  • Anak-anak membutuhkan lebih banyak lemak dibandingkan orang dewasa karena tubuh mereka menggunakan energi yang lebih secara proposional selama masa pertumbuhan dan perkembangan mereka. Namun, Anjuran makanan sehat untuk anak usia lebih dari 5 tahun  adalah asupan lemak total sebaiknya tidak lebih dari 35% dari total energi.
  • Sumber lemak dalam dalam makanan bisa di dapat dalam : mentega, susu, daging, ikan, minyak nabati.

Karbohidrat

  • Karbohidrat merupakan pati dan gula dari makanan
  • Pati merupakan komponen utama dari sereal, kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran akar
  • Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi anak. Hampir separuh dari energi yang dibutuhkan seorang anak sebaiknya berasal dari sumber makanan kaya karbahidrat seperti roti, seral, nasi, mi, kentang.
  • Anjuran konsumsi karbohidrat sehari bagi anak usia 1 tahun keatas antara 50-60%
  • Anak-anak tidak memerlukan ‘gula pasir’ sebagai energy serta madu harus dibatasi.
  • Dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan karbohidrat sebagai energi utama serta bermanfaat untuk perkembangan otak saat belajar dikarnakan karbohidrat di otak berupa Sialic Acid. Begitu juga dengan balita, mereka juga membutuhkan gizi tersebut yang bisa diperoleh pada makanan seperti roti, nasi kentang, roti, sereal, kentang, atau mi.
  • Kenalkan beragam karbohidrat secara bergantian.
  • Selain sebagai menu utama, karbohidrat bisa diolah sebagai makanan selingan atau bekal sekolah seperti puding roti atau donat kentang yang lezat.

Serat

  • Serat adalah bagian dari karbohidrat dan protein nabati yang tidak dipecah dalam usus kecil dan penting untuk mencegah sembelit serta  gangguan usus lainnya.
  • Serat dapat membuat perut anak menjadi cepat penuh dan terasa kenyang, menyisakan ruang untuk makanan lainnya sehinga sebaiknya tidak diberikan berlebih

Vitamin dan Mineral

  • Vitamin adalah zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil untuk banyak proses penting yang dilakukan dalam tubuh
  • Mineral adalah zat anorganik yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai fungsi
  • Makanan yang berbeda memberikan vitamin dan mineral yang berbeda dan memiliki diet yang bervariasi dan seimbang . Ini penting untuk menyediakan jumlah yang cukup dari semua zat gizi
  • Ada beberapa pertimbangan pemberian zat  gizi untuk diingat, seperti pentingnya zat besi dan pemberian vitamin dalam bentuk suplemen.

Zat besi

  • Usia balita merupakan usia yang cenderung kekurangan zat besi sehingga balita harus diberikan asupan makanan yang mengandung zat besi. Makanan atau minuman yang mengandung vitamin C seperti jeruk merupakan salah satu makanan yang mengandung gizi yang bermanfaat untuk penyerapan zat besi.

Kalsium

  • Balita juga membutuhkan asupan kalsium secara teratur sebagai pertumbuhan tulang dan gigi balita. Salah satu pemberi kalsium terbaik adalah susu yang diminum secara teratur.
Kebutuhan nutrisi harian anak usia 1-3 tahun (1000 kkal)
Nutrisi Kebutuhan/Hari Setara  dengan….
Vit A 400 ug Wortel  (50 gram)
Vit D 200 IU Susu  (470 ml atau 2 cangkir)
Vit K 15 ug 2  tangkai   asparagus (20 gram)
Vit B1 (Thiamin) 0,5 mg Kentang  rebus (150 gram)
Vit B2 (Riboflavi) 0,5 mg Telur  rebus (55 gram)
Vit B3 (Niacin) 6 mg Dada   ayam (50 gram)
Vit B6 (piridoksin) 0,5 ug Fillet  salmon (90 gram)
Vit B12 0,9 ug 1  butir  telur  rebus
Asam Folat 150 ug 3  kuntum  brokoli (35 gram)
Kalsium 500 mg Susu (290 ml)
Magnesium 60 mg 1  mangkuk  buah  labu (245 gram)
Zat Besi 8 mg Daging  sapi (170 gram)
Zinc 7 mg Kacang  tanah (100 gram)
Selenium 17 ug Tuna (20 gram)
Natrium 0,8 g Garam   (1/2 sendok teh)




Menentukan Kebutuhan Protein Pada Anak Balita dan Dampak Kekurangannya

Menentukan Kebutuhan Protein Pada Anak Balita dan Dampak Kekurangannya

 

Protein mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentukhormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumberasam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

Protein merupakan senyawa organik dalam makanan yang bermanfaat untuk membangun jaringan baru pada tubuh, memperbaki jaringan tubuh yang telah rusak, dan sumber pertahanan tubuh. Protein dapat diperoleh dari sumber hewani seperti daging, hati, ikan, kerang, udang, ayam, telur dan susu, serta dari sumber nabati seperti kedelai, kacang, beras, jagung, dan kelapa.

Manfaat Protein bagi tubuh:

  • Membangun, memelihara, dan memperbaiki jaringan-jaringan
  • Menghasilkan zat yang digunakan oleh tubuh, seperti enzim dan hormon;
  • Mengatur daya tahan tubuh
  • Membantu melawan penyakit yang menyerang orang-orang yang kekurangan gizi, dan
  • Menyediakan stamina dan energi, menjaga orang agar tetap aktif.

wp-1557580749847..jpg

Menentukan Kebutuhan Protein Pada Anak Balita

Menentukan kebutuhan nutrisi anak balita :

  1. Menentukan Desirable Body Weight (DBW) atau Berat Badan Ideal
  2. Penentuan berat badan ideal untuk anak balita (1-5 tahn) secara sederhana dapat menggunakan rumus BBI = (usia dalam tahun x 2) + 8
  3. Menentukan Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Total Per Hari
  4. Kebutuhan energi/kalori pada anak balita dapat dilakukan dengan rumus :
    • Kebutuhan energi = 1000 + (100 x usia dalam tahun)
    • Kebutuhan energi usia 1-3 tahun = 100 kalori/kg BBI
    • Kebutuhan energi usia 4-5 tahun =    90 kalori/kg BBI
  5. Menentukan Kebutuhan protein adalah sebesar 10% dari total kebutuhan energi sehari, dapat dihitung : (10% x Total Energi Harian) : 4 = x gram
  6. Menentukan Kebutuhan Lemak yaitu sebesar 20% dari total energi harian yaitu :  (20% x Total Energi Harian) : 9 = x gram
  7. Kebutuhan Karbohidrat adalah sisa dari total energi harian dikurangi prosentase protein dan lemak Contoh : Balita kita berusia 2 tahun, maka BBI nya adalah: (1 thn x2)+8 =10 kg
  • Kebutuhan kalori : 100 kal/kg BBI, yaitu 100×12 kg = 1000 kal/hari
  • Kebutuhan zat gizi : Protein 10% dari total kalori = (10% x 1000 kal) : 4 = 20 gram
  • Lemak 20% dari total kalori = (20% x 1000 kal) : 9 = 24 gram
  • Karbohidrat, sisa dari total kalori dikurangi prosentase protein dan lemak = (70% x 1000 kal) : 4 = 210 gram
  • Balita usia 1-3 tahun hanya membutuhkan sekitar 13 gram protein setiap hari, sementara balita usia 4-5 tahun membutuhkan protein sebanyak 19 gram setiap hari.

Jumlah protein yang terkandung dalam makanan, satu butir telur menawarkan sekitar 7 gram protein, satu cangkir susu mengandung sekitar 8 gram protein, setengah cangkir yogurt mengandung sekitar 5 gram protein, dan satu sendok makan selai kacang mengandung protein sekitar 4 gram. Pemberian asupan susu penting bagi pemenuhan protein. Susu merupakan sumber protein yang baik dan banyak disukai oleh anak-anak. Anda dapat menambahkan susu ke dalam sereal sarapannya anak atau menyajikannya langsung. Tetapi yang perlu Jangan terlalu banyak menambahkan gula pada susu untuk mencegah kegemukan dan karies gigi.

Selai kacang adalah sumber protein alami yang sangat baik, tapi pastikan untuk mengoleskannya tipis-tipis di atas roti agar tidak membuatnya tersedak. Perkenalkan juga si kecil dengan beberapa jenis makanan seperti kacang tanah, kacang mete, atau kacang ijo yang dibuat bubur. Tetapi sebelumnya pastikan terlebih dahulu apakah balita Anda memiliki alergi terhadap kacang atau tidak.

Memberikan asupan protein ikan
Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik, ditambah lagi ikan mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak anak. Pilihlah ikan seperti nila, lele, gurame, salmon dan sebagainya.

Pembagian Makanan Sehari Diet 1000 kalori 30 gram Protein :

  • Nasi                   3P   = 300 gram (2  gelas)
  • Protein hewani    3P   = 100 gram ( 2 potong sedang)
  • Protein nabati    2,5P  = 75 gram tempe/30 gram kacang hijau (1 potong tempe/2 sendok makan kc.hijau)
  • Sayuran             1,5P  = 1250 gram (1  gelas sayuran masak)
  • Buah                    3P  = +/- 250 gram
  • Minyak              2,5P = 12,5 gram (2 sendok teh)

wp-1557580749847..jpg

Dampak Kekurangan Protein

Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengonsumsi 1 g protein per kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.

Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:

  1. Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
  2. Yang paling buruk ada yang disebut dengan
  3. Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein.
  4. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem. Simptom yang lain dapat dikenali adalah:hipotonusgangguan pertumbuhanhati lemak
  5. Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.

 




Menentukan Kebutuhan Nutrisi Anak Balita

Menentukan kebutuhan nutrisi anak balita :

  • Menentukan Desirable Body Weight (DBW) atau Berat Badan Ideal Penentuan berat badan ideal untuk anak balita (1-5 tahn) secara sederhana dapat menggunakan rumus BBI = (usia dalam tahun x 2) + 8
  • Menentukan Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Total Per Hari
  1. Kebutuhan energi/kalori pada anak balita dapat dilakukan dengan rumus :
           a. Keb. energi = 1000 + (100 x usia dalam tahun)
    b. Keb energi usia 1-3 tahun = 100 kalori/kg BBI
    Keb energi usia 4-5 tahun =    90 kalori/kg BBI
  2. Kebutuhan protein adalah sebesar 10% dari total kebutuhan energi sehari, dapat dihitung : (10% x Total Energi Harian) : 4 = x gram
  3. Kebutuhan Lemak yaitu sebesar 20% dari total energi harian yaitu :  (20% x Total Energi Harian) : 9 = x gram
  4. Kebutuhan Karbohidrat adalah sisa dari total energi harian dikurangi prosentase protein dan lemak

Contoh :
Balita kita berusia 2 tahun, maka BBI nya adalah: (1 thn x2)+8 =10 kg

  • Kebutuhan kalori :
    100 kal/kg BBI, yaitu 100×12 kg = 1000 kal/hariKebutuhan zat gizi :
  • Protein 10% dari total kalori = (10% x 1000 kal) : 4 = 20 gram
  • Lemak 20% dari total kalori = (20% x 1000 kal) : 9 = 24 gram
  • Karbohidrat, sisa dari total kalori dikurangi prosentase protein dan lemak =
    (70% x 1000 kal) : 4 = 210 gram

