Gizi

Makanan bergizi bagi kesehatan sangat penting dipahami dan dikonsumsi  sebab ada banyak manfaat yang diberikan kepada tubuh. Makanan bernutrisi penting untuk menjaga kesehatan organ tubuh, tulang, dan otot. Yang termasuk makanan bergizi antara lain makanan yang banyak mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Lemak pun sebenarnya penting, tapi takarannya perlu dibatasi. Konsumsi lemak berlebih akan membuat berat badan naik dengan mudah. Selain itu, lemak juga tidak baik untuk kesehatan kardiovaskuler. Ada beberapa macam lemak, yang tergolong buruk adalah lemak jenuh dan lemak trans. Lemak trans bisa ditemukan pada makanan seperti daging serta makanan yang diproses.

Penelitian di bidang gizi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit, khususnya dalam menentukan diet yang optimal. Dahulu, penelitian mengenai nutrisi hanya terbatas pada pencegahan penyakit kurang gizi dan menentukan kebutuhan dasar (standar) nutrisi pada makhluk hidup. Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar ini dikenal di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA).

Seiring dengan perkembangan ilmiah di bidang medis dan biologi molekular, bukti-bukti medis menunjukkan bahwa RDA belum mencukupi untuk menjaga fungsi optimal tubuh dan mencegah atau membantu penanganan penyakit kronis. Bukti-bukti medis menunjukkan bahwa akar dari banyak penyakit kronis adalah stres oksidatif yang disebabkan oleh berlebihnya radikal bebas di dalam tubuh. Penggunaan nutrisi dalam level yang optimal, dikenal dengan Optimal Daily Allowance (ODA), terbukti dapat mencegah dan menangani stres oksidatif sehingga membantu pencegahan penyakit kronis. Level optimal ini dapat dicapai bila jumlah dan komposisi nutrisi yang digunakan tepat. Dalam penanganan penyakit, penggunaan nutrisi sebagai pengobatan komplementer dapat membantu efektivitas dari pengobatan dan pada saat yang bersamaan mengatasi efek samping dari pengobatan. Karena itu, nutrisi / gizi sangat erat kaitannya dengan kesehatan yang optimal dan peningkatan kualitas hidup. Hasil ukur bisa dilakukan dengan metode antropometri.

.