- REVIEW ILMIAH
- Promoting Human Milk and Breastfeeding for the Very Low Birth Weight Infant: Clinical Report
- Peran ASI ibu, ASI donor, fortifikasi ASI, dan dukungan laktasi dalam meningkatkan luaran kesehatan bayi dengan berat lahir sangat rendah
Identitas publikasi
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Judul | Promoting Human Milk and Breastfeeding for the Very Low Birth Weight Infant: Clinical Report |
| Penulis | Margaret G. Parker, Lisa Stellwagen, Emily R. Miller, Lawrence Noble, Mark R. Corkins, Mark L. Hudak |
| Organisasi | American Academy of Pediatrics (AAP) |
| Jurnal | Pediatrics |
| Tahun | 2026 |
| Volume | 157 |
| Nomor | 2 |
| Artikel | e2025073625 |
| DOI | 10.1542/peds.2025-073625 |
| PMID | 41520943 |
| Tanggal publikasi | 1 Februari 2026 |
Sumber publikasi: PubMed – Clinical Report 2026 dan American Academy of Pediatrics – Full Clinical Report.
Latar belakang
- Bayi dengan berat lahir sangat rendah atau Very Low Birth Weight (VLBW), yaitu bayi dengan berat lahir ≤1.500 gram, merupakan kelompok neonatus yang memiliki risiko tinggi mengalami berbagai komplikasi akibat prematuritas dan imaturitas organ.
- Bayi VLBW mempunyai kerentanan terhadap necrotizing enterocolitis (NEC), sepsis awitan lambat, penyakit paru kronis, retinopati prematuritas, gangguan pertumbuhan, serta gangguan perkembangan neurologis. Oleh karena itu, pemberian nutrisi pada kelompok ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan kalori dan protein, tetapi juga memberikan perlindungan biologis terhadap berbagai komplikasi prematuritas.
- Laporan klinis AAP tahun 2026 ini menegaskan bahwa ASI ibu sendiri (Mother’s Own Milk/MOM) yang diberikan dengan fortifikasi sesuai kebutuhan merupakan pilihan nutrisi optimal bagi bayi VLBW yang dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Tidak ada produk susu formula yang mampu sepenuhnya meniru kompleksitas biologis, komponen imunologis, dan aktivitas bioaktif ASI manusia.
Tujuan publikasi
- Clinical Report ini bertujuan untuk:
- Menegaskan pentingnya ASI ibu sebagai sumber nutrisi utama bayi VLBW.
- Menjelaskan manfaat jangka pendek dan jangka panjang pemberian ASI.
- Memberikan rekomendasi penggunaan ASI donor terpasteurisasi apabila ASI ibu tidak tersedia.
- Menjelaskan pentingnya fortifikasi ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi prematur.
- Meningkatkan keberhasilan produksi ASI melalui dukungan laktasi intensif.
- Mendorong praktik perawatan metode kanguru atau Skin-to-Skin Care.
- Meningkatkan keamanan pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, dan pemberian ASI di NICU.
- Mengurangi kesenjangan sosial dalam akses pemberian ASI bagi bayi prematur.
Analisis manfaat ASI pada bayi VLBW
- ASI bukan hanya sumber energi dan zat gizi, melainkan juga merupakan sistem biologis kompleks yang mengandung komponen imunologis, antiinflamasi, antimikroba, dan faktor pertumbuhan.
| Komponen ASI | Fungsi biologis | Potensi manfaat pada bayi VLBW |
|---|---|---|
| Laktoferin | Mengikat zat besi dan memiliki aktivitas antimikroba | Mendukung pertahanan terhadap infeksi |
| Imunoglobulin A sekretori | Perlindungan mukosa | Mendukung pertahanan saluran cerna |
| Human milk oligosaccharides (HMO) | Memodulasi mikrobiota usus | Mendukung perkembangan mikrobioma |
| Lisozim | Aktivitas antibakteri | Mendukung pertahanan mukosa |
| Faktor pertumbuhan | Mendukung maturasi jaringan | Membantu perkembangan saluran cerna |
| Sitokin dan faktor imun | Regulasi respons imun | Membantu modulasi inflamasi |
| Lipid dan asam lemak esensial | Sumber energi dan perkembangan saraf | Mendukung perkembangan otak dan retina |
| Enzim pencernaan | Membantu proses pencernaan | Mendukung pemanfaatan nutrisi |
- Komponen tersebut bekerja secara sinergis dan merupakan salah satu alasan ASI tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh formula komersial.