Pembagian Makanan Sehari Diet 1000 kalori 30 gram Protein :

  • Nasi                   3P   = 300 gram (2  gelas)
  • Protein hewani    3P   = 100 gram ( 2 potong sedang)
  • Protein nabati    2,5P  = 75 gram tempe/30 gram kacang hijau (1 potong tempe/2 sendok makan kc.hijau)
  • Sayuran             1,5P  = 1250 gram (1  gelas sayuran masak)
  • Buah                    3P  = +/- 250 gram
  • Minyak              2,5P = 12,5 gram (2 sendok teh)

1557568692253.jpg




Menentukan Kebutuhan Kalori, Protein, Karbohidrat dan Lemak Pada Anak Balita

Menentukan Kebutuhan Kalori, Protein, Karbohidrat dan Lemak Pada Anak Balita

Menentukan Kebutuhan Kalori, Protein, Karbohidrat dan Lemak Pada Anak Balita

Menentukan kebutuhan nutrisi anak balita :

  1. Menentukan Desirable Body Weight (DBW) atau Berat Badan Ideal
  2. Penentuan berat badan ideal untuk anak balita (1-5 tahn) secara sederhana dapat menggunakan rumus BBI = (usia dalam tahun x 2) + 8
  3. Menentukan Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Total Per Hari
  4. Kebutuhan energi/kalori pada anak balita dapat dilakukan dengan rumus :
    • Keb. energi = 1000 + (100 x usia dalam tahun)
    • Keb energi usia 1-3 tahun = 100 kalori/kg BBI
    • Keb energi usia 4-5 tahun =    90 kalori/kg BBI
  5. Menentukan Kebutuhan protein adalah sebesar 10% dari total kebutuhan energi sehari, dapat dihitung : (10% x Total Energi Harian) : 4 = x gram
  6. Menentukan Kebutuhan Lemak yaitu sebesar 20% dari total energi harian yaitu :  (20% x Total Energi Harian) : 9 = x gram
  7. Kebutuhan Karbohidrat adalah sisa dari total energi harian dikurangi prosentase protein dan lemak Contoh : Balita kita berusia 2 tahun, maka BBI nya adalah: (1 thn x2)+8 =10 kg
  • Kebutuhan kalori :
    100 kal/kg BBI, yaitu 100×12 kg = 1000 kal/hari
  • Kebutuhan zat gizi :
  • Protein 10% dari total kalori = (10% x 1000 kal) : 4 = 20 gram
  • Lemak 20% dari total kalori = (20% x 1000 kal) : 9 = 24 gram
  • Karbohidrat, sisa dari total kalori dikurangi prosentase protein dan lemak =
    (70% x 1000 kal) : 4 = 210 gram

wp-1557580749847..jpg

Pembagian Makanan Sehari Diet 1000 kalori 30 gram Protein :

  • Nasi                   3P   = 300 gram (2  gelas)
  • Protein hewani    3P   = 100 gram ( 2 potong sedang)
  • Protein nabati    2,5P  = 75 gram tempe/30 gram kacang hijau (1 potong tempe/2 sendok makan kc.hijau)
  • Sayuran             1,5P  = 1250 gram (1  gelas sayuran masak)
  • Buah                    3P  = +/- 250 gram
  • Minyak              2,5P = 12,5 gram (2 sendok teh)

1557568692253.jpg

Menentukan Kebutuhan Lemak Pada Anak Balita

1557568692253.jpgMenentukan Kebutuhan Lemak Pada Anak Balita

Bukan hanya pada orang dewasa, anak juga membutuhkan lemak dalam menu hariannya. Karena seperti juga halnya dengan karbohidrat, dan protein, lemak sama pentingnya melihat sejumlah fungsi yang diperankannya. Bukan saja menu menjadi tidak seimbang bila tanpa atau kekurangan asupan lemak tubuh anak bertumbuh tak normal. Bahkan sejak masih dalam kandungan lemak dibutuhkan untuk pertumbuhan otak.

Lemak adalah sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitaminyang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K),monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid,terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain. Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.

Lemak dapat memenuhi fungsi dasar bagi anak, yaitu:

  1. Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal.
  2. Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan dengankarbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air,ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel.
  3. Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dansteroid hormon dan kelenjar empedu.
  4. Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologisBerfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.
  5. Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua jenis sel.
    Bayi dan anak yang kurang asupan lemaknya tentu akan bermasalah dengan laju pertumbuhannya, selain dapat muncul pada kulit dan rambutnya. Mungkin juga bergejala kekurangan vitamin A, selain D, E, dan K yang memerlukan lemak untuk metabolismenya. Kekurangan lemak berarti kekurangan keempat vitamin ini.
  6. Bahan dasar lemak selain trigleseride, juga ada asam lemak (fatty acid). Di antara sekian asam lemak ada yang bersifat esensial (essential fatty acid). Jenis lemak ini tidak boleh tidak harus ada dalam menu harian.
  7. Asam lemak linolenat (linolenic acid) penting bagi pertumbuhan, selain asam lemak linoleat (linoleic acid). Kita menemukan kedua asam lemak ini dalam minyak ikan selain dalam minyak tumbuhan (safflower, sunflower, corn oil), serta sayur berwarna hijau, kecambah, kenari, dan kedelai.
  8. Khusus lemak dalam ikan, terutama ikan dari laut dalam, kaya kandungan asam lemak esensial Omega-3, baik fraksi EPA (eicosapentaenoic acid) maupun yang DHA (docosahexaenoic acid), bukan saja penting untuk pertumbuhan bayi, terlebih bagi otaknya.  Peran lemak dalam kesehatan rambut dan kulit tidak diragukan. Lemak yang tersimpan di bawah kulit membantu mengatur suhu tubuh selain sebagai cadangan kalori saat kelaparan. Lemak yang membungkus organ tubuh berfungsi melindungi organ dari goncangan. Satu yang penting, lemak dibutuhkan untuk membran sel tubuh, selain untuk pembuatan enzim, hormon, alat transportasi dalam darah.

wp-1557580749847..jpg

Menentukan kebutuhan nutrisi anak balita :

  1. Menentukan Desirable Body Weight (DBW) atau Berat Badan Ideal
  2. Penentuan berat badan ideal untuk anak balita (1-5 tahn) secara sederhana dapat menggunakan rumus BBI = (usia dalam tahun x 2) + 8
  3. Menentukan Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Total Per Hari
  4. Kebutuhan energi/kalori pada anak balita dapat dilakukan dengan rumus :
    • Kebutuhan energi = 1000 + (100 x usia dalam tahun)
    • Kebutuhan energi usia 1-3 tahun = 100 kalori/kg BBI
    • Kebutuhan energi usia 4-5 tahun =    90 kalori/kg BBI
  5. Menentukan Kebutuhan Lemak yaitu sebesar 20% dari total energi harian yaitu :  (20% x Total Energi Harian) : 9 = x gram

Kebutuhan Lemak Pada Anak

  • Contoh : Balita kita berusia 2 tahun, maka BBI nya adalah: (1 thn x2)+8 =10 kg

Kebutuhan kalori :

  • 100 kal/kg BBI, yaitu 100×12 kg = 1000 kal/hari
    Kebutuhan zat gizi :
  • Protein 10% dari total kalori = (10% x 1000 kal) : 4 = 20 gram
  • Lemak 20% dari total kalori = (20% x 1000 kal) : 9 = 24 gram
  • Karbohidrat, sisa dari total kalori dikurangi prosentase protein dan lemak =
    (70% x 1000 kal) : 4 = 210 gram

wp-1557580749847..jpg

Pembagian Makanan Sehari Diet 1000 kalori 30 gram Protein :

  • Nasi                   3P   = 300 gram (2  gelas)
  • Protein hewani    3P   = 100 gram ( 2 potong sedang)
  • Protein nabati    2,5P  = 75 gram tempe/30 gram kacang hijau (1 potong tempe/2 sendok makan kc.hijau)
  • Sayuran             1,5P  = 1250 gram (1  gelas sayuran masak)
  • Buah                    3P  = +/- 250 gram
  • Minyak              2,5P = 12,5 gram (2 sendok teh)

1557568692253.jpg

Cara Menentukan Kebutuhan Karbohidrat Pada Anak Balita

Menentukan Kebutuhan Karbohidrat Pada Anak Balita

wp-1465209441587.jpg

Karbohidrat adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat sendiri terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuhmakhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar(misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).

Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh manusis. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Misalnya, pada vertebrata, glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengambil tenaga yang tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses respirasi seluler untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain itu, kerangka karbon monosakarida juga berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organik kecil lainnya, termasuk asam amino dan asam lemak. Sebagai nutrisi untuk manusia, 1 gram karbohidrat memiliki nilai energi 4 Kalori.

Dalam menu makanan orang Asia Tenggara termasuk Indonesia, umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi, yaitu antara 70–80%. Bahan makanan sumber karbohidrat ini misalnya padi-padian atau serealia (gandum danberas), umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), dan gula. Namun, daya cerna tubuh manusia terhadap karbohidrat bermacam-macam bergantung pada sumbernya, yaitu bervariasi antara 90%–98%. Seratmenurunkan daya cerna karbohidrat menjadi 85%. Manusia tidak dapat mencerna selulosa sehingga serat selulosa yang dikonsumsi manusia hanya lewat melalui saluran pencernaan dan keluar bersamafeses. Serat-serat selulosa mengikis dinding saluran pencernaan dan merangsangnya mengeluarkan lendir yang membantu makanan melewati saluran pencernaan dengan lancar sehingga selulosa disebut sebagai bagian penting dalam menu makanan yang sehat. Contoh makanan yang sangat kaya akan serat selulosa ialah buah-buahan segar, sayur-sayuran, danbiji-bijian.Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

Beberapa jenis polisakarida berfungsi sebagai materi simpanan atau cadangan, yang nantinya akan dihidrolisis untuk menyediakan gula bagi sel ketika diperlukan. Pati merupakan suatu polisakarida simpanan pada tumbuhan. Tumbuhan menumpuk pati sebagai granul atau butiran di dalam organelplastid, termasuk kloroplas. Dengan mensintesis pati, tumbuhan dapat menimbun kelebihan glukosa. Glukosa merupakan bahan bakar sel yang utama, sehingga pati merupakan energi cadangan

Menentukan kebutuhan nutrisi anak balita :

  1. Menentukan Desirable Body Weight (DBW) atau Berat Badan Ideal
  2. Penentuan berat badan ideal untuk anak balita (1-5 tahn) secara sederhana dapat menggunakan rumus BBI = (usia dalam tahun x 2) + 8
  3. Menentukan Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Total Per Hari
  4. Kebutuhan energi/kalori pada anak balita dapat dilakukan dengan rumus :
    • Kebutuhan energi = 1000 + (100 x usia dalam tahun)
    • Kebutuhan energi usia 1-3 tahun = 100 kalori/kg BBI
    • Kebutuhan energi usia 4-5 tahun =    90 kalori/kg BBI
  5. Menentukan Kebutuhan Lemak yaitu sebesar 20% dari total energi harian yaitu :  (20% x Total Energi Harian) : 9 = x gram
  • Contoh :
    • Balita kita berusia 2 tahun, maka BBI nya adalah: (1 thn x2)+8 =10 kg
    • Karbohidrat, sisa dari total kalori dikurangi prosentase protein dan lemak = (70% x 1000 kal) : 4 = 210 gram

wp-1557580471639..jpg

Pembagian Makanan Sehari Diet 1000 kalori 30 gram Protein :