- Perbandingan pilihan nutrisi pada bayi VLBW
- AAP memberikan urutan prioritas pemberian nutrisi berdasarkan ketersediaan ASI dan kondisi klinis bayi.
| Prioritas | Jenis nutrisi | Indikasi dan rekomendasi |
|---|---|---|
| 1 | ASI ibu sendiri (MOM) | Pilihan utama, dengan fortifikasi sesuai kebutuhan bayi prematur. |
| 2 | ASI donor terpasteurisasi (PDHM) | Diberikan jika ASI ibu tidak tersedia, tidak mencukupi, atau merupakan kontraindikasi. |
| 3 | Formula khusus bayi prematur | Digunakan jika ASI ibu tidak tersedia dan ASI donor tidak tersedia atau keluarga menolak penggunaannya. |
- Sumber: AAP Clinical Report 2026. American Academy of Pediatrics+1
- Penjelasan klinis:
- ASI ibu sendiri tetap menjadi pilihan utama meskipun bayi lahir prematur dan memiliki berat badan sangat rendah.
- ASI donor bukan sekadar alternatif susu, tetapi merupakan pilihan nutrisi berbasis ASI manusia yang direkomendasikan ketika ASI ibu tidak tersedia.
- Formula prematur tetap merupakan alternatif yang diperlukan apabila ASI ibu maupun ASI donor tidak tersedia atau tidak digunakan.
- ASI donor sebaiknya berasal dari bank ASI yang melakukan skrining donor, pengolahan, dan pasteurisasi sesuai standar keamanan.
- Mengapa ASI ibu lebih diutamakan dibandingkan formula?
- Laporan AAP menjelaskan bahwa pemberian ASI manusia sebagai dasar nutrisi berhubungan dengan penurunan sejumlah komplikasi pada bayi VLBW.
| Luaran klinis | Hubungan dengan pemberian ASI ibu |
|---|---|
| Necrotizing enterocolitis (NEC) | Risiko lebih rendah |
| Late-onset sepsis | Berhubungan dengan penurunan risiko |
| Chronic lung disease | Berhubungan dengan luaran yang lebih baik |
| Retinopathy of prematurity | Berhubungan dengan penurunan risiko |
| Gangguan perkembangan neurologis | Berhubungan dengan luaran perkembangan yang lebih baik |
| Pertumbuhan selama perawatan | Perlu pemantauan; pertumbuhan dapat lebih lambat dibandingkan formula prematur pada sebagian penelitian |
- Interpretasi ilmiah: Hubungan antara pemberian ASI dan luaran kesehatan bayi VLBW didukung oleh berbagai penelitian, termasuk penelitian observasional. Namun, kekuatan bukti dan hubungan kausal tidak sama untuk setiap luaran. Manfaat ASI tidak berarti bahwa semua komplikasi prematuritas dapat dicegah hanya dengan pemberian ASI.
- Pentingnya fortifikasi ASI pada bayi VLBW
- Poin klinis utama
- Salah satu pesan terpenting dari laporan AAP 2026 adalah bahwa ASI ibu sendiri perlu diberikan dengan fortifikasi yang sesuai pada bayi VLBW selama perawatan di rumah sakit.
- Mengapa?
- ASI manusia mempunyai banyak manfaat biologis, tetapi kandungan energi, protein, kalsium, fosfor, dan beberapa mikronutriennya belum tentu mencukupi kebutuhan pertumbuhan bayi dengan berat lahir sangat rendah apabila diberikan tanpa fortifikasi.
| Komponen nutrisi | Tujuan fortifikasi |
|---|---|
| Protein | Mendukung pertumbuhan jaringan dan massa tubuh |
| Kalori | Memenuhi kebutuhan energi |
| Kalsium | Mendukung mineralisasi tulang |
| Fosfor | Mendukung pembentukan tulang dan metabolisme sel |
| Zat besi | Mendukung pembentukan hemoglobin dan perkembangan saraf |
| Vitamin dan mineral | Mencegah defisiensi mikronutrien |
- Fortifikasi umumnya menggunakan Human Milk Fortifier (HMF), yang dapat berasal dari protein susu sapi atau sumber ASI manusia.