  • Nasi                   3P   = 300 gram (2  gelas)
  • Protein hewani    3P   = 100 gram ( 2 potong sedang)
  • Protein nabati    2,5P  = 75 gram tempe/30 gram kacang hijau (1 potong tempe/2 sendok makan kc.hijau)
  • Sayuran             1,5P  = 1250 gram (1  gelas sayuran masak)
  • Buah                    3P  = +/- 250 gram
  • Minyak              2,5P = 12,5 gram (2 sendok teh)

1557568692253.jpg

 

Cara Pemilihan Susu Formula Terbaik Untuk Bayi dan Anak

Susu Formula Terbaik, Bukan Terkenal Termahal DisukaiPEMILIHAN SUSU FORMULA TERBAIK BAGI ANAK

ASI adalah susu yang terbaik bagi anak. Susu formula terbaik adalah susu yangsesuai dengan kondisi anak dan tidak menimbulkan gangguan. Bukan karena yang disukai, termahal, terkenal atau yang mengandung berbagai macam kandungan kecerdasan 

Dr Widodo Judarwanto SpA BREAST IS THE BEST 

ASI adalah merupakan makanan terbaik untuk bayi dan anak. Tetapi menjadi masalah bila anak tidak dapat mengkonsumsi ASI dengan cukup karena berbagai kondisi dan keadaan. Penggunaan PASI (Pengganti ASI) menjadi alternatif yang tidak dapat dihindarkan. Orang tua sering dihadapkan pada masalah pemilihan jenis susu formula yang tepat dan baik untuk bayi. Masalah ini diperumit dengan semakin banyaknya susu formula yang beredar di pasaran. Informasi tentang pemahaman pemilihan jenis susu semakin banyak didapatkan, baik dari dokter, sales promotion di supermarket, iklan di media cetak dan elektronik, brosur atau dari pengalaman ibu lainnya. Informasi yang beragam inilah yang kadang membingungkan orang tua, karena sering sangat berbeda dan berlawanan. Seorang ibu mendapat advis dari dokter bahwa anaknya harus memakai susu A. Saat mencari susu tersebut di supermarket mendapat informasi dari seorang SPG (Sales Promotion Girl) bahwa susu A mungkin tidak cocok karena tidak bisa menggemukkan jadi harus dengan susu B. Sesampai di rumah si ibu mencoba “curhat” pertelepon dengan temannya. Si teman mengatakan bahwa anaknya bisa gemuk dengan susu C karena lebih terkenal dan lebih mahal. Dengan perasaan bingung si Ibu mencoba konsultasi ke dokter lainnya ternyata advisnya berbeda lagi, anak harus minum susu D. Contoh tersebut menunjukkan bahwa kesulitan pemilihan jenis susu banyak dialami oleh para orang tua terutama yang mempunyai anak alergi atau gangguan pencernaan. Pemilhan susu formula yang tidak tepat akan mengakibatkan gangguan beberapa fungsi dan organ tubuh seperti diare, sering batuk, sesak dan sebagainya. Gangguan sistem tubuh tersebut ternyata dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan serta mempengaruhi dan memperberat gangguan perilaku anak. Pemilihan susu terbaik bagi anak harus dilakukan secara cermat dan teliti. Susu merupakan makanan bayi dan anak yang dikonsumsi setiap hari dalam jumlah banyak dan jangka panjang. Bila susu tersebut tidak cocok bisa menimbulkan gangguan tumbuh kembang yang terjadi terjadi terus menerus dalam jangka panjang. 

PEMILIHAN SUSU FORMULA TERBAIK

  • Susu formula bayi adalah cairan atau bubuk dengan formula tertentu yang diberikan pada bayi dan anak-anak. Mereka berfungsi sebagai pengganti ASI. Susu formula memiliki peranan yang penting dalam makanan bayi karena seringkali bertindak sebagai satu-satunya sumber gizi bagi bayi. Karenanya, komposisi susu formula yang diperdagangkan dikontrol dengan hati-hati dan FDA (Food and Drugs Association/Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) mensaratkan produk ini harus memenuhi standard ketat tertentu.
  • Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare atau muntah. Susu yang paling enak dan disukai bukan merupakan pertimbangan utama pemilihan susu. Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi anak. Tetapi sebaliknya bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak terganggu maka nafsu makan atau minum susu pada anak tidak akan terganggu. Harga susu yang mahal dan merek yang terkenal juga bukan merupakan jaminan bahwa susu tersebut yang terbaik. Keterkenalan merek susu formula tertentu di suatu negara atau daerah sebenarnya lebih karena pertimbangan keberhasilan strategi pemasaran dan penyediaan barang. Hal ini dapat dillihat bahwa susu dengan penjualan tertinggi di negara satu dengan negara lainnya di dunia sangat berbeda dan bervaiasi.

  • Penambahan AA, DHA, Spingomielin pada susu formula sebenarnya tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Penambahan zat yang diharap berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial. Banyak penelitian masih bertolakbelakang untuk menyikapi pendapat tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian AA dan DHD pada penderita prematur tampak lebih bermanfaat. Sedangkan pemberian pada bayi cukup bulan (bukan prematur) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna mempengaruhi kecerdasan. Sehingga ESPGAN, British Nutrition Foundation, dan WHO/FAO hanya merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur saja. Penjualan susu formula adalah merupakan bisnis perdagangan yang sangat besar dan sangat menggiurkan. Setiap hari kita disuguhi promosi susu formula yang demikian gencar. Semua produsen susu berlomba-loba mengangkat isu kecerdasan dengan mengandalkan AA, DHA, Spingomielin dan sebagainya. Karena sangat gencarnya promosi “susu kecerdasan” ini, banyak orangtua menolak bila susu anaknya tidak mengandung AA dan DHA. Fenomena ini merubah perilaku produsen untuk selalu menambah zat kecerdasan pada semua produk susu dan makanan anak. Sehingga akhirnya penambahan kandungan AA dan DHA kesannya hanya untuk kepentingan bisnis belaka.
  • Penambahan prebiotik atau sinbiotik untuk memperbaiki saluran cerna bukanlah yang utama. Selama bahan dasar susu formula tersebut bisa diterima saluran cerna, maka penambahan kandungan tersebut tidak terlalu bermanfaat. Sebaliknya meskipun terdapat zat tersebut, tetapi bila beberapa kandungan dalam susu sapi tidak bisa diterima saluran cerna juga tidak akan memperbaiki keadaan. Bila terdapat masalah gangguan saluran cerna berkepanjangan yang penting adalah mencari jenis susu atau makanan lainnya yang dapat mengganggu saluran cerna tersebut.

MENGAPA SUSU FORMULA TIDAK COCOK

  • Pengaruh ketidak cocokan terhadap susu formula bisa disebabkan karena reaksi simpang makanan bisa karena reaksi alergi atau reaksi nonalergi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sIstem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul.
  • Reaksi non alergi atau reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi. Intoleransi ini bisa terjadi ketidakcocokan terhadap laktosa, gluten atau jenis lemak tertentu. Reaksi simpang makanan tersebut terjadi karena ketidakcocokan beberapa kandungan didalam susu formula. Bisa terjadi karena ketidakcocokan terhadap kandungan protein susu sapi (kasein), laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya.

GEJALA REAKSI ALERGI SUSU SAPI ATAU REAKSI SIMPANG SUSU FORMULA 

  • Gangguan akibat ketidakcocokan susu formula bisa timbul karena reaksi cepat atau timbulnya gejala kurang dari 8 jam. Pada reaksi lambat atau gejala baru timbul setelah lebih dari 8 jam, atau kadang setelah minum susu 5 atau 7 hari baru timbul keluhan. Tanda dan gejala ketidak cocokan susu formula atau alergi susu hampir sama dengan alergi makanan. Gangguan tersebut dapat mengganggu semua organ tubuh terutama pencernaan, kulit, saluran napas dan organ lainnya

Manifestasi klinis yang sering diperberat dan dikaitkan karena reaksi alergi atau reaksi simpang susu formula

  • Saluran cerna : Pada bayi : sering muntah/gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden atau mulet”, sering rewel,gelisah atau kolik terutama malam hari) dan sering minta minum. Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari. Kotoran berbau tajam, warna hijau atau berak darah. Lidah/mulut sering timbul putih, Karena sering ngeden beresiko terjadi Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis dan inguinalis. Pada anak lebih besar : mulut berbau, sulit buang air besar, BAB tidak tiap hari, kotoran bulat-bulat seperti kotoran kambing, berbau tajam, warna hijau tua atau hitam, nyeri perut.
  • Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Kotoran telinga berlebihan. Kulit Kepala Berkerak. Pembesaran kelenjar di belakang kepala atau leher. Sering berkeringat (berlebihan), kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • Saluran napas : Pada bayi : Napas grok-grok, kadang disertai batuk ringan, terutama malam dan pagi hari. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, Bila tidur kepala sering miring ke salah satu sisi karena hidung buntu sebelah. Minum ASI sering tersedak atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.
  • Pada anak besar : sering batuk, batuk lama (>2 minggu), pilek, (terutama malam dan pagi hari siang hari hilang) sinusitis, bersin, sesak, astma dan suara serak.

Reaksi simpang makanan seperti ketidakcocokan susu formula terutama mengganggu sistem saluran cerna. Gangguan saluran cerna tersebut kadang mengakibatkan gangguan permeabilitas pada saluran cerna atau leaky gut. Banyak penelitian terakhir mengungkapkan bahwa gangguan saluran cerna kronis dengan berbagai mekanisme imunopatofisiologis dan imunopatobiologis ternyata dapat mengakibatkan gangguan neurofungsional otak. Gangguan fungsi otak tersebut mempengaruhi gangguan perilaku seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan tidur, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala ADHD dan Autis.

Gangguan perilaku dan motorik (gangguan neuroanatomis dan neurofisiologis) yang sering diperberat dan dikaitkan karena reaksi alergi atau reaksi simpang susu formula

  • Gangguan neuroanatomis : mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar, sakit kepala, migrain
  • Gerakan motorik berlebihan atau hiperkinetik : usia 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala ke belakang-membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}, sering memanjat. Perilaku “tomboy” pada anak perempuan
  • Gangguan tidur (biasanya malam hari) gelisah/bolak-balik ujung ke ujung, bila tidur posisi “nungging”, berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur, sulit tidur. Pada anak lebih besar, malam sering terbangun/duduk,mimpi buruk, “beradu gigi”
  • Agresif dan emosi meningkat : sering memukul kepala sendiri,orang atau benda di sekitarnya. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”). Mudah marah, keras kepala sering berteriak.
  • Gangguan konsentrasi dan gangguan belajar : Cepat bosan terhadap sesuatu aktifitas (kecuali menonton televisi, baca komik atau main game), tidak bisa belajar lama, terburu-buru, tidak mau antri, tidak teliti, sering kehilangan barang atau sering lupa, nilai pelajaran naik turun drastis. Nilai pelajaran tertentu baik, tapi pelajaran lain buruk. Sulit menyelesaikan pelajaran sekolah dengan baik.Sering mengobrol dan mengganggu teman saat pelajaran, Biasanya tampak cerdas dan pintar.
  • Gangguan koordinasi dan keseimbangan motorik kasar : Bolak-balik, duduk, merangkak terlambat atau tidak sesuai usia. Berjalan sering terjatuh dan terburu-buru, sering menabrak, jalan jinjit, duduk leter W/kaki ke belakang. Gangguan mengunyah atau menelan, tidak mau makan berserat seperti sayur atau daging atau terlambat kemampuan makan nasi tim (normal usia 9 bulan) atau nasi (normal usia 1 tahun)
  • Keterlambatan bicara : Perbendaharaan kata kurang dari 5 kata pada umur 15 bulan, kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya usia lebih 2 tahun membaik.
  • Memperberat gejala dan perilaku ADHD (hiperaktif) dan AUTIS (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi

BERBAGAI JENIS SUSU FORMULA

  • Susu sebagai minuman utama pada bayi terdiri dari ASI, PASI atau susu formula (comercial formula) dan Non Formula. ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, kandungan gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak. ASI juga mengandung zat untuk perkembangan kecerdasan, zat kekebalan (mencegah dari berbagai penyakit) dan dapat menjalin hubungan cinta kasih antara bayi dengan ibu. Manfaat bagi ibu dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, menunda kehamilan, mengurangi risiko terkena kanker payudara, dan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi ibu.
  • PASI (Pengganti Air Susu Ibu) adalah merupakan alternatif terakhir bila memang ASI tidak keluar, kurang atau mungkin karena sebab lainnya. PASI adalah makanan bayi yang secara tunggal dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai berumur enam bulan.
  • PASI dapat dikelompokkan menjadi susu formula awal (starting formula), susu lanjutan (Followup Formula) .dan susu formula khusus (specific formula).
    • Starting Formula biasanya diberikan sejak lahir sebelum usia 6 bulan dan Followup Formula diberikan di atas usia 6 bulan.
    • Spesific formula merupakan formula khusus yang diberikan pada bayi yang mengalami gangguan malabsorbsi, alergi, intoleransi ataupun penyakit metabolik. Susu formula khusus ini sangat banyak dan bervariasi yang berisi formula tertentu bagi keadaan yang tertentu pula.
      • Diantaranya adalah susu hidrolisa protein ektensif seperti Pepti junior, pregestimil. Golongan susu ini termasuk yang paling aman karena komposisinya tanpa laktosa, mengandung banyak lemak MCT (monochain trigliserida) dan protein susu yang lebih mudah dicerna. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita alergi susu sapi, alergi susu kedelai, malabsorspsi dan sebaginya.
      • Susu formula khusus lainnya adalah susu hidrolisat protein parsial, seperti NAN PHP atau Enfa PHP. Golongan susu ini biasanya digunakan untuk bayi yang beresiko alergi atau untuk mencegah gejala alergi agar tidak semakin memberat dikemudian hari. Untuk pencegahan alergi biasanya hanya digunakan sejak lahir hingga usia 6 bulan. Sebenarnya susu ini bukan digunakan untuk penderita alergi susu sapi. Tetapi dalam keadaan gejala alergi yang ringan tampaknya penggunaan susu ini sangat bermanfaat.
      • Susu formula khusus kedelai atau susu formula soya adalah susu formula khusus yang mengandung bahan dasar kedelai sebagai pengganti susu sapi. Susu formula soya yang saat ini beredar di Indonesia adalah isomil, nutrisoya, prosobee dan sebagainya.
      • Susu formula khusus lainnya adalah susu bebas atau rendah laktosa. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita intoleransi laktosa, misalnya Bebelac FL, Similac LF dan sebagainya,
      • Non formula, merupakan susu yang sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai PASI. Contoh susu non formula adalah susu sapi segar, susu skim atau susu kental manis. Susu ini komposisinya tidak sesuai dengan komposisi yang direkomendasikan oleh FDA atau komposisinya tidak sesuai dengan kebutuhan bayi. Susu formula sangat berbeda dengan susu sapi murni, meski bahan baku susu formula dari susu sapi. Dalam susu formula, ada tambahan nutrisi yang sudah terukur dan disesuaikan dengan gizi yang dibutuhkan bayi. Karena itu, pemberian susu formula kepada bayi harus sesuai dengan kebutuhan bayi dan kandungan yang telah dianjurkan.

STRATEGI PEMILIHAN SUSU FORMULA

Bagaimana strategi atau langkah yang tepat dalam melakukan pemilihan susu formula yang terbaik bagi anak.

  • Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan apakah anak mempunyai resiko alergi atau intoleransi susu sapi. Resiko ini terjadi bila ada salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami alergi, asma atau ketidak cocokan terhadap susu sapi.
  • Langkah ke dua, harus cermat dalam mengamati kondisi dan gangguan yang terjadi pada anak sejak lahir. Gejala yang harus di amati adalah gejala gangguan saluran cerna, gangguan perilaku dan gangguan organ tubuh lainnya sejak bayi lahir
  • Bila terdapat resiko alergi dan gejala lain seperti di atas, harus lebih cermat dalam melakukan pemilihan susu. Kalau perlu lakukan konsultasi lebih jauh kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak atau metabolik dan endokrinologi anak
  • Cermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare (buang air besar > 2 kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula.
  • Sering terjadi overdiagnosis dalam menentukan anak menderita alergi susu sapi. Sebaiknya jangan terlalu cepat memvonis alergi susu sapi pada bayi. Reaksi alergi yang timbul bukan saja terjadi karena susu formula. Dalam pemberian ASI, diet yang dikonsumsi ibu juga dapat mengakibatkan gangguan alergi. Dalam keadaan bayi mengalami infeksi batuk, panas dan pilek sering mengalami gangguan seperti reaksi alergi khususnya pada kulit, saluran cerna dan hipersekresi bronkus (lendir yang berlebihan).
  • Hal lain sering terjadi anak divonis alergi susu sapi padahal sebelumnya penggunaan susu sapi tidak menimbulkan masalah kesehatan. Alergi susu sapi biasanya semakin pertambahan usia akan semakin membaik, bukan sebaliknya. Alergi susu sapi biasanya terjadi sejak lahir. Bila gejala alergi baru timbul di atas usia 6 bulan, penyebabnya sangat mungkin bukan susu sapi. Kita harus mencermati alergi terhadap makanan lainnya yang biasanya mulai dikenalkan pada usia tersebut. Penderita alergi makanan, selain alergi terhadap susu sapi juga mengalami alergi terhadap makanan tertentu.
  • Bila mencurigai ketidak cocokan susu formula, jangan terlalu cepat memvonis susu sapi adalah penyebabnya. Ketidakcocokan susu formula belum tentu hanya karena kandungan susu sapinya. Gangguan bisa timbul karena kandungan yang terdapat dalam susu formula seperti gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya.
  • Proses pengolahan bahan dasar susu sapi ternyata juga bisa berpengaruh. Beberapa cara proses pengolahan susu sapi tertentu dapat menghilangkan protein tertentu yang dapat menyebabkan gangguan alergi. Perbedaan ini dapat diamati dengan perbedaan bau susu formula tersebut. Susu sapi formula satu dengan yang lainnya kadang bau ketajaman susu sapinya berbeda.
  • Penggantian ketidakcocokan susu formula tidak harus selalu dengan susu soya atau susu hipoalergenik. Jadi, bila mencurigai ketidak cocokan susu jangan terlalu cepat mengganti dengan susu soya atau susu hipoalergi lainnya. Bila gangguannya ringan dengan penggantian susu sapi formula yang sejenis gangguan tersebut dapat berkurang. Misalnya, penggantian susu yang tidak mengandung DHA gangguan kulit bisa menghilang. Buang air besar yang sulit dengan pengantian susu sapi tertentu yang tidak mengandung kelapa sawit gangguannya membaik. Demikian pula gangguan penderita yang sering batuk, dengan mengganti susu sapi formula tertentu dapat mengurangi gangguan itu.
  • Selain ketidakcocokan susu, pertimbangan berikutnya dalam pemilihan susu adalah masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. Meskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, vitamin dan mineralnya kurang baik.

  • Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia anak dan tidak ada gangguan maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut. Secara umum semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia kandungan gizinya sama. Karena harus mengikuti standard RDA (Recomendation Dietery Allowence) dalam jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Dengan kata lain penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai kondisi dan usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut. Perbedaan harga tersebut mungkin dipengaruhi oleh penambahan kandungan AA, DHA dan sebagainya di dalam susu formula.

  • Pertimbangan lainnya yang penting adalah mudah didapat, baik dalam hal tempat pembelian dan penyediaan produk. Berganti-ganti jenis susu untuk seorang anak tidak harus dikawatirkan selama tidak ada gangguan penerimaan susu tersebut. Bila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak. 

KESIMPULAN

  • Pertimbangan utama dalam pemilihan susu yang terbaik bagi anak adalah susu yang sesuai dengan kondisi anak dan tidak mengakibatkan reaksi yang mengganggu fungsi organ tubuhnya.
  • Pertimbangan lain adalah masalah harga harus disesuaikan dengan ekonomi keluarga serta kesediaan yang mudah dicari dan distribusi yang berkelanjutan di pasaran. Kandungan zat tambahan (AA, DHA, sinbiotik dll), harga mahal, disukai bayi dan merek terkenal bukanlah pertimbangan pemilihan susu yang terbaik bagi anak.
  • Secara umum semua susu formula yang beredar secara resmi di suatu negara kandungan gizinya sama. Karena mengikuti standard RDA (Recomendation Dietery Allowence) dalam jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai kondisi dan usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut.


wp-1521497413044..jpg

 

Disfagia dan Nutrisi Pada Lansia Dengan Gangguan Stroke

wp-1578710648306.jpg

  • Disfagia sangat lazim terjadi setelah stroke dengan perkiraan berkisar 30% -65% . Khusus untuk AS, Badan Penelitian dan Kualitas Kesehatan memperkirakan bahwa sekitar 300.000-600.000 orang mengalami disfagia sebagai akibat stroke atau lainnya. defisit neurologis. Meskipun banyak pasien mendapatkan kembali menelan fungsional secara spontan dalam bulan pertama setelah stroke,  beberapa pasien mempertahankan kesulitan menelan setelah 6 bulan. Komplikasi yang telah dikaitkan dengan disfagia pasca-stroke termasuk pneumonia,  kekurangan gizi,  dehidrasi,  hasil jangka panjang yang lebih buruk,  peningkatan lama rawat inap,  peningkatan waktu rehabilitasi dan kebutuhan akan bantuan perawatan jangka panjang,  peningkatan mortalitas, dan peningkatan biaya perawatan kesehatan. Komplikasi ini berdampak pada kesejahteraan fisik dan sosial pasien, kualitas hidup pasien dan perawat, dan pemanfaatan sumber daya perawatan kesehatan.
  • Pada fase akut stroke, antara 40% -60% pasien dilaporkan mengalami kesulitan menelan. Kesulitan ini dapat berkontribusi pada malnutrisi karena terbatasnya makanan dan asupan cairan. Penurunan asupan makanan dan cairan dapat mencerminkan perubahan tingkat kesadaran, kelemahan fisik, atau ketidakseimbangan dalam mekanisme menelan. Meskipun kemungkinan kekurangan gizi meningkat di hadapan disfagia setelah stroke,  faktor pra-stroke harus dipertimbangkan ketika menilai status gizi dan memprediksi hasil stroke. Misalnya, saat masuk, sekitar 16% dari pasien stroke datang dengan defisit nutrisi. Selama rawat inap akut, defisit gizi dapat memburuk dengan prevalensi yang dilaporkan meningkat menjadi 22% -26% pada saat keluar dari perawatan akut.  Meskipun defisit gizi dan disfagia sering hidup berdampingan, kekurangan gizi tampaknya tidak terkait dengan disfagia pada fase akut stroke.  Sebaliknya, malnutrisi lebih lazim selama fase rehabilitasi pasca akut, dengan prevalensi yang dilaporkan hingga 45%,. Pengurangan asupan makanan / cairan selama rawat inap akut terkait dengan disfagia mungkin merupakan faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan tingkat kekurangan gizi selama rehabilitasi berikutnya.