- AAP menyatakan bahwa bukti saat ini belum cukup untuk merekomendasikan secara umum HMF berbasis ASI manusia dibandingkan HMF berbasis susu sapi terhidrolisis pada bayi VLBW yang menerima ASI sebagai nutrisi dasar.
- Implikasi klinis: Fortifikasi bukan berarti ASI ibu kurang baik. Fortifikasi merupakan upaya menyesuaikan kandungan nutrisi ASI dengan kebutuhan metabolik bayi prematur yang jauh lebih tinggi dibandingkan bayi cukup bulan.
- Sampai kapan ASI donor diberikan?
- AAP merekomendasikan pemberian ASI donor terpasteurisasi pada bayi VLBW apabila ASI ibu tidak tersedia atau tidak mencukupi.
- Pemberian ASI donor secara optimal dapat dilanjutkan sampai usia gestasi pascamenstruasi sekitar 34–36 minggu, ketika risiko NEC umumnya telah menurun.
| Kondisi | Pendekatan |
|---|---|
| ASI ibu tersedia dan mencukupi | Prioritaskan ASI ibu dengan fortifikasi |
| ASI ibu tidak mencukupi | Tambahkan ASI donor terpasteurisasi |
| ASI donor tersedia | Pertimbangkan pemberian sampai sekitar 34–36 minggu usia pascamenstruasi |
| ASI donor tidak tersedia | Gunakan formula khusus prematur sesuai kebutuhan |
| Pertumbuhan tidak optimal | Evaluasi asupan energi, protein, fortifikasi, toleransi, dan penyebab medis |
- Catatan penting: Usia 34–36 minggu bukan batas penghentian ASI donor yang mutlak. AAP mengakui bahwa belum terdapat uji klinis acak yang secara langsung menetapkan durasi optimal ASI donor berdasarkan luaran pertumbuhan dan NEC. Beberapa NICU melakukan transisi lebih awal apabila pertumbuhan kurang optimal atau bayi diperkirakan pulang sebelum usia tersebut.
- Strategi meningkatkan produksi ASI pada ibu bayi prematur
- AAP menekankan bahwa keberhasilan pemberian ASI pada bayi VLBW tidak hanya bergantung pada keinginan ibu, tetapi juga dukungan sistem pelayanan kesehatan.
| Intervensi | Rekomendasi AAP | Tujuan |
|---|---|---|
| Memulai pemerahan ASI | Bantuan teknis dalam 6–8 jam setelah persalinan | Memulai stimulasi produksi ASI |
| Frekuensi pemerahan | Umumnya setiap 3–4 jam atau sesuai kebutuhan | Mempertahankan produksi ASI |
| Pompa ASI | Pompa elektrik ganda (double electric breast pump) | Meningkatkan efisiensi pemerahan |
| Skin-to-skin care | Dilakukan sesering dan selama mungkin sesuai kondisi bayi | Mendukung laktasi dan kesehatan neonatus |
| Kolostrum oral | Pemberian kolostrum pada mukosa mulut sesuai protokol NICU | Mendukung perlindungan mukosa |
| Menyusu langsung | Dimulai ketika bayi menunjukkan kesiapan fisiologis | Melatih kemampuan menyusu |
| Konseling laktasi | Dukungan tenaga kesehatan terlatih | Mempertahankan keberhasilan laktasi |
- American Academy of Pediatrics+1
- Hal yang perlu ditekankan: Ibu tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri untuk memproduksi ASI. Rumah sakit perlu menyediakan pompa ASI yang efektif, pelatihan, konseling, dan akses pemerahan selama bayi dirawat di NICU.
- Perawatan metode kanguru dan menyusu langsung
- Skin-to-Skin Care atau kontak kulit ke kulit merupakan bagian penting dari perawatan bayi prematur.
- Manfaat yang didukung penelitian meliputi:
- Mendukung keberhasilan dan durasi produksi ASI.
- Mendukung stabilitas fisiologis bayi.
- Memperkuat ikatan ibu dan bayi.
- Mendukung proses transisi menuju menyusu langsung.
- Mendukung perkembangan dan perawatan bayi prematur.
- Bayi yang menggunakan ventilasi atau CPAP tidak otomatis dilarang menjalani perawatan metode kanguru. Pelaksanaannya harus mempertimbangkan kondisi klinis, keamanan jalan napas, pemantauan kardiovaskular, dan bantuan tim NICU.
- AAP juga menyebutkan bahwa menyusu langsung dapat mulai dipertimbangkan ketika bayi menunjukkan kesiapan fisiologis dan kemampuan koordinasi mengisap, menelan, serta bernapas. Beberapa penelitian telah mengevaluasi pemberian ASI langsung pada usia pascamenstruasi 31–33 minggu.
- Keamanan penyimpanan dan pengelolaan ASI di NICU
- AAP menekankan bahwa kualitas ASI harus dipertahankan melalui prosedur pengumpulan, pelabelan, penyimpanan, pencairan, dan pemberian yang aman.
- Rekomendasi batas penyimpanan maksimum dalam lingkungan NICU menurut laporan AAP:
| Kondisi penyimpanan | ASI ibu segar | ASI ibu beku setelah dicairkan | ASI donor beku setelah dicairkan |
|---|---|---|---|
| Suhu ruang 16–29°C | 4 jam | 4 jam | 4 jam |
| Lemari pendingin 4°C | 96 jam | 48 jam | 48 jam |
| Freezer −18°C | 12 bulan | Tidak berlaku | 6–12 bulan sesuai bank ASI |
- Catatan: Tabel ini merupakan batas penyimpanan yang dicantumkan dalam laporan untuk lingkungan NICU, bukan pengganti protokol penyimpanan ASI di rumah. Setelah pencairan, waktu penyimpanan harus dihitung sesuai prosedur fasilitas. ASI yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali.
- AAP juga menekankan pentingnya pelabelan identitas, pemantauan suhu, prosedur kebersihan, serta verifikasi oleh dua petugas sebelum ASI diberikan kepada bayi.
- Isu khusus: CMV, HIV, dan donor ASI
| Kondisi | Rekomendasi dan pertimbangan |
|---|---|
| Cytomegalovirus (CMV) | CMV dapat ditularkan melalui ASI ibu. Namun, bukti saat ini belum cukup untuk merekomendasikan penghentian ASI hanya karena risiko CMV. |
| HIV | Pada ibu dengan HIV dan supresi virus berkelanjutan, keputusan menyusui memerlukan konseling individual. Pada bayi VLBW, AAP menyebut ASI donor sebagai alternatif yang dapat ditawarkan karena data risiko penularan pada kelompok ini masih terbatas. |
| ASI donor | Sebaiknya menggunakan ASI dari bank ASI yang melakukan skrining dan pasteurisasi. |
| Berbagi ASI informal | Tidak dianjurkan sebagai pengganti bank ASI karena terdapat risiko kontaminasi dan penularan infeksi. |
- 12. Kekuatan dan keterbatasan laporan AAP 2026
- Penting untuk memahami bahwa publikasi ini merupakan Clinical Report, bukan penelitian eksperimental baru atau systematic review dengan meta-analisis.
-
Aspek Analisis Kekuatan Mengintegrasikan bukti ilmiah mengenai ASI, nutrisi prematur, fortifikasi, laktasi, dan perawatan NICU. Relevansi Sangat relevan untuk pengelolaan nutrisi bayi VLBW dan bayi prematur. Pendekatan Menggabungkan manfaat biologis ASI dengan rekomendasi praktis pelayanan klinis. Keterbatasan Banyak bukti mengenai hubungan ASI dengan luaran klinis berasal dari penelitian observasional. Kesenjangan penelitian Belum terdapat bukti prospektif yang kuat untuk menetapkan durasi optimal ASI donor. Implikasi Keputusan nutrisi tetap harus mempertimbangkan pertumbuhan, kondisi medis, ketersediaan ASI, dan protokol NICU. - Implikasi klinis bagi dokter anak dan neonatolog
- Berdasarkan laporan ini, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam praktik klinis:
- ASI harus menjadi prioritas nutrisi bayi VLBW. Upaya memperoleh ASI ibu perlu dimulai sejak awal setelah persalinan.