Disfagia dan pneumonia pada stroke

  • Pneumonia pasca-stroke adalah infeksi merugikan umum yang mempengaruhi hingga sepertiga dari pasien stroke akut. Pneumonia juga merupakan penyebab utama kematian setelah stroke, terhitung hampir 35% dari kematian pasca-stroke.36 Kebanyakan stroke- pneumonia terkait diyakini hasil dari disfagia dan aspirasi selanjutnya dari bahan orofaringeal. Aspirasi didefinisikan sebagai masuknya makanan atau cairan ke dalam saluran napas di bawah tingkat pita suara yang benar,  dan pneumonia aspirasi didefinisikan sebagai pintu masuk bahan yang tertelan ke dalam saluran napas yang menyebabkan infeksi paru-paru.
  • Sebuah tinjauan sistematis terbaru melaporkan bahwa pasien stroke dengan disfagia menunjukkan peningkatan risiko pneumonia 3 kali lipat dengan peningkatan risiko pneumonia 11 kali lipat di antara pasien dengan aspirasi yang dikonfirmasi. Seiring dengan peningkatan risiko ini, beban pneumonia aspirasi tinggi. Peningkatan biaya yang terkait dengan rawat inap yang lebih lama, 10 kecacatan yang lebih besar pada 3 dan 6 bulan, 10,38 dan status gizi yang buruk selama rawat inap10 mencirikan pneumonia aspirasi pada stroke.

  • Adanya hubungan yang kuat antara kemampuan menelan, status gizi, dan hasil kesehatan pada orang tua menunjukkan peran untuk manajemen disfagia pada populasi ini. Intervensi menelan yang sukses tidak hanya menguntungkan individu dengan merujuk pada asupan makanan / cairan oral, tetapi juga telah memperpanjang manfaat untuk status gizi dan pencegahan morbiditas terkait seperti pneumonia. Berbagai alat penanganan disfagia tersedia sambil menunggu karakteristik gangguan menelan dan pasien secara individu.
  • Manajemen Dysphagia harus dilakukan secara holistic atau menyeluruh. Banyak klinisi profesional dapat berkontribusi pada pengelolaan gejala disfagia pada pasien tertentu. Selain itu, tidak ada strategi tunggal yang sesuai untuk semua pasien lansia dengan disfagia. Penanganan perilaku dan terapi, ahli patologi wicara-bahasa (SLP) memainkan peran sentral dalam pengelolaan pasien dengan disfagia dan morbiditas terkait. Penilaian klinis SLP sering dilengkapi dengan studi pencitraan (endoskopi dan / atau fluoroskopi), dan para profesional ini dapat terlibat dalam berbagai intervensi. Beberapa strategi intervensi, disebut ‘kompensasi’, dimaksudkan untuk digunakan dalam waktu singkat pada pasien yang diperkirakan akan membaik. Kompensasi dipandang sebagai penyesuaian jangka pendek untuk pasien, makanan dan / atau cairan, atau lingkungan, dengan tujuan mempertahankan kebutuhan nutrisi dan hidrasi sampai pasien dapat melakukannya sendiri. Pasien lain memerlukan strategi rehabilitasi yang lebih langsung dan intensif untuk meningkatkan fungsi walet yang terganggu.

wp-1578710648306.jpg

Nutrinidrink, Formula Padat Nutrisi: Apakah Itu ?

Nutrinidrink adalah Formula Padat Nutrisi untuk anak usia 1-12 tahun yang diformulasikan khusus untuk membantu si Kecil mencapai berat badan ideal. Nutrinidrink telah terbukti klinis dapat membantu meningkatkan berat-badan si Kecil dalam 4 Minggu jika dikonsumsi secara teratur. Nutrinidrink adalah satu-satunya Formula Padat Nutrisi dengan kalori 1.5kkal/ml yang tinggi serat pangan MF6 (Multi Fiber 6) untuk membantu memelihara kesehatan saluran cerna si Kecil, serta dilengkapi dengan protein, kalsium, vitamin&mineral untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Nutrini Drink Multi Fibre  adalah suplemen berbentuk susu cair berenergi tinggi dengan nutrisi lengkap dan kaya serat. Tersedia dalam 3 rasa: Vanila, Pisang, Coklat.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

  • Merupakan makanan khusus untuk pengaturan diet bagi penderita malnutrisi dan masalah pertumbuhan.

Kontra indikasi:

  • Tidak cocok untuk pasien dengan diet bebas serat dan pasien galaktosemia.

Perhatian:

  • Pemakaian produk ini harus di bawah pengawasan dokter. Dapat digunakan sebagai sumber tunggal nutrisi pada anak usia 1 tahun ke atas.

Petunjuk pemakaian:

  • Dosis hanya digunakan sesuai petunjuk dokter atau ahli gizi. Karena mengandung serat, hindari pemakaian berlebih (>4 botol) pada anak usia < 2 tahun.
  • Kocok dahulu sebelum diminum. Siap diminum, lebih enak disajikan dalam keadaan dingin.

Penyimpanan produk:

  • Simpan di tempat sejuk dan kering. Setelah kemasan dibuka, simpan di lemari es maksimum 24 jam.

Kandungan dan Komposisi Nutrinidrink

  • Air, maltodekstrin, sirup glukosa, minyak nabati, protein susu, sukrosa, serat pangan (soya polisakarida, inulin, oligo fruktosa, pati, gum arab, selulosa), pengemulsi (lesitin kedelai), kalium sitrat, kalsium fosfat, magnesium klorida, kalium hidrogen fosfat, kalsium klorida, kolina klorida, karotenoid (mengandung kedelai)(ßkaroten, lutein, likopen), natrium askorbat, kalium klorida, kalium hidroksida, taurin, besi laktat, seng sulfat, L-karnitin, nikotinamida, DL-a tokoferil aksetat, tembaga glukonat, retinil asetat, sodium selenit, mangan sulfat, kolekalsiferol, D-biotin, kalsium D-pantotenat, tiamin hidroklorida, kromium klorida, riboflafin, piridoksin hidroklorida, asam folat, kalium iodida, natrium fluorida, natrium molibdat, fitomenadion, sianokobalamin.
  • Untuk rasa Vanila: ditambah perasa (mengandung susu)
  • Untuk rasa Pisang: ditambah perasa
  • Untuk rasa Coklat: ditambah perasa (mengandung susu), kokoa

1557568692253.jpg

8 Kandungan Andalan Susu Formula Yang Diklaim Bermanfaat Untuk Kesehatan

8 Kandungan Andalan Susu Formula Yang Diklaim Bermanfaat Untuk Kesehatan

  1. AA (arachidonic acid) atau disebut juga AHA atau ARA.Ini merupakan unsur yang berperan penting dalam pembentukan jaringan otak sehingga sangat kondusif bagi perkembangan otak bayi. Kandungan susu formulaini juga terdapat pada ASI dan sering disebut sebagai zat yang membantu kecerdasan bayi. Selain membantu kecerdasan, AA / AHA / ARA juga dapat merangsang perkembangan syaraf mata yang berguna untuk indera penglihatan bayi. AA adalah komponen terbesar dari long-chain polyunsaturated fatty acids (LC-PUFA), merupakan bahan yang sangat penting bagi organ susunan saraf pusat. AA berperan sebagai neurotransmitter sebagai suatu bentuk asam lemak yang essensiel LC-PUFA harus ditambahkan pada makanan. Asam lemak esensiel sebenarnya terdiri dari asam linoleat (AL) atau “linoleic acid” (LA), asam linolenat (ALN) atau “a-linolenic acid” (ALA) serta asam arachidonic atau “arachidonic acid” (AA). Asam lemak ini tidak bisa dibuat oleh tubuh baik dari asam lemak lain maupun dari karbohidrat ataupun asam amino. Asam arachidonic dapat dibuat dari asam linolenat (seri n-6), karenanya yang dianggap sebagai asam lemak esensiel hanyalah asam lemak lenolenat dan asam lemak linolenat. Kedua asam lemak esensiel ini tidak dapat saling berubah dari yang satu menjadi yang lain serta berbeda baik baik dalam metabolisme maupun fungsinya, bahkan secara fisiologik keduanya mempunyai fungsi yang berlawanan.
  2. Prebiotik. Prebiotik merupakan unsur penting dalam susu formula. Fungsi prebiotik adalah menyempurnakan sistem pencernaan bayi serta agar bayi terhindar dari sembelit. Probiotik adalah istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain/inangnya beberapa contoh pada makanan suplemen diet yang mengandung bakteri berguna dengan asam laktat bakteri (lactic acid bacteria – LAB) sebagai mikroba yang paling umum dipakai. LAB telah dipakai dalam industri makanan bertahun-tahun karena mereka mampu untuk mengubah gula (termasuk laktosa) dan karbohidrat lain menjadi asam laktat. Ini tidak hanya menyediakan rasa asam yang unik dari dairy food fermentasi seperti susu fermentasi, tapi juga berperan sebagai penyedia, dengan cara mengurangi pH dan membuat kesempatan organisme merugikan untuk tumbuh lebih sedikit. Probiotik seringkali direkomendasikan oleh dokter, dan, lebih sering lagi, oleh ahli nutrisi, setelah pengkonsumsian antibiotik, atau sebagai bagian dari pengobatan candidiasis. Banyak probiotik disediakan dalam sumber alaminya seperti Lactobacillus pada yoghurt dan sauerkraut. Beberapa mengklaim probiotik mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  3. Omega 3 dan Omega 6. Asam lemak omega 3 dan omega 6 merupakan jenis lemak tak jenuh ganda yang tidak dapat dihasilkan tubuh kita. Menurut sejumlah ahli, kandungan susu formula omega 3 dan omega 6 mempunyai fungsi yang saling berhubungan. Omega 3 dan omega 6 berguna untuk memelihara kesehatan rambut, kulit, kuku, hormon, dan mencegah kerusakan sel. Asupan omega 3 dan omega 6 harus seimbang.
  4. DHA (docosahexaenoic acid). Hampir sama seperti AA / AHA / ARA, maka DHA juga berfungsi membantu perkembangan otak dan indera penglihatan. Badan dunia World Health Organization (WHO) dan Food and Agriculture Organization (FAO) merekomendasikan kandungan susu formula AA dan DHA terutama untuk bayi yang lahir prematur. AA adalah komponen terbesar dari long-chain polyunsaturated fatty acids (LC-PUFA), merupakan bahan yang sangat penting bagi organ susunan saraf pusat. DHA penting untuk pembentukan jaringan saraf dan sinap. Asam lemak esensiel sebenarnya terdiri dari asam linoleat (AL) atau “linoleic acid” (LA), asam linolenat (ALN) atau “a-linolenic acid” (ALA) serta asam arachidonic atau “arachidonic acid” (AA). Asam lemak ini tidak bisa dibuat oleh tubuh baik dari asam lemak lain maupun dari karbohidrat ataupun asam amino. Asam arachidonic dapat dibuat dari asam linolenat (seri n-6), karenanya yang dianggap sebagai asam lemak esensiel hanyalah asam lemak lenolenat dan asam lemak linolenat. Kedua asam lemak esensiel ini tidak dapat saling berubah dari yang satu menjadi yang lain serta berbeda baik baik dalam metabolisme maupun fungsinya, bahkan secara fisiologik keduanya mempunyai fungsi yang berlawanan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), British Nutrition Foundation, ESPGAN (European Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition), WHO (World Health Organization) dan FAO (Food Agriculture Organization) tidak merekomendasikan penambahan DHA dan AA pada bayi cukup bulan atau anak. Rekomendasikan hanya diberikan untuk susu formula bayi prematur, karena pemberian pada bayi cukup bulan mungkin tidak didapatkan manfaat. Secara teoritis dan bukti klinis penambahan tersebut hanya bermanfaat untuk bayi prematur. Sedangkan Canadian Joint Working Group and US committee dan American Academy for Pediatric belum merekomendasikan pemberiannya pada susu formula bayi, karena keterbatasan pengalaman klinik dan saat ini sedang dilakukan penelitian untuk jangka panjang. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa mungkin bermanfaat. Tetapi banyak penelitian lain menunjukkan tidak terbukti manfaatnya untuk kecerdasan bayi.
  5. LA (linoleic acid). LA adalah asam lemak yang sangat berguna untuk perkembangan otak dan mental bayi. Fungsi LA sejalan dengan kandungan susu formula sebelumnya yaitu AA dan DHA.
  6. FOS (fructo oligo sakarida) dan GOS (galakto oligo sakarida). Fungsi FOS dan GOS adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan jumlah bakteri yang baik, dan membatasi jumlah bakteri patogen yang tidak baik. FOS dan GOS digunakan agar sistem pencernaan bayi semakin baik dan sehat. Menurut sebuah riset kadar FOS dan GOS dengan perbandingan 1 : 9 dapat menjaga kesehatan pencernaan bayi.
  7. Beta karotene dan Lactoferin. Beta karotene dan laktoferin merupakan kandungan susu formula yang berfungsi sebagai anti oksidan serta untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh.
  8. Kolin. Ini merupakan bagian dari vitamin B. Fungsi kolin adalah untuk mencegah membran sel agar tidak mudah bocor atau rapuh, sehingga proses peremajaan sel berjalan baik. Otak membutuhkan kolin untuk meremajakan atau memperbarui sel-selnya.

PEDIASURE Abbot Laboratories Untuk Anak Sulit Makan dan Kontroversinya

 

PEDIASURE Abbot Laboratories Untuk Anak Sulit Makan dan Kontroversinya

Selama ini banyak mitos yang mengatakan bahwa susu Pediasure dan susu sejenis hiperdense lainnya membuat anak sulit makan, mudah kenyang dan membuat anak terlambat mengunyah dan menelan. Bahkan ada yang mengatakan susu tersebut sudah tidak digunakan di negara lain dan susu sisa yang tidak berkualitas. Bahkan beberapa mitos tersebut bukan hanya dikatakan oleh masyarakat awam tetapi juga diungkapkan sebagian klinisi atau dokter dihadapan pasiennya. Tidak ada penelitian klinis yang mengungkapkan hal tersebut. Hal itu terjadi karena pandangan masyarakat dan sebagian klinisi sudah terbentuk bahwa pediasure hanya untuk anak sulit makan. Sehingga anak yang mengkonsumsi pediasure pada dasarnya sebagian besar pernah mempunyai riwayat sulit makan. Penderita anak sulit makan biasanya akan terus menerus terjadi hingga usia tertentu bila fator penyebabnya tidak diidentifikasi dan tidak diperbaiki. Sebagian besar anak sulit makan makan pasti mengalami gangguan oral motor yang menyebabkan anak pilih-pilih makanan. Sehingga pilih-pilih makan dan sulit makan yang hilang timbul tersebutlah yang dianggap sebagai penyebab pediasure menjadi penyebabnya. Padahal sebenarnya pada dsarnya anak anak kelompok tersebut akan hilang timbul keluhan sulit makan dan pilih-pilih makan sampai penyebabnya tidak dikendalikan.

Masalah Anak Sulit makan

  • Pemberian makan pada anak memang sering menjadi masalah buat orangtua atau pengasuh anak. Keluhan tersebut sering dikeluhkan orang tua kepada dokter yang merawat anaknya. Faktor kesulitan makan pada anak inilah yang sering dialami oleh sekitar 25% pada usia anak, jumlah akan meningkat sekitar 40-70% pada anak yang lahir prematur atau dengan penyakit kronik. Hal ini pulalah yang sering membuat masalah tersendiri bagi orang tua, bahkan dokter yang merawatnya. Penelitian yang dilakukan di Jakarta menyebutkan pada anak prasekolah usia 4-6 tahun, didapatkan prevalensi kesulitan makan sebesar 33,6%. Sebagian besar 79,2% telah berlangsung lebih dari 3 bulan
  • Kesulitan makan karena sering dan berlangsung lama sering dianggap biasa. Sehingga akhirnya timbul komplikasi dan gangguan tumbuh kembang lainnya pada anak. Salah satu keterlambatan penanganan masalah tersebut adalah pemberian vitamin tanpa mencari penyebabnya sehingga kesulitan makan tersebut terjadi berkepanjangan. Akhirnya orang tua berpindah-pindah dokter dan berganti-ganti vitamin tapi tampak anak kesulitan makannya tidak membaik. Sering juga terjadi bahwa kesulitan makan tersebut dianggap dan diobati sebagai infeksi tuberkulosis yang belum tentu benar diderita anak.
  • Dengan penanganan kesulitan makan pada anak yang optimal diharapkan dapat mencegah komplikasi yang ditimbulkan, sehingga dapat meningkatkan kualitas anak Indonesia dalam menghadapi persaingan di era globalisasi mendatang khususnya. Tumbuh kembang dalam usia anak sangat menentukan kualitas seseorang bila sudah dewasa nantinya.
  • Penyebab kesulitan makanan itu sangatlah banyak. Semua gangguan fungsi organ tubuh dan penyakit bisa berupa adanya kelainan fisik, maupun psikis dapat dianggap sebagai penyebab kesulitan makan pada anak. Kelainan fisik dapat berupa kelainan organ bawaan atau infeksi bawaan sejak lahir dan infeksi didapat dalam usia anak.
  • Secara umum penyebab umum kesulitan makan pada anak dibedakan dalam 3 faktor, diantaranya adalah hilang nafsu makan, gangguan proses makan di mulut dan pengaruh psikologis. Beberapa faktor tersebut dapat berdiri sendiri tetapi sering kali terjadi lebih dari 1 faktor. Penyebab paling sering adalah hilangnya nafsu makan, diikuti gangguan proses makan. Sedangkan faktor psikologis yang dulu dianggap sebagai penyebab utama, mungkin saat mulai ditinggalkan atau sangat jarang.

3 PENYEBAB UTAMA KESULITAN MAKAN

  1. Hilangnya Nafsu Makan Pengaruh hilang atau berkurangnya nafsu makan tampaknya merupakan penyebab utama masalah kesulitan makan pada anak. Pengaruh nafsu makan ini bisa mulai dari yang ringan (berkurang nafsu makan) hingga berat (tidak ada nafsu makan). Tampilan gangguan yang ringan berupa minum susu botol sering sisa, waktu minum ASI berkurang (sebelumnya 20 menit menjadi 10 menit), makan sering sisa atau hanya sedikit atau mengeluarkan dan menyembur-nyemburkan makanan di mulut. Sedangkan gangguan yang lebih berat tampak anak menutup rapat mulutnya atau tidak mau makan dan minum sama sekali.
  2. Gangguan Fungsi Saluran Napas Berkurang atau hilangnya nafsu makan ini sering diakibatkan karena gangguan fungsi saluran cerna khususnya anak dengan gangguan mual, mudah muntah dan gangguan buang air besar. . Gangguan fungsi pencernaan tersebut kadang tampak ringan seperti tidak ada gangguan. Tanda dan gejala yang menunjukkan adanya gangguan tersebut adalah perut kembung, sering “cegukan”, sering buang angin, sering muntah atau seperti hendak muntah bila disuapin makan. Gampang timbul muntah terutama bila menangis, berteriak, tertawa, berlari atau bila marah. Sering nyeri perut sesasaat, bersifat hilang timbul. Sulit buang air besar (bila buang air besar ”ngeden”, tidak setiap hari buang air besar, atau sebaliknya buang air besar sering (>2 kali/perhari). Kotoran tinja berwarna hitam atau hijau, berbentuk keras, bulat (seperti kotoran kambing) atau cair disertai bentuk seperti biji lombok, pernah ada riwayat berak darah. Gangguan tidur malam : malam rewel, kolik, tiba-tiba mengigau atau menjerit, tidur bolak balik dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Lidah tampak kotor, berwarna putih serta air liur bertambah banyak atau mulut berbau Gangguan saluran cerna biasanya disertai kulit yang sensitif. Sering timbul bintik-bintik kemerahan seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya. Saat bayi sering timbul gangguan kulit di pipi, sekitar mulut, sekitar daerah popok dan sebagainya. Tanda dan gejala tersebut di atas sering dianggap biasa karena sering terjadi pada banyak anak. Padahal bila di amati secara cermat tanda dan gejala tersebut merupakan manifestasi adanya gangguan pencernaan, yang sangat mungkin berkaitan dengan kesulitan makan pada anak.
  3. GANGGUAN PROSES MAKAN ATAU GANGGUAN ORAL MOTOR Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut atau gangguan oral motor tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan. Tampilan klinis gangguan mengunyah adalah keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun, tidak bisa makan daging sapi (empal) atau sayur berserat seperti kangkung. Bila anak sedang muntah dan akan terlihat tumpahannya terdapat bentukan nasi yang masih utuh. Hal ini menunjukkan bahwa proses mengunyah nasi tersebut tidak sempurna. Tetapi kemampuan untuk makan bahan makanan yang keras seperti krupuk atau biskuit tidak terganggu, karena hanya memerlukan beberapa kunyahan. Gangguan koordinasi motorik mulut ini juga mengakibatkani kejadian tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja.Kelainan lain yang berkaitan dengan koordinasi motorik mulut adalah keterlambatan bicara dan gangguan bicara (cedal, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti). Gangguan motorik proses makan ini biasanya disertai oleh gangguan keseimbangan dan motorik kasar lainnya seperti tidak mengalami proses perkembangan normal duduk, merangkak dan berdiri. Sehingga terlambat bolak-balik (normal usia 4 bulan), terlambat duduk merangkak (normal 6-8 bulan) atau tidak merangkak tetapi langsung berjalan, keterlambatan kemampuan mengayuh sepeda (normal usia 2,5 tahun), jalan jinjit, duduk bersimpuh leter “W”. Bila berjalan selalu cepat, terburu-buru seperti berlari, sering jatuh atau menabrak, sehingga sering terlambat berjalan. Ciri lainnya biasanya disertai gejala anak tidak bisa diam, mulai dari overaktif hingga hiperaktif. Mudah marah serta sulit berkonsentrasi, gampang bosan dan selalu terburu-buru. Gangguan saluran pencernaan tampaknya merupakan faktor penyebab terpenting dalam gangguan proses makan di mulut. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan teori ”Gut Brain Axis”. Teori ini menunjukkan bahwa bila terdapat gangguan saluran cerna maka mempengaruhi fungsi susunan saraf pusat atau otak. Gangguan fungsi susunan saraf pusat tersebut berupa gangguan neuroanatomis dan neurofungsional. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi adalah gangguan koordinasi motorik kasar mulut.