- Jangan menganggap ASI tanpa fortifikasi selalu mencukupi. Bayi VLBW memiliki kebutuhan protein, energi, dan mineral yang tinggi.
- Jangan langsung mengganti ASI dengan formula hanya karena produksi ASI ibu belum mencukupi. Pertimbangkan ASI donor terpasteurisasi.
- Pertumbuhan tetap harus menjadi target penting. Berat badan, panjang badan, lingkar kepala, dan kecukupan protein serta energi harus dievaluasi.
- Dukungan laktasi merupakan bagian dari terapi neonatal. Bukan sekadar edukasi tambahan kepada ibu.
- Rencana nutrisi harus disiapkan sebelum bayi pulang. Termasuk strategi fortifikasi, kebutuhan nutrisi, dan keberlanjutan pemberian ASI.
- Rekomendasi penerapan di Indonesia
- Untuk fasilitas pelayanan neonatal di Indonesia, laporan AAP ini dapat dijadikan referensi dalam pengembangan standar operasional prosedur pemberian nutrisi bayi prematur.
| Area pelayanan | Rekomendasi implementasi |
|---|---|
| Ruang bersalin | Konseling ASI sejak antenatal dan persalinan |
| NICU | Memulai pemerahan ASI dalam 6–8 jam setelah persalinan |
| Unit laktasi | Menyediakan pompa elektrik ganda dan konseling |
| Nutrisi neonatal | Menyusun protokol fortifikasi ASI |
| Bank ASI | Mengembangkan sistem donor, skrining, pasteurisasi, dan distribusi yang aman |
| Perawatan bayi | Memfasilitasi perawatan metode kanguru |
| Sebelum pulang | Membuat rencana pemberian ASI, fortifikasi, dan pemantauan pertumbuhan |
- Implementasi bank ASI perlu disesuaikan dengan kebijakan nasional, aspek keamanan, skrining penyakit infeksi, persetujuan donor, dan tata kelola fasilitas kesehatan.
- 15. Kesimpulan utama
- KEY MESSAGES
- Tujuh pesan penting dari AAP 2026
-
ASI ibu sendiri merupakan pilihan nutrisi utama bayi dengan berat lahir sangat rendah.
-
ASI ibu perlu difortifikasi untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan bayi VLBW selama perawatan di NICU.
-
ASI donor terpasteurisasi direkomendasikan apabila ASI ibu tidak tersedia, tidak mencukupi, atau kontraindikasi.
-
Formula khusus prematur digunakan apabila ASI ibu dan ASI donor tidak tersedia atau tidak digunakan.
-
Dukungan produksi ASI harus dimulai dini, idealnya dalam 6–8 jam setelah persalinan.
-
Perawatan metode kanguru dan menyusu langsung perlu difasilitasi sesuai kondisi klinis bayi.
-
Keberhasilan nutrisi bayi prematur membutuhkan kerja sama dokter, perawat, ahli gizi, konsultan laktasi, dan keluarga.
- Pesan ilmiah paling penting:
- ASI pada bayi prematur bukan hanya sumber nutrisi, tetapi juga merupakan intervensi biologis yang berkontribusi terhadap perlindungan saluran cerna, pengurangan risiko NEC, serta berbagai luaran kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. Namun, pemberian ASI harus disertai fortifikasi yang tepat dan pemantauan pertumbuhan secara individual.
- Referensi utama
-
Parker MG, Stellwagen L, Miller ER, Noble L, Corkins MR, Hudak ML, et al. Promoting Human Milk and Breastfeeding for the Very Low Birth Weight Infant: Clinical Report. Pediatrics. 2026;157(2):e2025073625. doi:10.1542/peds.2025-073625.
- Dr. Widodo Judarwanto, Sp.A
Pediatrician
Klinik Picky Eaters Jakarta - Review ilmiah dan edukasi nutrisi neonatal.
- Catatan: Review ini berfokus pada bayi prematur dengan berat lahir sangat rendah (≤1.500 gram), sehingga rekomendasinya tidak boleh diterapkan secara otomatis kepada semua bayi cukup bulan atau bayi dengan berat lahir normal.








Leave a Reply