Karakteristik dan Kelebihan Karakteristik dan kelebihan pediasure bagi anak sulit makan dibandingkan susu biasa

  • Hiperkalori atau Hipedense. Semua kandungan vitamin dan mineral yang terdapat di PediaSure® Complete telah memenuhi atau melebihi 100 %  (120%) angka kecukupan gizi berdasarkan  Dietary Reference Intakes (RDIs) atau Recommended Dietary Allowances (RDA) untuk anak umur 1-10 tahun.  PediaSure® Complete juga telah memenuhi syarat dari NAS-NRC RDAs (National Academy of Science and the National Research Council) untuk protein, vitamin dan mineral untuk anak 1- 6 tahun pada intake 1000ml / per hari dan anak umur 7-10 tahun pada intake 1300 ml / per hari. Susu hiperdense sejenis pediasure mungkin sangat dibutuhkan untuk anak dengan sulit makan dan gangguan berat badan yang mempunyai masalah kekurangan asupan kalori makanan. PediaSure dapat digunakan sebagai suplemen tambahan pendamping makanan dan dapat juga ditambahkan kedalam resep makanan favorit anak sebagai tambahan kalori.
  • Buka sekedar Makanan Cair Pediasure dapat diartikan sebagai makanan cair bukan berarti pediasure mengandung nasi, lauk dan sayur. Tetapi karena kandungan gizi lengkapnya pediasure dapat dianggap sebagai makanan cair dengan manfaat susu dengan nutrisi lengkap dan seimbang dari protein lemak dan karbohidrat ( 12% protein, 44% lemak, 44% karbohidrat ) untuk membantu kebutuhan yang diperlukan dalam pertumbuhan anak.
  • PediaSure Complete diformulasikan secara khusus dari 100% minyak sayuran (no palm oil) dengan kandungan fatty acids linoleic acid dan linolenic acid (berfungsi untuk pembentukan DHA dan AA untuk perkembangan otak).
  • PediaSure® Complete diformulasikan secara khusus dari 100% minyak sayuran (Non Palm Oil) dengan kandungan fatty acids linoleic acid dan linolenic acid (berfungsi untuk pembentukan DHA dan AA untuk perkembangan otak).
  • PediaSure® Complete mengandung 20% MCTs (medium chain triglycerides) yang merupakan campuran lemak yang unik agar mudah dicerna dan diserap untuk memberikan sumber energi optimal bagi tumbuh kembang anak.
  • Dapat digunakan untuk oral atau tube feeding.
  • Gluten-free and lactose-free. Dengan Sinbiotik (kombinasi Probiotik dan Prebiotik) kandungan gizi yang dapat menjaga kesehatan fungsi saluran pencernaan dan penyerapan nutrisi yang optimal. Probiotik (Lactobacillus dan Bifidobacterium spp) adalah bakteri hidup yang merupakan bakteri baik yang menjaga system pencernaan dan mencegah pertumbuhan bakteri jahat dalam sistem pencernaan. Prebiotik (FOS (Fruktooligosakarida) merupakan karbohidrat kompleks yang tidak bisa dicerna dan menjadi sumber makanan untuk Probiotik. Pada anak sulit makan sebagian besar mengalami hipersensitif saluran cerna. Pada beberapa kasus anak dengan hipersensitif saluran cerna mengalami hipersensitif terhadap laktosa atau laktosa intoleransi atau hipersensitif gluten. Dalam kondisi demikian pediasure lebih bisa diterima. Tetapi tidak semua anak mengalami anak sulit makan mengalami intoleransi laktosa atau hipersenitif terhadap gluten. Jadi manfaat tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap anak lainnya.
  • Prebiotik dan Probiotik. Prebiotik dan Probiotik untuk membantu mempertahankan fungsi saluran pencernaan. Pada anak sulit makan sebagian besar mengalami hipersensitif saluran cerna yang terjadi pada anak dengan riwayt alergi, celiac, intoleransi kaltosa atau hipersensitif makanan lainnya. pada penderita dengan hipersensitif saluran cerna sering terjadi gangguan keseimbangan bakteri nrmal dalam pencernaan (khususnya overgrowth bakteri dan jamur dalam saluran cerna). Dalam keadaan seperti itu pemberian probiotik dan prebiotik sangat membantu.
  • Asam Linolenat dan Asam Linoleat sebagai asam lemak esensial.
  • Kolin yang berperan sebagai bahan pembentuk fosfatidilkolin bagian penting dari membran sel.
  • Mikro Nutrisi (vitamin dan mineral) dan Makro Nutrisi ( Protein, Lemak, Karbohidrat) untuk pertumbuhan.

Mitos dan Kontroversi Pediasure

  • Pediasure membuat anak kenyang dan sulit makan. Mitos tersebut tidak benar. Selama ini banyak mitos yang mengatakan bahwa susu Pediasure dan susu sejenis hiperdense lainnya membuat anak sulit makan, mudah kenyang dan membuat anak terlambat mengunyah dan menelan. Bahkan ada yang mengatakan susu tersebut sudah tidak digunakan di negara lain dan susu sisa yang tidak berkualitas. Bahkan beberapa mitos tersebut bukan hanya dikatakan oleh masyarakat awam tetapi juga diungkapkan sebagian klinisi atau dokter dihadapan pasiennya. Tidak ada penelitian klinis yang mengungkapkan hal tersebut. Hal itu terjadi karena pandangan masyarakat dan sebagian klinisi sudah terbentuk bahwa pediasure hanya untuk anak sulit makan. Sehingga anak yang mengkonsumsi pediasure pada dasarnya sebagian besar pernah mempunyai riwayat sulit makan. Penderita anak sulit makan biasanya akan terus menerus terjadi hingga usia tertentu bila fator penyebabnya tidak diidentifikasi dan tidak diperbaiki. Sebagian besar anak sulit makan makan akan hilang timbul tersebutlah yang sering dianggap sebagai penyebab pediasure menjadi penyebabnya. Padahal sebenarnya pada dasarnya anak anak kelompok tersebut akan hilang timbul keluhan sulit makan bila penyebabnya tidak dikendalikan. Pada anak dengan gangguan saluran cerna dengan keluhan mudah mual dan muntah sering mengalami gejala mudah kenyang dan sulit makan
  • Pediasure karena makanan cair membuat anak tidak terlatik oral motornya membuat anak mengalami gangguan mengunyah dan menelan Mitos tersebut tidak benar. Selama ini banyak mitos yang mengatakan bahwa susu Pediasure dan susu sejenis hiperdense lainnya membuat anak sulit makan, mudah kenyang dan membuat anak terlambat mengunyah dan menelan. Bahkan ada yang mengatakan susu tersebut sudah tidak digunakan di negara lain dan susu sisa yang tidak berkualitas. Bahkan beberapa mitos tersebut bukan hanya dikatakan oleh masyarakat awam tetapi juga diungkapkan sebagian klinisi atau dokter dihadapan pasiennya. Tidak ada penelitian klinis yang mengungkapkan hal tersebut. Hal itu terjadi karena pandangan masyarakat dan sebagian klinisi sudah terbentuk bahwa pediasure hanya untuk anak sulit makan. Sehingga anak yang mengkonsumsi pediasure pada dasarnya sebagian besar pernah mempunyai riwayat sulit makan. Penderita anak sulit makan biasanya akan terus menerus terjadi hingga usia tertentu bila fator penyebabnya tidak diidentifikasi dan tidak diperbaiki. Sebagian besar anak sulit makan makan pasti mengalami gangguan oral motor yang menyebabkan anak pilih-pilih makanan. Sehingga pilih-pilih makan dan sulit makan yang hilang timbul tersebutlah yang dianggap sebagai penyebab pediasure menjadi penyebabnya. Padahal sebenarnya pada dsarnya anak anak kelompok tersebut akan hilang timbul keluhan sulit makan dan pilih-pilih makan sampai penyebabnya tidak dikendalikan.

Kandungan Nutrisi

Vanilla Pediasure kemasan Siap minum

  • PediaSure Shake Vanilla / 8-fl-oz (237-mL) bottle / 16 ct
  • PediaSure Shake Vanilla / 8-fl-oz (237-mL) bottle / 4 x 6 ct
  • PediaSure Shake Vanilla / 8-fl-oz (237-mL) bottle / 24 ct
Ukuran penyajian: 8 fl oz (237 mL)
Kandungan Gizi % DV* % RDI
Karakteristik
    Lemak, % Kalori : 34
    Karbohidrate, % Cal: 54
    Protein, % Cal: 12
    Osmolaritas, mOsm/kg H2O: 490

Data Nutrisi

Water, Sugar, Corn Maltodextrin, Milk Protein Concentrate, High Oleic Safflower Oil, Canola Oil, Soy Protein Isolate. Less than 0.5% of the Following: Short-Chain Fructooligosaccharides, Natural & Artificial Flavor, Cellulose Gel, Potassium Chloride, Magnesium Phosphate, Potassium Citrate, Calcium Phosphate, Tuna Oil, Calcium Carbonate, Potassium Phosphate, Salt, Cellulose Gum, Choline Chloride, Ascorbic Acid, Soy Lecithin, Monoglycerides, Potassium Hydroxide, m-Inositol, Carrageenan, Taurine, Ferrous Sulfate, dl-Alpha-Tocopheryl Acetate, L-Carnitine, Zinc Sulfate, Calcium Pantothenate, Niacinamide, Manganese Sulfate, Thiamine Chloride Hydrochloride, Pyridoxine Hydrochloride, Riboflavin, Lutein, Cupric Sulfate, Vitamin A Palmitate, Folic Acid, Chromium Chloride, Biotin, Potassium Iodide, Sodium Selenate, Sodium Molybdate, Phylloquinone, Vitamin D3, and Cyanocobalamin.

Kalori: 240
Kalori dari lemak: 80
Lemak, g: 9 14
    Saturated Fat, g: 1 5
    Trans Fat, g: 0
    Polyunsaturated Fat, g: 2
    Monounsaturated Fat, g: 6
Kolesterol, mg: 5 2
Sodium, mg: 90 4
Potassium, mg: 350 10
Carbohydrate, g: 33 11
    Dietary Fiber, g: 1 4
    Sugars, g: 18
Protein, g: 7 14
Vitamins
Vitamin A: 10
Vitamin C: 40
Vitamin D: 40
Vitamin E: 20
Vitamin K: 20
Thiamin: 40
Riboflavin: 30
Niacin: 10
Vitamin B6: 30
Folate: 15
Vitamin B12: 25
Biotin: 15
Pantothenic Acid: 25
Choline: 15
Minerals
Calcium: 25
Iron: 15
Phosphorus: 20
Iodine: 15
Magnesium: 10
Zinc: 10
Selenium: 10
Copper: 10
Manganese: 20
Chromium: 10
Molybdenum: 10
Chloride: 8
* Percent Daily Values (%DV) are based on a 2,000 Calorie diet.

Strawberry Ready to Drink

  • PediaSure Shake Strawberry / 8-fl-oz (237-mL) bottle / 4 x 6 ct
  • PediaSure Shake Strawberry / 8-fl-oz (237-mL) bottle / 24 ct
Serving Size: 8 fl oz (237 mL)
Jumlah per penyajian % DV* % RDI
Karacteristik
   Lemak, % Kalori: 34
    Karbohidrat, % Cal: 54
    Protein, % Cal: 12
    Osmolality, mOsm/kg H2O: 490
Data Nutrisi
Calories: 240
Calories from Fat: 80
Fat, g: 9 14
    Saturated Fat, g: 1 5
    Trans Fat, g: 0
    Polyunsaturated Fat, g: 2
    Monounsaturated Fat, g: 6
Cholesterol, mg: 5 2
Sodium, mg: 90 4
Potassium, mg: 350 10
Carbohydrate, g: 33 11
    Dietary Fiber, g: 1 4
    Sugars, g: 18
Protein, g: 7 14
Vitamins
Vitamin A: 10
Vitamin C: 40
Vitamin D: 40
Vitamin E: 20
Vitamin K: 20
Thiamin: 40
Riboflavin: 30
Niacin: 10
Vitamin B6: 30
Folate: 15
Vitamin B12: 25
Biotin: 15
Pantothenic Acid: 25
Choline: 15
Minerals
Calcium: 25
Iron: 15
Phosphorus: 20
Iodine: 15
Magnesium: 10
Zinc: 10
Selenium: 10
Copper: 10
Manganese: 20
Chromium: 10
Molybdenum: 10
Chloride: 8
* Percent Daily Values (%DV) are based on a 2,000 Calorie diet.

Berry Ready to Drink

  • PediaSure Shake Berry / 8-fl-oz (237-mL) bottle / 4 x 6 ct
Serving Size: 8 fl oz (237 mL)
Amount Per Serving % DV* % RDI
Karakteristik
    Fat, % Cal: 34
    Carbohydrate, % Cal: 54
    Protein, % Cal: 12
    Osmolality, mOsm/kg H2O: 490
Data Nutrisi
Calories: 240
Calories from Fat: 80
Fat, g: 9 14
    Saturated Fat, g: 1 5
    Trans Fat, g: 0
    Polyunsaturated Fat, g: 2
    Monounsaturated Fat, g: 6
Cholesterol, mg: 5 2
Sodium, mg: 90 4
Potassium, mg: 350 10
Carbohydrate, g: 33 11
    Dietary Fiber, g: 1 4
    Sugars, g: 18
Protein, g: 7 14
Vitamins
Vitamin A: 10
Vitamin C: 40
Vitamin D: 40
Vitamin E: 20
Vitamin K: 20
Thiamin: 40
Riboflavin: 30
Niacin: 10
Vitamin B6: 30
Folate: 15
Vitamin B12: 25
Biotin: 15
Pantothenic Acid: 25
Choline: 15
Minerals
Calcium: 25
Iron: 15
Phosphorus: 20
Iodine: 15
Magnesium: 10
Zinc: 10
Selenium: 10
Copper: 10
Manganese: 20
Chromium: 10
Molybdenum: 10
Chloride: 8
* Percent Daily Values (%DV) are based on a 2,000 Calorie diet.

Kontraindikasi Pediasure tidak direkomendasikan untuk anak di bawah usia 1 tahun. Pediasure tidak boleh diberikan pada penderita Galaktosemia

  • Tidak untuk anak dibawah 1(satu) tahun.
  • Tidak untuk anak dengan Galaktosemia
  • Pada anak dengan riwayat alergi dan hipersensitif makanan sebaiknya direkomendasikan menghindari rasa coklat

Kemasan

  • Powder: 400g; 900g,
  • Rasa: Vanilla, Coklat, Madu

Cara Penyajian

Petunjuk Penggunaan

  • Kocok dahulu sebelum disajikan
  • Terbaik disajikan dingin.
  • Setelah pembukaan, dinginkan dan penggunaan dalam waktu 48 jam.

1556769971665.jpg1555640997392.jpg

www.pickyeatersclinic.com

Copyright © 2015, Picky Eaters and Grow Up Clinic, Information Education Network. All rights reservedxz

 

Pemberian MPASI dengan cara yang benar (responsive feeding)

Pemberian MPASI dengan cara yang benar (responsive feeding)

Pada tahun pertama, bayi dan orangtua belajar saling mengenali dan menginterpretasi bahasa komunikasi verbal dan non-verbal antar mereka. Proses yang bersifat timbal-balik ini membentuk dasar untuk ikatan atau perlekatan emosional antara  bayi  dan orangtua yang sangat penting bagi perkembangan fungsi sosial-emosional yang sehat.

Bayi akan menunjukkan tanda lapar dan kenyang dengan bahasa tubuhnya (feeding cue). Jika ibu memperhatikan feeding cue dari bayinya dan memberikan ASI sesuai dengan tanda- tanda tersebut maka akan tercipta suatu jadwal makan yang paling sesuai untuk bayi tersebut yang berbeda dengan bayi lain. Hal ini memudahkan jika sampai saatnya memberikan MPASI, maka jadwal MPASI tersebut menggantikan beberapa jadwal ASI sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih. Contoh jadwal makan untuk bayi dan anak dapat dilihat padaMengingat kapasitas lambung bayi masih relatif kecil maka frekuensi pemberian MPASI ditingkatkan secara bertahap. Peningkatan ini sekaligus untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi lainnya yang semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia anak. Pada usia 6-8 bulan diberikan 2-3 kali per hari, ditingkatkan menjadi 3-4 kali per hari pada usia 9-24 bulan. Di antara waktu makan apabila diperlukan bisa diberikan tambahan makanan selingan 1-2 kali sesuai dengan kemampuan si anak.

Pada akhirnya akan terjadi proses penyapihan ASI menjadi makanan keluarga yang mulus tanpa masalah. Sikap ibu/ pengasuh yang tanggap terhadap tanda ini disebut responsive feeding. Responsive feeding menurut WHO mencakup:

    • Pemberian makan   langsung   kepada   bayi   oleh   pengasuh dan pendampingan untuk anak yang lebih tua yang makan sendiri
    • Peka terhadap tanda lapar dan kenyang yang ditunjukkan bayi / batita
    • Berikan makanan secara perlahan dan sabar
    • Dorong anak untuk makan tanpa adanya
    • Mencoba berbagai kombinasi makanan, rasa, tekstur serta  cara agar anak mau bila anak menolak banyak macam makanan.
    • Sesedikit mungkin distraktor selama makan bila anakmudah kehillangan perhatian sewaktu makan.
    • Waktu makan merupakan periode pembelajaran, pemberian kasih sayang termasuk berbicara kepada anak disertai kontak

Banyak laporan dan penelitian tentang pentingnya penerapan responsive feeding dalam pemberian makan pada bayi dan anak. Perilaku responsif pada pemberian makan masih sangat rendah di beberapa negara dan diduga berkontribusi terhadap kejadian malnutrisi. Responsive feeding dapat meningkatkan kemampuan self-feeding anak dan respons terhadap bahasa verbal ibu. Penelitian lain menunjukkan perkembangan anak menjadi lebih baik termasuk bahasa dan juga lebih pintar makan (mouthful eaten). Beberapa penelitian menganjurkan untuk memasukkan responsive feeding ke dalam kebijakan program peningkatan nutrisi anak.

Tujuan akhir praktik pemberian makan pada anak adalah melatih anak untuk mengonsumsi makanan keluarga dan makan sendiri (self feeding). Selain itu melatih anak untuk berperilaku makan yang baik, disiplin, dan dapat menghargai makanan dan waktu makan.

Rekomendasi

  • 3a. Makanan Pendamping ASI mulai diberikan pada usia 6 bulan, namun bila ASI tidak mencukupi maka MPASI dapat diberikan paling dini pada usia 4 bulan (17 minggu) dengan menilai kesiapan oromotor seorang bayi untuk menerima makanan padat
  • 3b. Makanan Pendamping ASI tidak boleh diberikan lebih lambat dari usia 6 bulan (27 minggu) karena setelah usia 6 bulan ASI eksklusif sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi
  • 3c. Makanan Pendamping ASI secara kualitas dan kuantitas harus memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien bayi sesuai usia
  • 3d. Penyiapan, penyajian, dan pemberian MPASI harus dilakukan dengan cara higienis
  • 3e. Garam dapat ditambahkan pada MPASI untuk menjamin perkembangan khasanah rasa pada bayi, namun dengan mempertimbangkan fungsi ginjal yang belum sempurna
  • 3f. Jumlah garam yang dapat diberikan mengacu pada rekomendasi asupan harian natrium
  • 3g. Gula dapat ditambahkan pada MPASI untuk mendukung perkembangan khasanah rasa pada bayi
  • 3h. Jumlah gula yang ditambahkan pada MPASI mengacu pada rekomendasi Codex Standard for Processes Cereal-based Foods for Infants and Young Children, Codex Alimentarius Stan 074-1981 Rev. 1-2006
  • 3i. Hindari makanan yang mengandung nitrat pada bayi di bawah usia 6 bulan
  • 3j. Pemberian makan pada bayi dan batita harus mengikuti kaidah
    responsive feeding
  • 3k. Kaidah responsive feeding perlu disosialisasikan pada tenaga kesehatan dan orangtua

sumber: rekomendasi IDAI

wp-1557581115928..jpg

Rekomendasi Pemberian Gula pada MPASI

Rekomendasi Pemberian Gula pada MPASI

  • Preferensi terhadap rasa sangat dipengaruhi oleh faktor alamiah. Sebagai contoh, makanan yang manis dipilih oleh sebagian besar herbivora dan omnivora, diduga karena rasa manis  merefleksikan   gula   yang   terkandung   dalam   tumbuhan. Bayi dan anak memiliki preferensi yang lebih tinggi daripada dewasa. Rasa pahit merupakan sinyal adanya kemungkinan senyawa toksik yang terkandung dalam makanan. Oleh karena itu, rasa pahit umumnya tidak disukai dan dihindari oleh bayi dan anak.
  • Rasa merupakan parameter penting dalam menilai kualitas sensorik suatu makanan. Studi di Tanzania yang mengevaluasi sembilan jenis MPASI berbahan dasar lokal menunjukkan bahwa MPASI yang disiapkan dengan  penambahan  gula  dan minyak memiliki skor paling tinggi dalam hal rasa dan penerimaan. Gula tidak hanya memberikan rasa manis tetapi
  • Penambahan gula untuk MPASI yang diolah di rumah dengan tujuan memperkaya rasa dapat dilakukan bila dibutuhkan. Penambahan gula mengacu pada Codex Stan 064-1981, Codex Standard for Processed Cereal-Based Foods for  Infants and Young Children, yaitu sereal berprotein tinggi yang harus disiapkan dengan air atau cairan tanpa protein, maka penambahan sukrosa atau glukosa tidak boleh melebihi 5 g/100 kkal, sedangkan penambahan fruktosa tidak boleh melebihi 2,5 g/100 kkal.

wp-1557581115928..jpg

1 2